
Haikal tersenyum menatap Kaina. Ia meminta kepada Along untuk mengumpulkan semua Maid yang ada di kediaman, agar bisa memperkenalkan Kaina sebagai Nyonya muda di rumah ini.
"Jangan terlalu di pikirkan!" ucap Haikal mengusap Kepala gadis itu.
Kaina mengangguk dan tersenyum. "Aku sudah terbiasa di tolak oleh orang lain," ucapnya.
Haikal mengangguk. " Along, besok Kaina akan pergi ke kampus. Tolong urus segala sesuatunya!".
"Baik, Tuan!" ucap Along.
Sepertinya, bulan madu kemarin berhasil. Tuan Muda terlihat sudah bersikap lebih lembut kepada Nyonya. Ah, semoga mereka memang berjodoh dan ada harapan dari hubungan ini. Batin Along tersenyum tipis.
Tak lama, semua Maid langsung berkumpul di ruang tamu dengan rapi. Mereka hanya menunduk tanpa berani mengangkat wajah untuk melihat siapa gadis yang ada dibawa oleh sang tuan muda.
"Perhatian semuanya! Kali ini saya akan memperkenalkan Nyonya muda di rumah ini! Dia istri saya, namanya Kaina. Panggil Nyonya Kaina! Angkat kepala kalian dan tatap wajah istri saya baik-baik! Tidak ada nyonya muda lagi, selain Istri saya!" ucap Haikal tegas.
Mereka dengan berani menatap Kaina dan terpana melihat wajah cantik nyonya muda baru mereka.
"Jangan sampai ada yang berbuat kurang ajar kepada istri saya, atau kalian akan mendapat sesuatu yang tidak akan kalian duga! Paham?" ucap Haikal tegas.
"Baik, Tuan!" ucap mereka bersamaan sambil mengangguk.
"Silahkan kembali bekerja!" ucap Haikal tegas.
Mereka pamit dengan tertib tanpa ada yang berbicara satupun. Kaina hanya terdiam tanpa sempat menyapa mereka.
"Ayo kita ke kamar!" ajak Haikal.
Kaina mengangguk dan tersenyum, dengan mengeratkan genggaman tangannya.
Mereka segera pergi ke kamar untuk beristirahat. Kaina tidak begitu terpesona melihat bagaimana kemewahan rumah Haikal. Ia bahkan sudah pernah melihat lebih dari ini.
Ia hanya memperhatikan sang suami yang berjalan menaiki satu persatu anak tangga, walaupun di rumah itu sudah dilengkapi oleh lift.
Ceklek!
Kamar bernuansa gelap terpampang dimata gadis itu. Aroma khas Haikal membelai hidungnya.
"Maaf, aku lupa merombak kamar kita!" ucap Haikal memeluk Kaina dari belakang dan mengecup bahu gadis itu.
__ADS_1
"Tak apa, ini sudah sangat bagus!" ucap Kaina dengan wajah merona.
"Apa kamu kepanasan, Sayang?" tanya Haikal tersenyum jahil.
"Hmm? Tidak. Ini terlalu manly!" ucap Kaina lirih.
"Apa kamu mulai mendambakanku? Kau merona dan juga salah tingkah!" ucap Haikal antusias.
"Ti-tidak!" ucap Kaina gelagapan.
"Ck, kau lupa aturan nomor 2, Sayang! Dilarang berkata tidak!" ucap Haikal tersenyum penuh kemenangan.
Kaina terdiam, ia tidak bisa mengelak dan juga mencari alasan. Bukti sudah ada didepan mata.
Hahaha, dapat kau gadis kecl! Sekarang lihat saja, apa yang bisa aku lakukan kepadamu!. Batin Haikal sambil meniup telinga Kaina.
Gadis itu meremang, ia memejamkan mata, saat tangan Haikal mulai berkelana, mengusap bagian tubuhnya.
Sshh, kenapa sentuhan ini tidak bisa aku tolak? Ah, aku tidak mau terbuai dengan perlakuan tuan muda yang semakin lembut ketika menyentuhku seperti ini. Batin Kaina menahan diri.
"Ah, pijitkan aku saja! Terasa begitu lelah membawa mobil sejauh itu," ucap Haikal melepas pelukannya dan mulai membuka baju.
Ia berbaring di atas ranjang hanya mengenakan celana daalam, sehingga membuat Kaina panas dingin melihat adik kecil yang masih tertidur dengan tenang itu.
Ia mengambil minyak urut, dan mulai membalurkannya ditubuh Haikal. Pria tampan itu memejamkan mata agar bisa merasakan lembutnya tangan Kaina yang sedang membelai tubuhnya.
"Keraskan sedikit lagi!" ucap Haikal.
Kaina mengangguk, perlahan ia mengurut dada bidang Haikal yang sudah ia sentuh setiap malam. Wajahnya merona, ketika mengingat bagaimana Haikal mengajarinya melakukan tugas sebagai seorang istri.
Sadarlah Kaina! Kenapa kamu mesum seperti ini?. Batinnya mengerutuki diri karena berpikir hal yang iya-iya.
Hingga Haikal tengkurap dan Kaina langsung memijit punggung sang suami hingga terlelap. Ia tersenyum manis mengingat Haikal memperlakukannya dengan cukup baik belakangan ini.
Setidaknya, aku masih bisa berharap lebih sebelum dia, sang pemilik hati tuan muda ini datang dan kembali. Setidaknya aku sudah melakukan semua aturan yang sudah diberikan oleh Tuan. Mungkin ini akan menjadi salah satu pengalaman terhebat yang pernah aku rasakan!. Batin Kaina.
Ia menyelimuti Haikal dan mengecup kening pria tampan itu. Waktu makan malam akan masuk sebentar lagi, ia ingin memasak untuk sang suami namun ia merasa takut jika berbuat hal yang akan memancing keributan.
Jika aku tidak masak, itu akan menjadi perang dunia juga! Sementara tuan muda ini meminta agar aku memasak sesuatu untuk makan malam. Ah, mungkin aku lebih memilih untuk tinggal di apartemen dari pada di sini. Batinnya.
__ADS_1
Ia berdiri dan melihat keadaan kamar mewah itu. Kaina berjalan pelan dan menatap setiap sudut ruangan dengan begitu teliti.
Hingga mata cantik itu menatap sesuatu yang membuat hatinya seakan remuk. Sakit, tapi tak berdarah, dituntut untuk mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
Kenapa anda tidak menunggu dia kembali, tuan? Anda malah bermain seperti ini dengan saya. Bagaimana perasaan gadis itu ketika tau apa yang telah kita perbuat. Batin Kaina.
Foto Haikal tengah memeluk seorang gadis di tepi pantai sambil berciuman. Ia hanya menggunakan celana renang ketat dan pendek, sementara gadis itu mengenakan bikini yang hanya menutup sedikit bagian sensitifnya.
Air mata mulai menggenang dipeluk mata Kaina. Ia tidak bisa membayangkan, bagaimana Haikal ketika bermain dengan perempuan itu.
Jika dibandingkan dengannya, bagaikan langit dan bumi. Gadis itu sangat cantik, dengan tubuh langsing dan juga berisi pada beberapa bagian.
Sementara dia, hanya memiliki tinggi 155, kurus kecil dan tidak berisi. Hanya ada anak gunung yang kecil dan imut.
Pasti tuan muda begitu puas jika bermain dengan dia. Batinnya.
Tanpa terasa, air mata mulai menetes. Hatinya terasa amat sakit ketika membayangkan jika ia dan Haikal harus terpisah.
Hanya tersisa kepingin hati yang tak lagi utuh jika itu terjadi. Rasa sesak mulai menyelimutinya, ia memilih untuk membersihkan diri dan sedikit berendam agar tidak berpikir macam-macam lagi.
Tuan Muda bagaikan air, ia tidak bisa digenggam dan di pegang hanya menggunakan tangan. Sampai kapanpun akan seperti itu. Tak lama lagi, aku akan lepas dari semua ini. Semoga gadis itu cepat kembali sehingga aku bisa lepas dari jeratan kontrak pernikahan ini. Batinnya.
Tanpa sadar, ia terlelap didalam bathtub, hingga matahari tenggelam. Ia masih betah berendam bahkan panggilan Haikal pun tidak terdengar olehnya.
"Kaina?" pekik Haikal ketika melihat wajah sangat istri hampir saja tenggelam.
Ia langsung mendudukkan gadis itu dan menepuk pelan pipinya. Kaina mengerjab dengan wajah yang linglung.
"Apa kau mau bunuh diri?" pekik Haikal panik.
"Hah? Bunuh diri?" tanya Kaina mengernyit.
"Ck, kau ini membuat panik saja! Kau hampir tenggelam karena tidur di sini!" ucap Haikal kesal.
Kaina baru menyadari jika dia masih berada di dalam bathtub. Ia langsung menutup dadanya yang terbuka.
"Ck, aku sudah mencoba punya kamu yang kecil itu!" ucap Haikal mendelik.
Kaina langsung tersenyum dan berdiri tanpa rasa malu. Ia membilas tubuhnya di bawah kucuran air shower.
__ADS_1
"Saya tau, anda pernah merasakan yang yang lebih besar dari pada punya saya!" ucap Kaina membuat Haikal terdiam dan mengernyit.
Apa maksudnya?. Batin Haikal.