Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan
Ditolak?


__ADS_3

Haikal menyusul Rasya keluar dan memilih untuk duduk di ruang tamu sembari melihat berita yang kebetulan masih membicarakan tentang 'dia'.


"Ck, baru setahun saja dia sudah terlihat sangat cantik," ucap Rasya.


"Biasa saja!" ucap Haikal ketus.


"Lebih enak mana? Kaina apa dia?" Tanya Rasya memprovokasi.


"Aku tidak pernah mencobanya. Lagian, Kaina lebih asli dari pada dia," ucap Haikal kesal.


"Masa? Kok saya tidak percaya kepada Anda, Tuan Muda," ucap Rasya. "Kalian sering pergi berlibur berdua, berenang bersama. Aku tidak yakin jika kalian tidak berbuat apa-apa," sambungnya.


"Ck, aku bukan laki-laki murahan! Aku melepas perjaka bersama Kaina," ucap Haikal memukul pundak Rasya.


Rasya menatap Haikal dengan rasa tidak percaya. Ia hanya menggeleng dan kembali menonton televisi.


Ia mengernyit, ketika berita tentang Haikal dan sang kekasih, tidak ada lagi dan sudah berganti dengan berita lain.


"Ck, the power of money," ucap Rasya mendelik. "Kal, aku yakin kau sudah mencintai Kaina. Ingat, dia sudah menderita selama ini. Jangan sampai kau salah langkah dan salah mengambil keputusan!" sambungnya.


"Aku sudah menentukan pilihan, Sya. Aku memilih Kaina dan dia sudah menjadi milikku sampai kapanpun. Bagaimana halangannya ke depan, akan aku hadang!" ucap Haikal tegas.


Rasya mengangguk, ia memilih untuk berpamitan kepada Haikal karena harus kembali ke rumah sakit.


Haikal hanya bisa menghela nafas melihat kepergian sahabatnya. Ia kembali ke kamar dan memeluk Kaina sambil mengelus perut rata itu dengan lembut.


Cepat hadir, Nak. Daddy sangat membutuhkanmu, agar bisa membuat Mommy tetap stay di samping Daddy. Batin Haikal.


Sementara itu di kediaman Leo, Sisca dan Selena terkejut mendengar berita itu. Mereka teringat dengan Kaina dan juga nasib gadis malang itu.


"Ibu, sepertinya sebentar lagi ibu bisa membalas dendam karena dia tidak mau memberikan ibu uang. Pasti tuan muda akan menceraikan dan mengembalikannya kepada kita!" ucap Selena.


"Iya, Ibu sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan anak pembawa sial itu! Lihat saja nanti, sampai di rumah ini, ibu akan berbuat lebih kejam dan membuat ayahmu membencinya!" ucap Sisca tersenyum jahat.


"Ck, semoga dia tidak kembali lagi ke rumah ini! Nanti ibu usir saja sekalian, aku sudah muak dengan dia!" ucap Bobi, anak bungsu Sisca.


"Iya, dia menantang ibu untuk membunuh ayah, kita lihat saja nanti. Setelah dia datang ke rumah ini, kita akan hancurkan mereka!" ucap Sisca.


"Apa dia tidak memberikan kabar, Bu? Sudah satu bulan dia menikah, tapi belum pernah menginjakkan kakinya ke sini," ucap Selena.


"Biarkan saja, mungkin dia juga mendapat siksaan dri tuan muda itu. Semoga saja, ketika dia datang ke sini dengan membawa mayat gadis itu," ucap Sisca.


"Aku akan sangat bersyukur. Karena perusahaan akan jatuh ke tanganku!" ucap Bobi tersenyum jahat.


"Sepertinya aku harus mendekati, Model cantik itu. Aku akan bekerja sama dengannya untuk menghancurkan dia!" ucap Selena.

__ADS_1


"Jangan sampai ayah tau tentang ini. Atau kita akan berakhir sebelum menjalankan semua rencana kita," ucap Sisca.


Mereka mengangguk dan kembali menonton berita itu dengan seksama. Rangkaian rencana sudah ada di pikiran masing-masing, bagaimana cara menghancurkan Kaina nantinya.


Tanpa mereka sadari ada seorang pelayan yang mendengar pembicaraan itu. Dia tersenyum jahat dan segera berlalu dari sana sebelum ketahuan.


🥕🥕


Di kantor Leo, ia terkejut mendengarkan pemberitaan yang menjadi trending topik hangat siang hari ini. Ia mengingat bagaimana nasib sang putri yang sudah berada di pinggir jurang.


Apa Kaina akan menjadi janda dalam waktu dekat? Mereka sudah lebih dulu menjalin hubungan. Pasti tuan muda akan memilih model cantik itu dari pada Kaina. Batinnya.


Sedikit ia merasa bersalah karena sudah menghancurkan masa depan sang putri. Menjadi janda dalam usia yang sangat kecil.


Maafkan Ayah karena tidak memiliki pilihan lain, Nak. Semua ini juga demi kamu dan perusahaan. Semoga kamu bisa merebut hati tuan muda dan memohon untuk tidak diceraikan. Batinnya.


Ia merasa tidak fokus untuk melanjutkan pekerjaan. Leo meminta untuk membatalkan agendanya hari ini dan memilih untuk pulang lebih awal


"Pras, apa Kaina tidak bisa ditemui?" tanya Leo.


"Maaf, Tuan. Saya sudah menghubungi Asisten Along, tapi beliau hanya berkata, jika Nona sedang bersama dengan tuan muda," ucap Pras, asisten Leo.


"Apa kau menanyakan kabarnya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Leo.


"Nona, baik-baik saja, Tuan. Mereka baru saja pulang honeymoon," ucap Pras.


Apa hubungan mereka sudah sejauh itu? Benarkah? Apa Kaina berhasil mendapatkan hati tuan muda?. Batin Leo tidak percaya.


Ia hanya terdiam sambil bermonolog dengan dirinya sendiri. Tidak ingin mendengar apapun yang membuat dirinya syok dan tidak percaya nanti.


Hingga mobil berhenti di kediamannya. Ia segera masuk dan melihat keluarga kecilnya tengah berkumpul sembari tersenyum.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun ia memilih untuk masuk ke ruang kerja dan berusaha untuk menghubungi Kaina.


🥕🥕


Sementara di apartemen mewah Haikal. Ia juga terlelap sembari memeluk Kaina dengan penuh kasih sayang.


Namun semua itu terganggu karena mendengar suara Kaina dari dalam kamar mandi. Gadis cantik itu kembali merasakan mual dengan perut yang bergejolak.


"Hoek, hoek!" Hanya itu yang terdengar dari kamar mandi.


Haikal langsung melompat dan menyusul Kaina yang sudah lemas namun masih berusaha untuk berdiri.


"Sayang?" pekiknya dan langsung menahan tubuh Kaina agar tidak jatuh.

__ADS_1


"Hiks, aku lemas," ucap Kaina dengan wajah yang sangat pucat.


Haikal langsung menggendongnya dengan hati-hati. Raut wajah khawatir tidak bisa lagi dia sembunyikan.


"Kenapa bisa mual? Kamu gak makan aneh-aneh kan tadi?" tanya Haikal mengusap bibir Kaina dengan tisue.


Ia juga menyelimuti sang istri dan kembali memeluknya.


"Sana dulu, Yang. Aku gak bisa bernafas!" ucap Kaina merengek.


Ia kembali merasa mual, dengan kepala yang terasa sakit. Badannya seperti berada di awang-awang dan juga lemas.


Haikal merenggangkan pelukannya dan menatap Kaina begitu dalam.


"Apa dokter Rasya sudah datang, Sayang?" tanya Kaina lirih.


"Sudah, dia juga sudah pulang," ucap Haikal mengusap wajah Kaina.


"Apa aku hamil?" tanya Kaina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Belum, kamu belum hamil. Mungkin belum terdeteksi!" ucap Haikal begitu lembut.


"Aku mual, Sayang. Jauh-jauh dulu!" ucap Kaina mendorong tubuh Haikal dengan sisa tenaganya.


Pria tampan itu mengalah, ia memberi ruang kepada Kaina agar bisa merasa nyaman. Gadis itu membelakangi Haikal dan mencoba untuk tertidur.


"Sayang?" Panggil Haikal mengernyit.


"Aku masih mual, Sayang. Jangan panggil-panggil! Aku makin mual!" ucap Kaina berhasil membuat Haikal bungkam.


Mereka masih terdiam satu sama lain. Haikal serasa mati kutu mendengar ucapan Kaina yang sedang menolaknya.


"Kamu tidak mau aku peluk?" tanya Haikal.


"Tidak! Kamu bau, aku gak suka!" ucap Kaina.


Jleb!


Haikal reflek mencium aroma tubuhnya. "Aku wangi loh, Yang!" ucapnya tidak terima.


"Iya, wangi kamu bikin aku mual!" ucap Kaina merengek.


Ia ingin marah kepada Haikal, namun tidak ada lagi tenaga yang tersisa kali ini. Ia hanya berusaha untuk memejamkan mata sembari berharap tidak ada anak yang bersemayam nantinya.


Haikal hanya mendelik sebal menatap Kaina. Ia memilih untuk keluar dari kamar dan tidur di kamar lain.

__ADS_1


Bisa-bisanya dia menolakku seperti ini! Awas saja kau Kaina!. Batin Haikal sembari menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


__ADS_2