Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan
Membongkar kebusukannya!


__ADS_3

Semua orang hanya terdiam dan ketakutan. Bibir mereka kelu karena kemarahan Haikal yang tidak pernah mereka bayangkan, kini terjadi sudah.


Mereka yang mengira, jika Kaina hanya sebagai pembantu berkedok istri, ternyata kini sudah mendapatkan cinta dari pria arogan dan berkuasa itu.


Nyali mereka seakan menciut dihadapan Haikal. Keberanian untuk menyerang Kaina, tiba-tiba saja melebur, hilang entah pergi ke mana.


Kini hanya harapan dan keselamatan yang mereka ucapkan di dalam hati. Berharap masih bisa menghirup udara bebas setelah ini.


Haikal berusaha untuk mengendalikan emosinya. Ia tidak ingin kelepasan dan tidak bisa mengontrol emosi lagi. Bagaimanapun juga, mereka adalah keluarga Kaina.


Along datang dan membisikkan sesuatu kepada Haikal. Dua pria tampan itu mengangguk dan saling menatap. Mereka seolah memiliki pendapat yang sama tentang Kaina.


Haikal kembali menatap Sisca dengan tajam. "Untuk apa kau meminta uang seratus juta ke pada istriku, sampai kau harus mengancamnya?" ucap Pria tampan itu mulai memancing api.


Deg!


Sisca dan Leo terkejut sampai melotot mendengar ucapan Haikal.


"Apa maksud anda, Tuan?" ucap Leo bingung.


"Apa anda tidak tau, jika istri tercinta anda ini sudah memeras istri saya setiap hari dengan menggunakan ancaman, jika dia akan membunuh anda?" ucap Haikal tanpa menutupi.


Leo langsung berdiri dan menatap Sisca dengan tidak percaya. "Jangan percaya, Mas! aku tidak melakukannya!" ucap Sisca menggeleng kuat.


"Tuan, apa anda yakin itu terjadi? Saya tidak percaya, jika istri saya melakukan hal itu!" ucap Leo.


Haikal tersenyum masam sambil menggeleng tidak percaya. "Kenapa saya harus berbohong? Dia menelfon Kaina tepat di samping saya," ucapnya.


Leo terdiam, ia menatap Sisca dengan wajah yang memerah karena amarah. "Jadi, kau ingin membunuhku?" ucapnya geram.


Plak!!


Tamparan keras melekat di pipi Sisca. Mereka terkejut dengan reaksi dari Leo yang begitu percaya kepada Haikal. Mungkin jika pria tampan itu mengatakan hal lain, pasti dia juga akan mempercayainya.


"Ti-tidak, Mas! Mana mungkin aku melakukannya!" ucap Sisca menggeleng kuat.


"Apa uang yang aku berikan tidak cukup, sampai kau harus memeras Kaina?" bentak Leo.

__ADS_1


"Tidak, Mas. Dia hanya mengada-ngada! Aku tidak pernah memeras Kaina, aku hanya meminjam uangnya untuk membayar arisanku. Kamu tau sendiri jika kemarin keuangan kita tidak stabil," ucap Sisca menangis.


"Kau masih bisa meminta kepadaku! Arisan apa yang kau ikuti sampai ratusan juta, hah?" ucap Leo tidak bisa menahan amarahnya.


Haikal tersenyum di dalam hati. Ia tau ini adalah hal yang salah, namun ia sudah tidak bisa melihat Kaina yang masih berada dalam genggaman iblis nurjana itu.


"Mas, aku minta maaf atas itu. Tapi, Kaina tidak memberikan aku uangnya," ucap Sisca berlutut di hadapan sang suami.


"Jangn pegang-pegang!" bentak Leo berusaha untuk melepaskan kakinya dari genggaman sang istri.


"Mas!" panggil Sisca masih berusaha untuk meraih kaki Leo.


"Cih, tadi menolak, sekarang malah mengaku!" ucap Haikal ketus.


"Kenapa anda mengatakan ini kepada suami saya? Anda menantu di rumah ini, tapi anda menghancurkan rumah tangga saya!" ucap Sisca marah kepada Haikal.


"Hahaha," pria tampan itu tertawa jahat. "Sekarang anda menyalahkan saya? Anggap saja, Tuhan tengah membalas semua kejahatan anda melalui saya!" sambungnya.


Sisca menatap Haikal dengan penuh dendam. Ia mengeraskan rahang dan mengumpat di dalam hati.


"Selama ini, aku menutup hati dan mata atas semua perbuatanmu, tapi kali ini tidak! Setelah apa yang sudah aku berikan, kau masih berniat untuk membunuhku?" ucap Leo geram.


Leo hanya terdiam, ia berusah untuk berpikir jernih tentang masalah ini. Bisa-bisanya Sisca ingin membunuh dirinya yang sudah memberikan apa pun yang ia miliki.


Rasa kecewa mulai memenuhi relung hati Leo. Ia kecewa karena Sisca tidak berhenti untuk mengganggu Kaina.


"Apa anda tau, Tuan? Kaina menderita penyakit sejak kecil namun tidak pernah tersentuh medis sekalipun! Padahal, Nyonya besar yang terhormat ini mengetahuinya. Ketika sakit, istri kecilku yang malang itu hanya meringkuk, menahan rasa sakit itu sendiri! Semua harta yang kalian nikmati sampai saat ini salah miliknya, tapi kau begitu tega berbuat hal keji seperti itu!" tukas Haikal tidak tahan untuk menghancurkan Sisca.


Leo kembali terkejut. Sisca menggeleng kuat dengan wajah yang berangsur pucat pasi begitu juga dengan Selena.


Leo merasa tidak percaya dengan wajah yang semakin memerah. Ia menendang Sisca hingga terjungkal ke lantai.


"Binatang macam apa kau ha?" teriak Leo sambil menjambak rambut sangat istri.


"Ma-mas, a-aku tidak tau tentang hal itu! Su-sungguh!" ucap Sisca kesakitan sambil memegang tangan Leo agar tidak menarik rambutnya.


Leo menghempaskan kepala Sisca dan hampir saja membentur lantai. Ia tertunduk dan lemas seketika mendengar ucapan Haikal.

__ADS_1


"Apa Kaina menderita sakit jantung, Tuan?" tanya Leo lirih.


"Iya, dan masih banyak lagi!" ucap Haikal dengan wajah dinginnya.


Namun siapa sangka, di dalam hatinya ia merasa begitu senang. Sebab bisa mengatakan hal ini dengan gamblang. Persetan dengan hubungan mereka, yang jelas kini Kaina harus mendapatkan semua haknya.


Leo menangis tersedu, bayangan sang istri pertama yang begitu kesakitan ketika jantungnya melemah, wajah pucat, lemas dan sesak napas. Bahkan setiap kali penyakitnya kambuh, harus mendapatkan perawatan intensif.


Sementara Kaina, hanya menahan semua rasa sakit itu sendiri. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana sang putri merasa kesakitan di kamar kecil itu tanpa ada yang tau.


"Kenapa Tuan Leo? Anda menyesal sekarang? Kemarin, ketika Kaina kesakitan sendiri, anda di mana? Dia yang membiayai hidup kalian, malah dijadikan pembantu di rumahnya sendiri!" ucap Haikal semakin menjadi.


"Pembantu? Apa maksud anda, Tuan?" tanya Leo merasa lemas, karena begitu banyak hal yang di alami oleh gadis kecilnya.


"Ternyata, istri tercinta anda ini memang sangat pintar dan pandai dalam menyembunyikan semua kebusukannya!" ucap Haikal tersenyum.


Ia berdiri dan segera berlalu dari sana, ketika mendapatkan pesan jika Kaina terbangun dari tidurnya.


"Jangan sampai Kaina tau kejadian ini, atau kalian semua saya habisi!" ucap Haikal tegas dan pergi.


Setelah kepergian Haikal, Leo menatap Sisca dengan tajam. "Ikut aku ke kamar!" ucapnya.


Sisca hanya mengutuk Haikal dan Kaina di dalam hati. Ia menatap laki-laki itu dengan tajam seolah sedang menaruh dendam yang teramat kepada menantunya itu.


Ia segera mengikuti langkah kaki Leo ke dalam kamar mereka. Entah apa yang akan terjadi nanti, ia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat hidupnya terjamin sampai kapan pun.


Sementara Haikal segera pergi ke kamar dan melihat Kaina sudah berdiri di pintu kamar.


"Aku mendengar suara teriakan dari luar, apa kamu memarahi ayah?" tanya Kaina lirih.


"Tidak, Sayang. Ayo istirahat lagi!" ucap Haikal memeluk Kaina.


"Aku ingin ke kamarku, boleh?" tanya ibu hamil itu.


"Tentu, Sayang. Along sudah membersihkannya," ucap Haikal dan mengecup kepala Kaina berulang kali.


Untung saja Nabila memberikan Allong informasi, jika Kaina sudah bangun. Jika tidak, ibu hamil itu pasti akan mengetahui hal ini. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kemarahan dan kesedihan dari sang istri nantinya.

__ADS_1


Maaf, jika aku menimbulkan kehancuran pada rumah tangga ayahmu. Aku hanya ingin, dia menebus semua kesalahannya karena telah mengabaikanmu selama ini. Batin Haikal sambil menatap punggung Kaina yng sudah berjalan di depannya.


__ADS_2