Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan
Isu mulai mencuat


__ADS_3

Seorang laki-laki keluar dari sebuah ruangan dengan wajah pucat dan berkeringat. Ia mengingat jelas kata-kata dan ancaman yang keluar dari mulut Haikal.


Ia sudah mengatur semuanya dengan baik, agar kampus C bisa menang karena salah satu petinggi kampus, sudah memberikan suntikan dana yang begitu besar kepada panitia.


Namun, resiko yang akan ia terima dari Haikal ternyata lebih besar dari apa yang mereka dapat. Ia akan membatalkan semua rencana yang sudah diatur agar hidupnya terselamatkan.


Walaupun Haikal memang memberikan bantuan dana, namun tidak sebesar petinggi kampus. Tapi, Haikal mampu membuatnya ketakutan karena pria tampan itu akan mengusut tuntas hingga ke pihak berwenang.


Ia duduk dengan nafas yang menderu dan menuliskan sesuatu di dalam grub panitia. Ia membatalkan semuanya dan membuat yang lain terkejut. Mereka bahkan sampai berdebat tentang masalah ini.


Hingga laki-laki itu mengeluarkan ancaman yang disebutkan oleh Haikal, mampu membungkam mereka semua.


Keputusan awalnya adalah pemenang ditentukan oleh panitia tanpa menimbang keputusan juri. Sekarang, semuanya memang benar-benar diambil dari keputusan juri.


Sial! Kenapa tuan muda itu bisa tau permainan ini? Pasti ada resiko lain yang akan saya terima nanti dari petinggi kampus. Batinnya dengan masih mengeluarkan keringat dingin.


Haikal hanya tersenyum tipis melihat reaksi panitia yang telah mendapat informasi itu. Hanya kalangan bawah, masih bisa ia atas dengan baik karena status yang ia miliki saat ini.


Ia menatap Kaina dari jauh dan mengangguk sambil mengedipkan mata. Pertanda jika semuanya sudah baik-baik saja.


Kaina berusaha untuk memahami kode dari Haikal. Ia berharap apa yang dilakukan oleh sang suami, memang jalan dan keputusan yang terbaik.


Semoga saja, kamu tidak menambah uang sogokan kepada mereka agar aku bisa menang. Jika itu benar, aku akan benar-benar marah nanti, Sayang!. batin Kaina.


Ia tersenyum dan mengangguk kepada Haikal. Pergerakannya, tidak lepas dari pandangan Adam yang memang sudah menaruh hati kepadanya dari awal.


Kepada siapa Kaina tersenyum? Apa kepada tuan muda itu? Rasanya tidak mungkin. Tapi, tidak ada lagi orang yang tersenyum kepadanya selain dia. Apa mereka ada hubungan satu sama lain?. Batin Adam.


Ia memperhatikan gerak gerik Kaina yang sesekali menatap Haikal yang juga melakukan hal yang sama, walaupun mata mereka tidak selalu bertemu. Namun Kaina seolah mengawasi tuan muda itu secara berkala, karena tidak ada arah lain yang ditatap olehnya.


Semoga bukan dia suami Kaina, jika itu terjadi makan dia berada dalam bahaya. Tidak mungkin Kaina bisa tahan di dalam genggaman tuan muda yang terkenal arogan dan tidak kenal ampun itu. Batin Adam


Ia masih mengawasi pergerakan Kaina dan Haikal yang sama seperti tadi, namun tiba-tiba saja mata Haikal mengarah kepadanya.


Adam membalas tatapan tajam Haikal dengan tegas. Ia tidak akan takut kepada siapapun bahkan kepada Haikal.

__ADS_1


Uh, dasar bocah tengil, beraninya dia menatapku seperti itu. Lihat saja nanti, jika kau berbuat lebih kepada Kaina lagi. Akan aku cabik ginjalmu!. Batin Haikal tidak suka.


Ia tidak akan memutus tatapan itu hingga lawannya kalah. Haikal masih menatap Adam dengan tatapan benci, cemburu dan juga kesal. Ia masih mengingat betul, bagaimana Adam memeluk Kaina tadi.


Sementara itu, Adam juga melakukan hal yang sama. Ia tidak akan kalah dari laki-laki itu, jika memang Kaina adalah istri Haikal. Walaupun terasa mustahil.


"Adam, apa yang kamu tatap?" sentak Kaina ketika melihat adam dan Haikal saling bertatapan.


"Tidak ada, aku hanya merasa dia sedang mencari gara-gara denganku," ucap Adam menujuk Haikal dengan ekor matanya.


Kaina menatap Haikal dan menggeleng pelan agar meminta suami tampannya berhenti. Haikal hanya terdiam dan memilih untuk mengalah.


"Kamu ada hubungan dengan dia?" tanya Adam.


"Kenapa emangnya?" tanya Kaina mencoba untuk tenang.


"Aku perhatikan, kalian main mata sedari tadi," ucap Adam tersenyum kecut.


Belum sempat Kaina menjawab, panitia sudah memanggil mereka untuk menaiki podium karena final debat kali ini.


"Kamu akan tau jawabannya dalam waktu dekat!" ucap Kaina juga ikut tersenyum.


Haikal yang melihat Kaina seperti itu, semakin merasa kesal karena cemburu. Ia merasa tidak suka jika Kaina tersenyum kepada laki-laki, selain dirinya. Hanya ia yang bisa menikmati senyuman manis yang bisa membuat setiap orang merasa tertarik.


Hingga final debat dimulai, Kaina berada pada tim pro, dan Jesica berada pada tim kontra.


Kaina dan Adam membeberkan begitu banyak fakta dan menyanggah semua argumen kontra dari Jesica.


Para penonton memang mengakui kehebatan Kaina dan tutur bahasa dari ibu hamil itu. Singkat padat dan jelas. Bahkan para juri mengangguk-angguk karena melihat bagaimana Kaina bisa menjatuhkan lawannya dengan baik.


Jesica dibuat tidak berkutik, bahkan ia tidak bisa berpikir karena tekanan mental yang diberikan oleh Kaina secara tidak langsung.


Sial, kenapa dia bisa seperti ini? Bukankah dulu dia hanya budak yang lemah dan penurut. Kalau seperti ini, kampus akan menerima banyak hujatan jika kami menang nanti. Batin Jesica.


Hingga debat itu selesai, Kaina tiba-tiba saja merasa keram pada perutnya. Ia memegang podium dengan erat dan wajah yang pucat.

__ADS_1


Adam terkejut dan memapah Kaina untuk turun dari panggung. Berbeda dengan Haikal yang melihat itu langsung berdiri dan segera menggendong Kaina keluar dari ruangan menuju rumah sakit.


Semua orang terkeju melihat apa yang sedang terjadi. Suasana hening sesaat sebelum ricuh karena mereka bertanya-tanya tentang hubungan Haikal dan Kaina.


Ternyata benar mereka ada hubungan. Apa Kaina menikah dengan dia? Apa Kaina sanggup untuk menghadapi tuan muda itu setiap hari?. Batin Adam khawatir.


Panitia berusaha untuk mengalihkan perhatian para penonton yang tiba-tiba saja ricuh. Bisik-bisik tentang hubungan Kaina dan Haikal mulai terdengar satu persatu.


Alan tersenyum melihat bagaimana Haikal cepat tanggap tentang apa pun yang bersangkutan dengan anak sabahatnya itu.


Ia kini bisa bernapas lega, karena Kaina bertemu dengan orang yang tepat. Ia segera menyusul Haikal yang sudah pergi ke rumah sakit terlebih dahulu.


Jesica, Fani, dan Veranda hanya bisa terdiam melihat Haikal yang berani menggendong Kaina di depan umum dengan raut wajah khawatir.


"Apa mereka ada hubungan?" tanya Fani masih terkejut.


"Kita lihat saja berita nanti. Jika benar, pantas saja dia begitu berani melawan kita!" ucap Veranda dengan wajah kesal.


"Sepertinya memang benar. Aku tebak, mereka sudah menikah makanya tuan muda Haikal terlihat begitu khawatir," ucap Jesica.


"Apa tuan muda itu buta? Bukannya dulu babu itu sangat kumuh dan cupu?" tanya Fani.


"Kita tidak tau kesehariannya bagaimana. Bisa jadi dia seperti itu hanya saat berada di kampus saja," ucap Veranda.


"Ayo, pengumuman pemenang sebentar lagi akan dibacakan!" ucap Jesica dengan wajah datarnya.


Sikap spontan Haikal ketika menggendong Kaina, terliput dan terekam jelas di dalam televisi. Bagitu banyak pasang mata yang menatap aksi Haikal ketika menyelamatkan seorang gadis.


Berita, muncul satu persatu ke permukaan. Isu tentang hubungan keduanya sudah digoreng dengan sangat berlebihan. Bahkan sedikit demi sedikit, identitas Kaina sudah terbuka.


Apa lagi ketika Alan sengaja berkomentar di salah satu akun lambe yang sedang memberitakan tentang mereka.


"Selamat datang, status baru anakku!" tulisnya.


Komentar itu langsung heboh karena Alan memiliki akun terverifikasi atau bercentang biru, bahkan ia sudah dikenal sebagai direktur utama Chandrawinata grub.

__ADS_1


Sepertinya, keinginan kamu untuk mendapatkan privasi tidak akan mudah, Nak. Batin Alan tersenyum.


__ADS_2