
Sudah tiga hari Kaina dirawat di rumah sakit. Kini keadaan wanita cantik itu sudah lebih baik dari sebelumnya. Banyak teman-teman kampus yang ingin membesuk, namun Haikal membatasi semua itu karena Kaina memang harus beristirahat dengan cukup. Ada banyak agenda yang akan dilakukan oleh wanita cantik itu.
Pagi ini, ia sudah bersiap mengenakan pakaian formal untuk menghadiri acara pengangkatannya sebagai pewaris tunggal Chandrawinata Group.
Belum lagi mulai acara, awak media yang telah di undang, sudah bersiap melakukan siaran langsung di area Kantor pusat Chandrawinata Group. Mereka sangat penasaran siapa pewaris tunggal perusahaan raksasa itu.
Kaina masih memantau berita melalui siaran televisi. Rasa gugup mulai menguasai, karena sebentar lagi semua mata akan menatap kepadanya dengan berbagai macam asumsi.
"Sayang?" panggil Haikal sambil memeluk Kaina dari belakang. "Apa kamu gugup?" tanya Pria tampan itu.
"Tentu saja, Sayang. Hari ini kehidupanku akan berubah lebih jauh lagi. Aku merasa belum siap untuk menghadapi dunia yang begitu luas, apa lagi nanti mereka akan mengetahui jika aku adalah istrimu," ucap Kaina lirih.
"Tidak masalah, kan? Apa yang kamu takutkan, Sayang? Bahkan posisi kamu sekarang tidak ada yang bisa menandingi. Jika dilihat dari harta, kamu akan menjadi orang terkaya sekarang, dilihat dari fisik, bahkan kamu jauh lebih cantik dari mereka . Jika di lihat dari prestasi, kamu juga gadis yang pintar," ucap Haikal mengusap rambut Kaina dengan lembut.
Ibu hamil itu hanya terdiam sambil menunduk mendengar ucapan Haikal. Ia masih merasa tidak sanggup untuk mengemban semua tanggung jawab ini.
"Ayo, hari ini mereka harus tau siapa kamu sebenarnya," ucap Haikal tersenyum dan menggandeng tangan Kaina keluar dari kamar.
Bunda, bantu Nana ya. Sungguh Nana belum siap untuk menghadapi dunia yang begitu jahat ini. Batin Kaina.
Mereka segera menaiki mobil masing-masing, karena unt pertemuan kali ini memang dibuat kesepakatan untuk berangkat secara terpisah. Walaupun Haikal merasa cemas khawatir dan juga takut jika terjadi sesuatu kepada Kaina.
"Hati-hati perginya, Sayang. Aku ada di belakang nanti," ucap Haikal tersenyum sambil mengelus perut Kaina.
"Iya, Sayang. Kita bertemu di perusahaan saja nanti. Pokoknya jangan jauh-jauh dari aku," ucap Kaina tersenyum.
Haikal mengangguk, mereka segera berangkat menuju perusahaan, di mana takdir baru Kaina akan di mulai hari ini.
Sementara itu di perusahaan, begitu banyak wartawan dan juga media gosip sudah berkerudung di depan pintu masuk perusahaan terbesar itu.
Tim keamanan terlihat menjaga begitu ketat agar Kaina selalu aman selama proses pengangkatan berlangsung.
__ADS_1
Hingga mobil Kaina datang terlebih dahulu, semua orang sibuk untuk mengambil gambar siapa pewaris tunggal keluarga Chandrawinata.
"Nyonya, pakailah ini sebelum anda dikenali oleh orang-orang," ucap Nabilla menyerahkan sebuah topeng mata kepada Kaina.
"Kakak jangan jauh-jauh nanti, ya!" ucap Kaina tersenyum.
"Baik, Nyonya!" ucap Nabila.
Kaina mulai merasa deg-degan, tangannya terasa dingin dan gemeteran. Namun, sebisa mungkin ia menguasai diri agar tidak terlihat gugup di hadapan orang-orang.
Pintu terbuka, Kaina segera keluar dari mobil dan berjalan dengan anggun. Badan yang kecil dan perut yang terlihat membuncit membuat Kaina terlihat sangat mengemaskan.
Kilatan cahaya dari kamera bersilauan mengambil potret dirinya yang sedang berjalan bersama dengan Nabila.
Ya Tuhan, seperti ini rasanya menjadi orang penting dan di akui oleh orang lain. Batin Kaina merasa begitu takjub.
Di depan pintu masuk, terlihat Alan dan juga Leo berdiri di sana beserta beberapa pentinggi perusahaan. Mereka tersenyum manis penuh bangga ketika melihat Kaina berjalan dengan anggun.
"Selamat datang, Nyonya!" ucap Alan dan membungkuk.
"Terima kasih atas penyambutannya, Tuan Alan!" ucap Kaina juga ikut menundukkan kepalanya.
"Silahkan masuk, Nyonya!" ucap Alan tersenyum dan mempersilahkan Kaina untuk masuk ke dalam gedung.
Leo hanya terdiam berdiri di tempat. Kini Kaina bukan lagi gadis lugu yang sering ia marahi walaupun tidak membuat kesalahan.
Ia merasa begitu malu, ketika berdiri di hadapan putri sulungnya yang selama ini ia abaikan. Rasa penyesalan dan bangga sekaligus memenuhi relung hati pria tua itu.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Leo, karena dipastikan ia tidak akan bisa menahan tangisnya lagi.
Mereka berjalan menuju ruang rapat yang sudah di sediakan. awak media juga sudah berada di sana untuk melakukan siaran langsung pengangkatan pewaris tunggal perusahaan besar itu.
__ADS_1
Haikal yang baru saja tiba, merasa bangga melihat Kaina yang sangat berani berdiri di hadapan begitu banyak orang. Ada rasa bangga yang Haikal ekspresi pada wajaah tampannya.
Ia sudah berdiri di depan pintu utama setelah Alan membawa Kainaenuju ruang rapat. Ia hanya disambut oleh para petinggi perusahaan yang sudah di tunjuk olah Alan.
Sebelum masuk ke dalam ruangan, Alan menatap Kaina dengan lekat. Ia ingin memastikan jika Kaina memang sudah betul-betul siap untuk menghadapi ini semua.
"Nak?" panggil Alan.
"Aku sudah siap, Om. Dampingi Nana terus, Om. Karena Mas Haikal tidak mungkin berdiri di sampingku hari ini," ucap Kaina tersenyum.
"Tentu, Nak! Om akan mendampingi kamu hingga nanti om sudah benar-benar menyerah," ucap Alan mengusap kepala Kaina dengan lembut.
Mereka segera memasuki ruangan itu. Akan ada beberapa prosesi penyerahan jabatan dan pengangkatan Kaina yang akan di lakukan nanti.
Bak kerajaan, Kaina betul-betul di perlakukan layaknya tuan putri. Hingga prosesi terakhir di pimpin oleh Alan yang selama ini menjadi Komisaris di perusahaan.
Ia berdiri di depan podium dengan rasa bangga yang tidak bisa ia ucapkan dengan kata-kata.
"Selamat pagi para hadirin yang terhormat. Akhirnya hari yang sudah saya tunggu selama 15 tahun lamanya bisa terwujudkan hari ini, sesuai dengan amanat dari sahabat saya yaitu mendiang Kiara Chandrina. Di mana, beliau adalah pewaris tunggal perusahaan Chandrawinata grub yang sudah lebih dulu meninggalkan kami. Namun hari ini, intan permata yang sudah kami sembunyikan selama 15 tahun, sudah saatnya kami memperlihatkan kepada dunia," ucap Alan dan meminta Kaina untuk berdiri di sampingnya.
"Silahkan buka topeng anda, Nyonya!" ucap Alan.
Kaina tersenyum dan mengangguk. Ia membuka topeng itu dengan perlahan dan menunjukkan kepada dunia, siapa dia sebenarnya.
Beberapa detik semua orang terdiam, tidak ada yang berbicara maupun bergerak ketika melihat wajah cantik Kaina yang sudah tidak asing lagi.
Wajah yang mereka gosip kan beberapa hari terakhir, ternyata bukan gadis biasa. Beberapa wartawan yang sempat membuat berita buruk tentang Kaina menjadi terdiam dan pucat pasi.
"Hari ini, kami Chandrawinata Group mengumumkan pewaris tunggal perusahaan ini, Kaina Chandrina!" ucap Alan membuat satu ruangan bergemuruh dengan suara tepuk tangan.
Wanita cantik itu tersenyum manis sambil membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menghormati semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
Haikal tersenyum menatap Kaina dengan perasaan bangga yang teramat. Ia begitu ingin memeluk sang istri saat ini, namun tidak bisa karena kesepakatan sebelumnya.
Kamu sudah menunjukkan diri kepada seluruh orang, Sayang. Setelah ini, jangan biarkan mereka menindas dan menghancurkan kamu lagi. Batin Haikal.