Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan
Membereskan Filda


__ADS_3

Tok, tok, tok.


Terdengar ketukan pintu yang begitu keras di sebuah apartemen mewah. Along datang dengan dua orang lainnya dan berdiri dengan wajah yang dipenuhi amarah.


Batas kesabarannya sudah habis kali ini. Mengingat dalam satu hari, Kaina dua kali berada dalam situasi bahaya. Semua pekerjaannya terbengkalai dan juga menjadi bulan-bulanan amarah Haikal.


"Kau?" ucap Filda terkejut.


"Selamat malam, Nona!" ucap Along menerobos masuk ke dalam apartemen Filda.


"Eh, kenapa kau masuk tanpa izin seperti ini? Keluar kalian!" ucapnya berteriak takut.


"Ada yang harus kita bicarakan!" ucap Along duduk di ruang tamu tanpa permisi.


Ia yang merasa lelah, sebenarnya tidak ingin bermain dengan Filda. Namun, jika langsung membahas masalah, itu tidak akan seru.


"Apa seperti ini cara anda menerima tamu?" ucap Along dengan wajah datarnya.


"Kau mau apa? Apa kau tidak tau ini jam berapa?" ucap Filda ketus.


"Saya hanya berkunjung, melihat dan memastikan apakah anda baik-baik saja!" ucap Along menatap Filda sambil tersenyum smirk.


"Keluar atau saya teriak!" ucap Filda semakin takut.


Ia hanya sendiri di apartemen, baru saja Nabila memilih pergi dan berhenti bekerja dengannya setelah pertengkaran hebat mereka. Melihat Along yang tiba-tiba saja datang, sudah sangat pasti, dia pasti telah mendapatkan perintah dari Haikal.


Apa yang sudah dia rencanakan kepadaku? Jalaang syalan itu, lihat saja kau nanti!. Batinnya Filda penuh dendam.


"Teriak saja, di sini sudah tidak ada orang lagi!" ucap Along mengusap dagunya sambil memperhatikan Filda dari atas hingga ke bawah.


"Jangan macam-macam, kau Along!" Pekik Filda menutup tubuhnya menggunakan tangan.


"Duduklah, Nona! Ada yang ingin saya sampaikan!" ucap Along.


"Tidak!" ucap Filda menggeleng kuat.


"Cih," Along masih berusahaa untuk menahan diri, sebab bagaimanapun juga perempuan ini pernah membuat Haikal bahagia dan begitu bucin.

__ADS_1


Ia memberikan kode kepada dua orang bodyguard untuk memaksa Filda agar bisa duduk di hadapannya.


"Lepaskan!" ucap Filda memberontak.


"Kerja samalah, Nona! Saya sungguh lelah karena perbuatan Anda hari ini!" ucap Along menatap Filda dengan tajam.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Gadis cantik itu.


"Kembalilah keluar negeri. Jangan ganggu tuan muda dengan cara apapun!" ucapnya sembari meletakkan sebuah cek yang bernilai fantastis.


"Aku tidak mau! Kau saja yang pergi sana!" ucap Filda ketus.


"Menyerahlah, Nona. Anda sangat tau bagaimana tuan muda ketika jatuh cinta. Tempat anda sudah digantikan dengan nyonya muda Kaina. Dan kami sangat bersyukur untuk itu," ucap Along menghidupkan sebatang rokok.


Ia melonggarkan dasi yang tengah ia pakai dan membuka kancing bajunya. Hal itu membuat Filda memalingkan wajah yang terasa menghangat.


"Apa anda terpesona?" ucap Along mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya. "Atau anda sudah lama tidak dibelai oleh laki-laki?" sambungnya sambil tersenyum smirk.


Filda terkejut dn menatap Along dengan tajam. Apa dia tau semua yang aku lakukan selama ini?. Batinnya.


"Saya sengaja membawa dua orang bodyguard untuk menemani anda di sini. Saya pastikan anda akan merasa sangat puas bersama mereka," ucap Along.


"Anda terlalu percaya diri! Jika memang tuan muda masih memiliki rasa cinta, tidak mungkin dia menyuruh saya untuk mengusir anda dari negara ini. Bukankah, tuan muda sebelumnya sudah memberikan peringatan, apa anda lupa?" ucap Along.


Filda terdiam, Along ternyata mengetahui apa yang diucapkan Haikal kepadanya. Mereka terdiam satu sama lain. Along hanya mengamati ekpresi wajah Filda yang terlihat begitu tegang dan juga sedang berpikir keras.


"Bagaimana? Jika anda mau pergi dari sini negara ini, saya akan mengurus semuanya. Anda tidak akan kehilangan pekerjaan di sana. Saya akan mencarikan anda produser yang hebat agar bisa mendapatkan job terus menerus. Namun, jika anda tetap memaksa untuk berada di sini, jangan harap anda bisa bernafas lega hingga akhir hayat anda!" ucap Along berdiri.


"Apa kau sedang mengancamku, Along? Apa kau tidak tau siapa orang tuaku?" Ucap Filda menatap Along dengan berani.


"Ah, tentu saya tau siapa orang tua anda. Namun sekarang, mereka sudah tunduk di bawah kaki saya!" ucap Along begitu sombong.


Filda terkejut. "Sombong sekali kau! Baru menjadi asisten saja kau seolah setara dengan Haikal!" ucapnya.


"Tentu, setidaknya posisi saya saat ini bisa membuat aparat bungkam, jika saya membunuh anda sekarang juga!" ucap Along tegas.


Filda meremang. Ia kehabisan kata-kata. Ucapan Along memang benar dari segi apapun. Ia tersentak ketika melihat pria tampan itu berjalan keluar.

__ADS_1


"Bereskan dia! Saya sudah terlalu banyak membuang waktu!" ucap Along menutup pintu dengan keras.


Filda terkejut dan mulai ketakutan ketika melihat dua orang itu mulai mendekatinya.


"A-apa yang kalian lakukan?" ucap Filda menutupi tubuhnya menggunakan tangan.


"Jangan memancing kami! kemasi barang-barang anda sekarang juga!" ucap bodyguard itu meraih tangan Filda.


"Tidak! Saya tidak mau!" ucap Filda memberontak.


Seorang bodyguard langsung masuk ke dalam kamar Filda dan mengemasi barang-barang perempuan itu. Setelah selesai, mereka membekap Filda hingga pingsan dan menggendongnya keluar dari sana.


Mereka akan mengirim gadis ini ke luar negeri, dimana dia sebelumnya berada. Sungguh, bukan hanya Along saja yang kesal, mereka pun ikut marah melihat tingkah perempuan ini.


Kaina sudah sah menjadi Nyonya muda mereka, walaupun belum ada satupun media yang tau. Apapun yang terjadi kepada Kaina, mereka akan menghabisi orang-orang yang mencelakainya.


"Apa kau yakin jika kita membawanya pulang kembali ke negara itu?" ucap salah satu bodyguard.


"Kita jalankan saja sesuai perintah,".


"Baiklah!".


Mobil melaju menuju bandara, tiket pesawat sudah dipesan dan kurang satu jam lagi mereka akan take off menuju Canada.


Sementara itu, Along memilih untuk pulang ke apartemennya terlebih dahulu. Berkejaran dengan waktu di tambah dengan tekanan dari Haikal membuat tubuhnya terasa begitu lelah.


Namun tidak pernah keluar kata mengeluh di dalam dirinya. Ia menjalankan itu semua dengan baik bahkan tanpa mengeluh.


Ia mengirim laporan kepada Along melalui pesan. Ia mengatakan semuanya tanpa tertinggal, termasuk berita tentang Nabila yang baru saja berhenti bekerja dengan Filda.


Haikal langsung membaca semua pesan itu dan menelfon Along.


"Saya rasa itu cukup bagus, jika kita bisa memanfaatkannya, Tuan. Mengingat, kinerja gadis itu cukup piawai dan juga bertanggung jawab. Apalagi, gadis itu bukan tipikal orang yang seperti 'Dia'," ucap Along.


"Bawa menghadapku, besok! Cari informasi mengenai dia, apakah memenuhi kriteria atau tidak!" ucap Haikal tegas.


"Baik, Tuan! Selamat beristirahat," ucap Along.

__ADS_1


Panggilan berakhir. Ia bisa beristirahat setelah membersihkan tubuh yang terasa begitu lengket dan juga lelah.


"Semoga, dengan adanya Nyonya muda. Amarah tuan bisa lebih terkendali," ucapnya sebelum menutup mata.


__ADS_2