Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan
Aku berhasil, Bunda!


__ADS_3

Kaina terlelap dalam pelukan Haikal, di ruang inap VVIP rumah sakit. Rasa khawatir mengalahkan semuanya, bahkan pasangan bucin itu tidak menyadari jika ada orang lain yang sudah berdiri di dalam ruangan.


Ternyata benar, jika mereka sudah menikah. Aku tidak yakin, Kaina bahagia dengan pernikahan ini. Lagi pula, bagaimana mereka bisa bertemu?. Batin Adam dengan rahang yang mengeras.


Sementara Hesti hanya terdiam, karena masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Gadis itu mulai merasa tidak percaya diri karena ia hanya gadis biasa dan sangat jauh berbeda dengan Kaina.


Leo yang baru saja datang terlihat menghela napas karena Rasya sudah menjelaskan keadaan putri dan calon cucunya.


"Acara besok, sepertinya akan di undur karena Kaina harus dirawat," ucap Alan kepada Leo.


"Tidak apa, kesehatan Kaina dan kandungannya lebih penting!" ucap Leo menghela napas.


Ia yang sedang berada di kantor pengacara untuk membagikan warisan, langsung pergi ke rumah sakit ketika mendengar kabar dari Haikal.


Sementara Nabila terlihat cemas dan berjalan dengan mondar-mandir di depan pintu kamar rawat itu.


"Tenanglah, Bil! Nyonya muda sudah baik-baik saja!" ucap Kang Yono.


"Saya merasa tidak becus, Kang!" ucap Nabila dengan wajah pucatnya.


"Tidak ada pekerjaan yang sempurna, Bil!. Tenangkan dirimu dan bersiap untuk merawat Nyonya setelah ini!" ucap Kang Yono.


Nabila terdiam dan mengangguk, ia memilih untuk duduk di samping Kang Yono dan berusaha untuk tenang. Walaupun pikirannya tengah kacau saat ini.


Sementara di dalam kamar, Kaina menggeliat dan memeluk Haikal dengan erat.


"Yang, punggungku sakit!" keluh Kaina lirih.


Haikal dengan mata yang masih terpejam langsung mengusap punggung Kaina. Namun ia terbangun ketika tangan ibu hamil itu mulai nakal dengan membuka kancing kemejanya.


"Kenapa, Sayang?" tanya Haikal mengernyit.


"Mau ndusel!" ucap Kaina lirih sambil menggesekkan hidungnya dan menghirup aroma tubuh Haikal dengan rakus.


Haikal hanya membiarkan apa yang dilakukan oleh Kaina. Tubuhnya yang membelakangi pintu membuat mereka tidak sadar jika ada orang lain di dalam ruangan itu.


Adam dan Hesti terkejut sampai melotot mendengar percakapan singkat suami istri itu.


Pantas saja dia terlihat begitu bahagia, tuan muda Haikal memang menyayangi Kaina. Batin Hesti.


Adam mengeram kesal, ia merasa tidak suka dan juga cemburu. Ingin rasanya ia memisahkan mereka dan membawa Kaina pergi dari sana.


"Haikal?" panggil Leo.


Pria tampan itu langsung menoleh dan melihat ada beberapa orang di sana. Ia tidak langsung bangun, namun menunggu Kaina agar kembali terlelap.

__ADS_1


"Ayah, sudah lama? Kaina terlelap lagi sepertinya," ucap Haikal lirih.


"Istirahatlah, waktu besuk akan habis sebentar lagi. Ayah tadi membawa beberapa makanan untuk kalian. Habis ini, makanlah dulu!" ucap Leo.


"iya, Ayah. Terima kasih," ucap Haikal tersenyum.


Adam yang tidak tahan, memilih untuk keluar dari sana. Ia membanting pintu dan membuat Kaina terkejut. Ibu hamil itu langsung terbangun dan membuka mata.


"Bunyi apa itu, Yang?" tanya Kaina dengan jantung yang mulai berdetak tidak stabil.


"Tidak ada, hanya suara pintu saja! Ayo tidur lagi, Sayang!" ucap Haikal merasa kesal.


"Aku merasa sesak!" ucap Kaina lirih karena jantungnya mulai tidak teratur.


Haikal langsung terbangun dan menekan tombol emergency agar Rasya bisa datang.


"Kenapa, Nak?" tanya Leo mengernyit.


"Aku kaget, Yah! Sesak," ucap Kaina memejamkan mata dan berusaha untuk tenang.


Ia yang baru saja terlelap kembali, langsung terkejut dengan badan yang bergetar, jantung yang berdetak tidak stabil dan juga semakin merasa lemas.


Rasya segera datang, oksigen, dan beberapa alat kembali terpasang di tubuh Kaina. "Apa Kaina terkejut? Sudah lama jantungnya tidak kambuh, 'kan?" ucap Rasya.


"Ada yang membanting pintu tadi!" ucap Haikal terlihat kesal.


"Nanti aku cari. Sekarang bantu Kaina dulu!" ucap Haikal dengan wajah yang memerah menahan amarah.


Hesti mulai merasa takut berada di sana. Melihat wajah Haikal dan Rasya membuatnya paham sekarang. Kaina memang mendapatkan rasa cinta dari tuan muda tempramen itu.


Habislah kau setelah ini, Dam! Tuan Muda ini terlihat sangat marah, dan kau membuat jantung Kaina kambuh!. Batin Hesti ketakutan.


"Tuan, bisa menunggu di luar? Saya harus memeriksa Kaina terlebih dahulu!" ucapan Rasya yang ingin memeriksa keadaan jantung ibu hamil itu setelah semua alat-alat bekerja.


Alan, Leo dan Hesti segera keluar dari ruangan. Nabila mengernyit dengan wajah yang Khawatir, ia langsung menghampiri Hesti dan bertanya tentang keadaan Kaina.


"Tiba-tiba, Kaina sesak napas, Kak!" ucap Hesti lirih.


Nabila langsung melotot, walaupun ia tidak pernah melihat Kaina mengalami serangan jantung, tapi ia tau pasti jika itu sangat berbahaya.


"Apa karena bunyi pintu yang sangat keras tadi?" tanya Nabila mengeraskan rahang.


"Sepertinya begitu, Kak. Karena Kaina terlihat terkejut dan langsung terbangun!" ucap Hesti.


Nabila menatap Kang Yono dengan tajam. Mereka seolah berbicara lewat tatapan mata masing-masing.

__ADS_1


Kang Yono langsung pergi menyusul Adam. Entah apa yang akan dikerjakan oleh asisten tampan Kaina itu.


Beraninya kau tidak mengindahkan peringatanku laki-laki setan!. Batin Nabila.


Alan baru mengetahui jika Kaina mengalami riwayat jantung seperti Kiara. Ia merasa takut dan juga iba kepada gadis yang sudah seperti putri baginya itu.


Semoga kamu baik-baik saja, Nak! Jangan sakit terus seperti ini, masa depan kamu dan anak-anakmu masih panjang. Batin Alan.


Mereka menunggu diluar dengan perasaan cemas dan khawatir. Menunggu informasi bagaimana keadaan Kaina saat ini.


Sementara di dalam, Kaina mendapatkan penanganan dengan baik, sehingga kini kondisinya sudah lebih baik, walaupun jantungnya masih berdetak kencang.


"Sayang?" panggil Haikal dengan wajah yang begitu pucat.


"Aku tidak apa," ucap Kaina lirih dan tersenyum.


Tangannya masih menggenggam tangan Haikal dengan lemah. Ia takut, jika Haikal berbuat sesuatu kepada orang yang menutup pintu dengan keras tadi.


"Habis melahirkan kita berobat ke luar negeri, ya!" ucap Haikal.


Kaina mengangguk dan tersenyum. Kini ia tidak ingin membuat Haikal merasa khawatir dengan keadaannya. Walaupun nanti itu akan terasa mustahil karena memerlukan waktu yang lama. Siapa yang akan mengurus anak-anak nanti.


"Gimana, Kai? Masih sesak?" tanya Rasya sambil menatap Kaina lekat.


"Tidak, Kak!" ucapnya pelan.


Walaupun masih belum stabil, namun ini sudah terasa lebih baik. Ia begitu penasaran dengan orang yang keluar dari kamar ini dan membanting pintu dengan keras.


"Aku lapar, Sayang. Ah iya, bagaimana dengan lombanya?" ucap Kaina penasaran.


"Kamu menang, Sayang!" ucap Haikal terdengar begitu bangga.


"Benarkah? Ah, akhirnya aku bisa mengalahkan mereka dengan cara yang keren!" ucap Kaina tersenyum haru dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya, aku sangat bangga melihat kamu begitu berani melawan dan mengalahkan mereka!" ucap Haikal tersenyum sambil mengelus kepala Kaina.


"Apa ayah sudah tau, Yang?" tanya Kaina penuh harap.


"Tentu, Ayah, om Alan, semuanya sudah tau. Apa kamu lupa, kalau lombanya di siarkan secara langsung?" ucap Haikal berhasil membuat mereka tersentak.


Rasya langsung mengambil ponsel dan melihat pemberitaan hari ini yang penuh dengan berita Haikal dan Kaina.


"Biarkan saja, sudah saatnya mereka tau siapa kamu dan siapa istriku. Wanita hebat yang begitu kuat sampai saat ini dan berhasil merebut hatiku!" ucap Haikal dengan mata yang berkaca-kaca sambil mengecup tangan Kaina dengan lembut.


Ibu hamil itu hanya terdiam dan tersenyum manis dengan perasaan yang bercampur aduk. Jika tidak sakit, ia ingin menangis sekeras mungkin karena merasa lega.

__ADS_1


Apa lagi ketika mendengar ucapan Haikal, Kaina merasa begitu tersanjung dan bangga kepada dirinya karena bisa melewati ini semua.


Bunda, aku berhasil! Aku berhasil membuat mereka bungkam. Apa lagi setelah ini, tidak ada yang akan meremehkan aku, tida ada orang yang akan berbuat jahat lagi denganku. Batin Kaina seolah berbicara dengan sang ibunda.


__ADS_2