Terjerat Kontrak Pernikahan

Terjerat Kontrak Pernikahan
Merasa tidak adil


__ADS_3

Berita tentang kabar Kaina dan Haikal mulai mencuat. Berbagai opini keluar dan menggoreng berita itu dengan simpang siur.


Pro dan kontra pun terjadi. Apa lagi mengingat usia mereka yang terpaut 8 tahun itu di rasa cukup jauh. Berita Haikal menikahi anak dibawa umur pun juga keluar di media.


Namun, Kaina mendapatkan begitu banyak hujatan karena ia sangat tidak pantas untuk mendampingi Haikal. Apa lagi, tidak ada identitas yang memperkuat posisi gadis itu.


"Mereka semakin tidak bisa menahan diri," ucap Haikal menggeleng sambil membaca semua berita itu.


Kaina sudah tertidur di dalam pelukan Haikal. Pria tampan itu sengaja menjauhkan Kaina dari semua berita-berita itu agar tidak menambah beban pikiran dan sang istri.


Begitu banyak akun yang menandainya di setiap postingan, sehingga membuat Haikal pusing dengan notifikasi yang selalu muncul.


"Tuan, apa saya harus bertindak?" tanya Along.


"Biarkan saja, Long. Kita lihat sampai di mana mereka akan melakukan ini," ucap Haikal sambil mengelus kepala Kaina dengan lembut dan sesekali mengecupnya.


"Tuan Alan mengatakan, jika acara peresmian Nyonya akan di undur sampai Nyonya benar-benar pulih," ucap Along.


"Iya, tidak apa. Yang jelas sekarang biarkan saja seperti ini. Aku yakin, pasti ada yang akan membuka suara tentang pernikahanku," ucap Haikal tersenyum tipis.


"Apa itu tidak membahayakan, Tuan? Ini bisa menjadi boomerang untuk Nyonya!" ucap Along mengernyit.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kita hanya perlu memanfaatkan pengumuman Kaina ketika dia sudah menjadi pewaris tunggal Chandrawinata. Di sana, mereka pasti akan bungkam," ucap Haikal.


"Saya tidak yakin, Tuan!" ucap Along lirih.


"Tidak apa, nanti kita lihat saja kedepannya. Akan ada pion-pion yang menggiring semua berita ini," ucap Haikal.


Along hanya mengangguk pasrah, ia segera pergi dari sana dan kembali ke kantor untuk mengurus perusahaan.


Haikal ikut memejamkan mata dan terlelap bersama dengan Kaina setelah puas menciumi sang istri.

__ADS_1


Sementara di luar. Nabila dan Hesti masih menunggu bagaimana keadaan Kaina. Mereka membulatkan mata ketika melihat berita-berita yang simpang siur tentang Kaina.


"Kak, apa ini aman?" tanya Hesti takut.


"Aman, tenang saja. Jika itu mengganggu, pasti akan hilang begitu saja. Tapi jika tidak, berita itu akan terus tergoreng sampai nanti ada klarifikasi dari Tuan Haikal dan Nyonya Kaina," ucap Nabila cuek.


"Nyonya?" tanya Hesti mengernyit bingung.


"Iya, karena sekarang kamu sudah tau. Saya pengawal peribadi, Nyonya Kaina!" ucap Nabila tersenyum.


Deg!


Hesti lagi-lagi terkejut dengan ucapan wanita cantik yang ada di hadapannya ini. Ia hanya mematung dan tidak tau harus berkata apa lagi. Hari ini memang hari yang sangat mengejutkan baginya dan orang banyak.


"Jangan bermenung! Walaupun sudah menjadi Nyonya, kamu bisa melihat bagaimana cara dia berteman dengan kamu dan orang lain," ucap Nabila terkekeh.


Hesti hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Nabila, yang terasa masih sulit dicerna. Kini, ia tidak tau harus berbuat apa dan bersikap bagaimana kepada Kaina. Mengingat status mereka yang sangat jauh berbeda, seperti langit dan bumi.


Ia kembali melihat berita tentang Kaina. Namun ia terkejut ketika melihat komentar yang sedang viral tentang Kaina. Di sana tertulis, jika Kaina telah menghancurkan keluarganya dan memecah belah mereka.


"******* itu, dijual kepada tuan Haikal hanya untuk menjadi pembantu, karena dia hanya bisa menyusahkan saja. Entah pelet apa yang diberikan kepada tuan muda Haikal sehingga bisa menghamili gadis pembawa sial itu. Kalian tau jika dia itu pencuri, kasar, memukul dan suka membentak ibu saya. Kalian yang masih membela wanita itu? Pikir pake otak! Gara-gara dia orang tua saya bercerai. Membual tentang banyak hal sehingga membuat Tuan Haikal percaya dengan apa yang diucapkan olehnya. Apa mata kalian tertutup atau memang sudah tidak ada celah kebenaran lagi?" tulis akun itu.


Nabila ikut tercengang membaca tulisan itu. Namun ia sudah mengetahui yang sebenarnya dari Kaina. Ibu hamil itu sudah menceritakan bagian yang penting, agar Nabila tidak terlalu penasaran dengan masalah yang sedang di selesai kan.


"Kak, apa maksudnya ini?" tanya Hesti semakin bingung.


"Kamu lebih mempercayai Nyonya atau tulisan itu?" tanya Nabila.


"Aku, aku tidak tau!" ucapnya lirih. "Tapi, bagaimanapun juga pasti ada alasan dibalik berita ini," sambungnya.


"Dengan tulisan tadi, orang-orang akan mengetahui keadaan keluarga dari dia yang menulis tentang itu. Walaupun sedang menjatuhkan Nyonya, tapi tanpa sadar dia juga sedang menjatuhkan dirinya sendiri," ucap Nabila.

__ADS_1


"Iya, kakak benar. Tapi, apa benar ini sedang terjadi?" tanya Hesti penasaran.


"Menurut kamu?" tanya Nabila.


"Apa Kaina yang membuat ini terjadi?" tanya Hesti.


"Tidak, ini semua karena ulah mereka sendiri. Nyonya hanya mencoba untuk mendapatkan haknya yang sudah mereka ambil," ucap Nabila.


"Maksudnya?" Hesti benar-benar bingung dengan apa yang terjadi saat ini.


"Kamu ikuti saja beritanya. Saya, bisa saja memberitahu kamu tentang apa yang terjadi, namun biarkan kamu penasaran dengan semua berita itu," ucap Nabila tersenyum.


Hesti cemberut mendengar ucapan Nabila. Ia kembali membaca berita yang semakin sempang siur. Walaupun tengah dilanda kebingungan, namun ia masih percaya jika Kaina tidak mungkin berbuat jahat bahkan sampai menghancurkan keluarganya sendiri.


Sementara di kediaman Leo.


Hari ini, adalah hari terakhir mereka menghuni rumah itu. Semua barang-barang sudah di kemas oleh pelayan. Selena dan Sisca hanya menggerutu tidak suka karena kepindahan mereka kali ini.


Sertifikat yang ia miliki tidak diterima oleh pengadilan, karena milik Kaina dinyatakan sah dari pada yang ia miliki. Jika ia bersikeras, maka Kaina bisa menuntutnya dengan kasus pemalsuan surat.


Lihat saja kalian! Aku akan membalas dendam dengan lebih kejam lagi!. Batin Sisca menatap satu-satunya foto Kaina yang ada di dinding rumah itu.


Ia segera keluar meninggalkan rumah dengan berat hati dan dendam yang teramat. Apa lagi Leo hanya membelikannya rumah type Cluster mewah dan sangat jauh dari rumah Kiara yang mereka tempati. Namun rumah itu berada tak jauh dari kampus C.


"Aku tidak ingin tinggal di rumah ini!" ucap Selena marah ketika melihat rumah yang akan ia tempati.


"Kalau tidak mau tinggal di sini, cari tempat tinggal yang lain!" ucap Leo tegas.


"Aku benci ayah sampai kapan pun!" pekik Selena dengan wajah yang dipenuhi amarah.


"Ingat Selena! Kamu masih dalam tanggung jawab ayah! Jangan sampai, ayah menghentikan semua uang yang kamu terima dan mematikan kartu kredit yang masih kamu pakai!" ucap Leo tegas.

__ADS_1


__ADS_2