
Berita hubungan Kaina dan Haikal semakin simpang siur, apa lagi ketika identitas Kaina sengaja di buka dan disebarluaskan kepada publik dan semakin membuat netizen penasaran.
Ditambah dengan berita dari akun palsu tentang rumor jika Kaina sudah menghancurkan keluarga pemilik akun itu. Berbagai asumsi dan spekulatif bermunculan tanpa bisa dicegah lagi.
Kini, berita itu sampai di siarkan di televisi nasional, mengingat Haikal dan Chandrawinata grub adalah salah satu perusahaan terbesar yang kehebatan dan kemajuan mereka tidak bisa dipungkiri lagi.
"Sudah saatnya kamu diketahui oleh publik, Nak. Biarkan mereka tau siapa kamu sebenarnya. Semoga dengan tayangan lomba kemarin, bisa memperlihatkan sedikit kepandaian yang kamu miliki. Om sangat berharap kamu bisa dan mampu mewarisi semua aset Chandrawinata grub," ucap Alan yang tengah berdiri di balik dinding kaca sambil menatap hamparan jalan yang terlihat begitu sibuk.
"Tuan, persiapan untuk pengangkatan Nona muda sudah selesai. Saya juga sudah mengundur acara ini 4 hari lagi, satu hari sebelum resepsi pernikahan Nona," ucap Ridho asisten Alan.
"Iya, tidak apa. Pastikan semuanya berjalan dengan baik! Saya tidak ingin ada penyusup, penghianat atau pengganggu nantinya, baik di acara pengangkatan Kaina ataupun di acara resepsi putri saya!" ucap Alan tegas.
"Baik, Tuan! Untuk pemberitaan, saya rasa sepertinya ini sudah cukup, Tuan," ucap Ridho.
"Tidak apa, biarkan mereka terus mencari tahu hingga hari pengangkatan itu tiba. Sudah cukup penderitaan anakku selama ini. Jika bukan karena amanat dari Kiara, aku tidak akan mampu menahan diri melihatnya terus tersakiti seperti itu!" ucap Alan dengan wajah yang diliputi oleh amarah.
"Baik, Tuan. Saya akan memantau terus pergerakan media sosial," ucap Ridho.
Tak lama asisten tampan itu segera pergi dari ruangan. Kini hanya tersisa Alan yang masih berdiri sambil menatap nanar ke luar jendela.
Sementara itu di negara lain. Tersebarnya kabar pernikahan Kaina dan Haikal sudah sampai ke telinga seorang wanita paruh baya.
Dengan rahang yang mengeras, ia menggenggam ponsel dengan kuat karena merasa begitu marah saat ini. Ia tidak menyangka, jika Haikal akan bertindak ceroboh seperti itu.
Apa kau sebodoh itu, Haikal? Keluarga kita akan malu nanti, jika mereka tau kalian benar-benar telah menikah. Di mana aku akan menyembunyikan wajahku nanti?. Batinnya dengan emosi yang membuncah.
Muzi merasa takut jika rencana pernikahan putranya dengan calon yang ia inginkan, bisa batal begitu saja karena pemberitaan ini.
Ia langsung menghubungi Haikal, namun tidak ada jawaban yang didapat. Haikal seolah hilang dari pandangannya. Ia beralih untuk menelpon Meidina, namun sama saja. Tidak ada yang mengangkat panggilan darinya yang begitu banyak.
Ia memutuskan untuk segera menelpon Along agar bisa mencegah semua berita itu, agar tidak terus berkembang.
"Maaf, Nyonya besar. Ada perusahaan besar yang sudah mengontrol berita itu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucap Along menolak.
"Saya tidak mau tau, Long. Kamu harus mencari cara untuk menghentikan semua berita ini. Lagian, perusahaan mana yang berani bermain dengan kita? Pokoknya malam hari ini harus bersih!" ucap Muzi kesal.
"Maaf, Nyonya. Sebaiknya anda mengikuti perkembangan berita ini, karena nanti akan ada kejutan yang membuat Anda benar-benar terkejut!" ucap Along.
__ADS_1
"Kau! Kau masih ingin hidup, Long? Kau tidak mendengarkan udapanku?" ucap Muzi tidak percaya.
"Maaf, Nyonya. Saya bekerja untuk tuan Haikal! Jadi, silahkan nikmati saja liburan anda yang hanya menghitung hari. Selamat bertemu nanti di Indonesia," ucap Along.
"Syalan kau Along! Bagaimana perkembangan acara pernikahan Haikal beberapa hari lagi?" tanya Muzi semakin kesal.
"Semua berjalan dengan lancar Nyonya, anda tidak usah khawatir. Persiapan sudah selesai 90 persen, sisa menyebar undangan saja besok dan calon pengantinnya," ucap Along.
"Awas saja kalian nanti kalau sampai acara ini batal!" ucap Muzi kesal dengan wajah yang memerah karena amarah.
Ia mematikan panggilan telepon dengan segera a agr ia tidak bertambah marah.
"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, mereka semua harus mengikuti apa yang aku inginkan. Lihat saja jika kalian berani bermain denganku!" ucap Muzi sambil menelpon seseorang yang sangat ia andalkan.
🍓🍓
Sementara itu di rumah sakit, Hesti hanya tertunduk lesu tanpa berani menatap Kaina sedikit pun. Ada rasa minder dan tidak pantas yang muncul dari dalam diri gadis itu, ketika mengetahui siapa Kaina sebenarnya.
"Apa kamu akan tetap berdiri di sana?" tanya Kaina dengan suara lirihnya.
Hesti mengangguk tanpa bersuara, sementara Nabila hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu.
Pria tampan itu hanya tersenyum dan menyuapi Kaina kembali. Ia tidak ingin mencampuri urusan pertemanan sang istri lebih jauh karena sudah mencari tahu siapa teman-teman Kaina.
"Mungkin Hesti masih syok dengan apa yang sedang terjadi kini, Nyonya," ucap Nabila tersenyum.
"Jangan terlalu dipikirkan, Hes! Aku masih Kaina yang sama, dengan Kaina yang kemarin!" ucap Ibu hamil itu tersenyum.
"Huft, maaf. Aku, aku hanya belum siap mendengar kenyataan seperti ini. Kita, kita terlalu jauh berbeda, aku merasa tidak pantas berteman denganmu," ucap Hesti lirih.
"Apa kamu tidak ingin berteman lagi denganku?" tanya Kaina sedih.
"Bu-bukan begitu, Kai!" ucap Hesti menggeleng kuat. "Tapi, apa aku pantas?" sambungnya.
"Pantas, bahkan sangat pantas!" ucap Haikal tegas dan tersenyum.
Hesti terdiam sebentar sambil menatap Haikal, ketika sadar ia langsung menunduk kembali karena merasa takut ketika melihat wajah pria tampan itu.
__ADS_1
Kaina hanya tersenyum menatap tingkah sahabatnya. ini hal yang sangat ia tidak ingin. Dijauhkan oleh teman yang benar-benar tulus untuk berteman dengannya.
"Aku harap, kita masih seperti dulu. Jangan merubah sikapmu hanya karna aku orang kaya atau apa lah itu. Tapi, bersikaplah seperti biasa," ucap Kaina tersenyum.
Hesti hanya bisa mengangguk sembari berusaha keluar dari keterkejutannya.
Tiba-tiba saja pintu terbuka, Kang Yono datang sambil membawa seorang pria yang sudah mengalami beberapa memar di wajahnya.
"Ada apa ini, Kang? Kenapa Adam bisa seperti itu?" tanya Kaina terkejut.
"Maafkan saya, Nyonya. Dia yang membanting pintu dan membuat Anda terkejut," ucap Kang Yono.
Kaina hanya terdiam sambil menggenggam tangan Haikal. Ia tidak ingin terjadi seuatu yang tidak di inginkan di sini.
"Masih berani kau?" ucap Haikal dengan rahang yang mengeras.
"Sayang!" seru Kaina.
Haikal menatap sang istri dan berusaha untuk menahan diri agar tidak menimbulkan masalah baru.
"Adam, kau tau jika Kaina mengalami riwayat jantung, kenapa kau bertingkah seperti itu?" ucap Hesti.
"Kau tidak akan tau rasanya mencintai istri orang, Hes!" ucap Adam dengan mata tajamnya.
"Bukankah kamu sudah tau jika Nyonya kami sudah menikah?" tanya Nabila ketus.
"Sudah, jangan berdebat lagi!" ucap Kaina sambil memegang perutnya yang mulai terasa kontraksi.
"Kenapa harus dia, Kai?" tanya Adam lirih namun matanya tetap menatap Kaina dengan lekat.
"Karna dia sudah menjadi takdirku, Dam. Hal yang kamu lakukan memang sepele, tapi berbahaya untukku. Kamu bisa membuatku mati mendadak," ucap Kaina.
"Bawa dia keluar! Jangan pernah kau temui istri saya lagi!" ucap Haikal tegas ketika melihat Kaina mulai meringis.
Haikal mengusap perut Kaina sambil membisikkan kata-kata yang terdengar begitu mesra kepada anak-anaknya.
Hal itu sungguh membuat Adam marah dan segera pergi dari sana tanpa menutup pintu ruangan.
__ADS_1
Pria tampan itu pergi dengan rasa kecewa, sedih semuanya bercampur aduk. Along yang melihat kepergiannya hanya terdiam tanpa ingin bertindak apa pun lagi.
"Kau bermain dengan orang yang salah dan juga mencintai orang yang salah. Terlepas Nyonya itu istri siapa. Tidak heran jika kau mendapatkan kesengsaraan yang teramat karena rasa kecewa!" ucap Along lirih.