
Nina dan Rita mendekat pada Maya selesai acara... Bibi Ayu dan Nenek yang istirahat di kamar tamu karena merasa lelah.
"May, kamu belom bilang bahwa kamu menikah dengan tuan Devan." ucap Rita.
Maya menceritakan pada kedua temannya ini yang sudah penasaran...
"Aku juga tidak tahu yang memperkosa aku adalah tuan kalian... Hari ini yang aku pikirkan hanya ingin mengakhirkan hidup ku, saat aku tahu aku hamil aku tambah yakin ingin mengakhirkan hidupku." ucap Maya menangis.
"May..." kata Nina.
"Tapi nyonya Maria datang memberi tahu ku dia ingin bertanggung jawab... Aku menolak karena taruama dan rasa takut ini masih ada disini." ucap Maya memegang dada nya.
"May, maafkan kami." Ucap Rita.
"Tapi kamu percayalah tuan Devan pria yang bertanggung jawab." ucap Rita dan di anggukan oleh Nina.
"Terimakasih tapi hati ku masih tidak percaya." ucap Maya.
"Mami... Mami boleh tasya Masuk." Ucap Tasya.
"Nona muda lebih ceria dekat kamu May, aku baru ini melihatnya mau dekat dengan orang
yang baru di kenal." ucap Rita yang pernah mengasuh Tasya.
"Berarti tuan Devan tidak salah pilih." ucap Nina...
Rita dan Nina pamit membiarkan Maya dan Tasya di kamar...
"Tasya senang punya Mami cantik." ucap Tasya.
__ADS_1
"Mami jiga senang punya Anak sepintar Tasya." Ucap Maya sambil memangku Tasya.
"Kata oma Tasya akan punya adik ya mami.?" ucap Tasya.
"Iya, Tasya senang tidak.?" ucap Maya, Devan masuk ke kamarnya.
Sementara mereka tinggal di rumah Devan atas permintaan Devan... Devan belom bisa mengajak Maya tinggal di rumahnya yang dulu dia tinggalin bersama Tania.
"Tasya kamu belom tidur sayang.?" Ucap Devan.
"Tasya mau tidur sama Mami." ucap Tasya memeluk Maya.
"Iya Tasya tidur sama mami." Ucap Maya yang mau berdiri.
"Mau kemana kamu.?" tanya Devan.
"Tidurlah di sini." Ucap Devan.
Maya mengalah, Maya ingin mengganti bajunya tapi dirinya ke sulitan terpaksa minta tolong Devan membukanya, Devan yang melihat punggung Maya putih bersih itu menelan salivanya.
Maya segera masuk kamar mandi tidak menoleh lagi karena maya takut gaun nya merosot.
"Papi Mami cantik ya." ucap Tasya sementara Devan masih bengong.
"Iya sayang mami cantik." Ucap Devan.
"hihihi... " Tasya ketawa..
"Kamu ya..." Ucap Devan yang sadar lalu menghampiri Tasya dan menggelitiknya.
__ADS_1
"Ampun papi geli, papi ampun." ucap Tasya Devan pun menghentikannya.
"Kamu godain papi ya." ucap Devan.
"Tidak, Tasya bilang sebenarnya kalau mami cantik." Ucap Tasya.
"Tasya senang punya mama secantik mami Maya, terimakasih papi sudah tepati janji papi ke Maya." ucap Tasya.
"Sama sama Sanya..." ucap Devan... ( Semoga Maya bisa menyukai dan menyayangi Devan.) batin Devan.
"Mami..." ucap Tasya melihat Maya keluar drai kamar mandi.
"Kalau gitu papi juga mau mandi." ucap Devan.
"Tasya harus bobo besok mau sekolah." ucap Maya.
"Baik mami." Tasya tidur di pelukannya Maya.
Devan keluar kamar mandi yang pemandangan iyu hatinya merasa bahagia...
( Semoga ka.u menyayangi Tasya) gumam Devan dalam hati dan ikot baring di samping Tasya.
Pagipun tiba Tasya yang melihat semangat bersekah karena Maya janji akan mengantarnya ke sekolah hari ini...
"Wah cucu oma sudah cantik." Ucap mama Maria.
"Pagi Nyonya." Ucap Maya.
"Kom nyonya May, panggil saya Mama , ya seperti Devan juga ya May." ucap Maria.
__ADS_1