
Mereka sampai di sebuah mall... Tasya dan Jimmy berjalan di depan sementara Devan dan Maya mengikuti dari belakang..
"Tasya pelan pelan jalannya kasian mami." Ucap Devan.
"Iya papi maaf." Ucap Tasya.
"Kita cari makan dulu." Ucap Devan ke Maya... Maya hanya menganggukkan kepalanya dia juga tahu Devan belom makan siang.
"Kamu mau pesanan apa sayang ?" tanya Maya ke Jimmy dan Tasya.
"Mereka makan yang kita pesankan." Ucap Devan.
"Bagaimana yang ini karena Tasya tidak suka wortel... Kalau kamu Jimmy suka apa.?" Ucap Maya.
"Jimmy hanya tidak bisa makan pedan aunty." Ucap Jimmy.
"Baiklah aunty pesanin kamu suka.?" Ucap Maya.
"Suka Aunty..." kata Jimmy.
"Dan kamu... " kata Maya... Devan tersenyum.
"Apa yang kamu pesan akan aku makan." Ucap Devan.
__ADS_1
"Lebih baik anda pesan sendiri." Ucap Maya menyerahkan buku menu ke Devan..
"Tidak apa Kamu pesankan saja aku pasti akan makan." Ucap Devan.
"Mami, papi tidak suka yang pedas." Ucap Tasya sedikit berbisik...
Devan izin ke kamar mandi dia menyerahkan ponsel serta dompet miliknya ke Maya... Maya sudah pesankan semua makanan untuk Devan nasi capcay + soup ikan batam. Tasya Maya pesanin ikan salmon madu sama dengan Jimmy, sementara dirinya ingin makan tomyam...
"Kenapa kamu makan dikit sekali...?" Tanya Devan.
"Tidak, habis ini aku mau makan itu.?" Ucap Maya mengarahkan ke arah restoran seberang sana.
"Oke... Boleh aku pegang perut kamu untuk menyapanya." Ucap Devan ragu takut Maya akan marah.
"Anak papi makan yang banyak jangan buat mami repot ya." Ucap Devan memgelus perut Maya yang sudah mulai mengencang.
Selesai makan sesuai janji mereka main Funtime, Maya yang pergi beli cemilan yang dia mau tadi...
"Sudah..." Ucap Devan saat Maya duduk di sebelah nya.
"Kamu mau.?" Ucap Maya menyerahkan satu bungkus...
Devan malah mengambil yang di makan Maya, Maya bingung karena itu kan bekas dirinya...
__ADS_1
"Pedas sekali, lain kali kurangi pedasnya." Ucap Devan yang juga minum bekas Maya.
"Ini punya kamu..." Ucap Maya.
"Kenapa kita kan suami istri dan kita juga..." Ucap Devan.
"Sudah jangan di lanjutkan lagi.," ucap Maya.
"Maafkan aku... " Kata Devan..
"Aku tahu, perbuatan aku memang bejad... Tapi aku janji tidak akan mabuk lagi dan itu hanya pada ku tidak akan pernah terjadi lagi pada orang lain. Jadi aku harap kamu jangan seperti ini pada ku." ucap Devan.
"Janji...." ucap Maya.
"Iya janji... Malam itu aku benar frustasi Tasya selalu bilang ingin mami sampai akhirnya dia berkelahi dengan teman kelasnya aku merasa gagal menjadi ayah..." ucap Devan.
"Sebenarnya ini seperti tuhan yang mengatur semua hanya caranya yang salah." ucap Maya.
"Iya kamu benar, apalagi Tasya yang biasa tidak mau sama orang lain dia sama kamu langsung suka." ucap Devan.
"Itu karena Tasya sudah ingin punya Mami..." ucap Maya.
"Tidak, mama pernah mau menjodohkan ku pada anak sahabatnya mama sudah kasih tau Tasya bahwa dia akan Jadi mami nya tapi Tasya menolak dan tidak mau berbicara pada nya... Aku heran dia sama kamu berbeda kami semua belom memberi tahunya... Aku kaget saat dia langsung panggil kamu mamic, tidak ada yang menyuruh nya." Ucap Devan.
__ADS_1
Maya hanya diam mereka berbicara taoi mata selalu fokus melihat Tasya dan Jimmi yang sedang asik bermain.