
Nisa dan Eric tidak langsung pulang kerumah mereka, Eric mengajak Nisa bertemu ibunya dan mengajak sang mertua makan malam bersama... Eric sudah memberi tahu mami Maya bahwa dia dan sang istri akan makan malam di luar...
"Sayang, makasih ya." Ucap Nisa.
"Untuk apa? Aku belom mengasih kamu hadia." Ucap Eric tersenyum lalu mencium punggung tangan sang istri.
"Aku tidak butuh hadia... Aku hanya butuh kamu." Ucap Nisa.
Eric tersenyum pada istrinya lalu membelai pala sang istri mengelus rambut panjang istrinya... Nisa heran suaminya saat bekerja sangat dingin dan tegas oada para karyawan tapi padanya suaminya ini sangat romantis.
"Aku senang kamu juga memperdulikan ibu ku." Ucap Nisa...
"Ibu Rina juga ibu ku, justru aku harus berterimakasih karena beliau sudah melahirkan wanita di depan ku dan menjaganya dengan baik merawatnya dengan baik." Ucap Eric.
"Sejak kapan suami ku bisa gombal..." Ucap Nisa memegang wajah sang suami.
Mereka sudah sampai di rumah bu Rina... Sebenarnya sempat Eric mengajak mertuanya tinggal bersama tapi di tolak karena bu Rina tidak mau meninggalkan rumah ini meski tidak ada kenangan apa pun di rumah ini bersama almarhum suami nya.
"Kalian... Kenapa tidak bilang sama ibu kalau Kalian mau datang." Uca bu Rina.
__ADS_1
"Kejutan..." Ucap Nisa.
"Dasar anak nakal." Ucap Bu Rina senang dengan ke hadiran anak dan mantunya.
"Bu, kita maka di luar ya." Ucap Eric.
"Tapi..." ucap bu Rina.
"Sudah ibu ganti baju ya... kami tunggu disini." ucap Nosa pelan mendorong ibu nya memegang oundak sang ibu berjalan mengarah ibunya mengajak ke kamarnya untuk ganti baju.
"Iya iya... ibu ganti baju." Ucap bu Rina...
Kini mereka bertiga sudah sampai di restoran seafood Eric memasan udang asam manis, cumi tepung dan ikan bakar serta tumisan sayur...
"Tidak bu." Kata Eric tersenyum.
"Ibu makan saja ya tidak usah di pikirkan suami Nisa kan banyak duit." ucap Nisa ketawa menunjukan gigi putihnya yang berjajar... Tapi Nisa malah mendapat pukulan kecil dari sang ibu... Eric yang merasa kehangatan kedua wanita di depannya.
"Kamu ya Nis..." Ucap sang ibu yang di lanjutkan oleh Nisa.
__ADS_1
"Kamu Nis biar suami kamu banyak duit jangan di buang buang lebih baik di sumbangkan membatu orang yang membutuhkan... Nisa tau bu ini sekali sekali saja bu." Ucap Nisa.
Eric tertawa kecil melihat tingkah sang istri yang melanjutkan ucapan sang ibu mertuanya itu...
"Ibu tenang saja ya." Ucap Eric.
Ibu Rina tersenyum dia bersyukur menantu nya sangat mencintai putri semata wayangnya itu... Menerima kekurangan sang putri meski mereka orang yang tidak punya apa tidak sebanding dengan mereka.
"Bu, besok ada seorang pelayan yang akan menemani ibu di rumah." Ucap Eric.
"Tidak usah nak, ibu sendiri saja." Ucap ibu Rina.
"Kan ibu menyuruh saya untuk orang yang membutuhkan, saya me bantu bi Wilda mendapatkan pekerjaan..." Ucap Eric.
Wilda adalah Wanita yang di tolong Eric setelah berpikir iya memutuskan bi Wilda untuk menjadi pelayan menemani sang mertua...
"Rumah ibu kecil ibu masih bisa nak." Ucap Bu Rina.
"Sudahlah bu... Nisa lebih lega kalau ibu yang ada temanin ibu..." Ucap Eric..
__ADS_1
" Iya benar bu Benar kata suami Nisa. jadi tidak apa ya bu." ucap Nisa.
Ibu Rina mengalah pada anak dan menantunya... Kini mereka makan malam bersama hidangan sudah tersaji.