
Nisa segera melepaskan genggamannya merasa tidak enak hati pada Eric... Eric wajahnya masih datar saja tanpa ekspresi di wajahnya yang dingin Nisa sangat kesal sambil bergumam dalam hati.
"Untung saja ganteng." umpan Nisa pelan tapi terdengar jelas oleh Rian...
"Iya..." jawab Rian.
"Kamu." ucap Nisa kesal sama kedua lelaki ini.
"Pernikahan apa yang akan aku jalankan kelak sama dia Ji.?" ucap Nisa.
"Ya untung saja dia ganteng jadi menikah menatap wajahnya saja jadi tidak bosen kan.?" ucap Jihan.
"Makan saja gantengnya..." ucap Nisa.
"Kan kayak kamu pasti tidak kekurangan Nis." ucap Jihan.
"Kamu Ji." ucap Nisa kesal karena benar apa kata sahabat nya itu Eric ganteng kaya raya jadi apa yang salah menikah sama dia.
...#####...
Tiba dimana Nisa dan Eric menikah... Sebelom menikah mereka melakukan nego pernikahan dan beberapa syarat agar kelak Nisa dan Eric jangan membuat kesalahan.
__ADS_1
FLASH BACK...
"Setelah 2 tahun kita akan bercerai... Kamu jangan pernah ikot campur urusan aku, kamu juga tidak boleh dekat dengan pria mana pun selama menjadi istriku." ucap Eric.
"Kamu boleh bekerja, kita tidak ada hubungan suami istri, bersikap romantis saat di depan orang tua kita saja." ucap Eric.
"Dan satu hal lagi, kamu harus memberi kabar aku kemana Kamu akan pergi." ucap Eric.
"Hanya itu saja tuan muda Eric.?" ucap Nisa.
"Saya rasanya hanya itu..." ucap Eric meyerahkan sebuah keryas untuk di tanda tanganni...
Nisa pun segera mentanda tangani sebuah kertas yang di buat Eric tanpa protes Nisa setuju semua keputusan Eric yang tidak merugikan dirinya bagi Nisa... Asal tidak ada hubungan badan Nisa sudah cukup senang.
"Rin aku senang kita bisa jadi kekuarga." ucap mami Maya.
"Iya nyonya." ucap Rina ibu Nisa.
Acara pun selesai sepasang suami istri itu sudah masuk ke kamar pengantin Yang sudah di siapin oleh mami Maya dan Oma Maria... Eric yang melihat kamarnya sudah di hias dengan bunga membuatnya tidak nyaman.
"Kemana sofa disini.?" gumam Eric.
__ADS_1
"Dimana aku akan tidur.?" ucap Nisa.
"Di situ." ucao Eric yang menunjuk lantai yang di alasin kalpret berbulu lembut itu.
"Tega sekali anda." ucap Nisa.
"Kalau gitu kita satu ranjang." ucap Eric mendekat ke Nisa dan mendorong Nisa sampai terjatuh baring di atas ranjang.
"Jangan mengharap..." ucap Eric lalu pergi ke kamar mandi.
Nisa me buang nafasnya merasa lega karena Eric tidak melakukan hal yang di takuti Nisa walau itu sudah hak Eric hanya mengingat perjanjian nikah itu membuat Nisa sedih karena, sebelom.menikah dirinya sudah akan di cerai.
"Mandilah." ucap Eric, Nisa segera masuk ke kamar mandi... Di kamar mandi Nisa ke susahan membuka gaun putih itu...
"Ric... Boleh aku minta tolong.?" ucap Nisa... Di balik pintu kamar mandi Eric pun mendekat perlahan dan mendekat ke Nisa.
"Apa.?" ucap Eric.
"Tolong buka kan ini.?" ucap Nisa berbalik badan... Eric membulatkan mata dia tidak percaya Nisa memintanya itu.
" Kamu menggoda aku.?" ucap Eric.
__ADS_1
"Tidak... Aku ke sulitan...." ucap Nisa.
Eric segera membuka reseleting gaun putih itu kini nampak punggung Nisa yang putih mulus... Dirinya susah menelan salifanya Eric pria normal bohong bila dirinya tidak tertarik entah apa yang di mulai kini Eric mencium Nisa sontak Nisa kaget karena punggungnya dapat sentuhan lembut...