
Nisa dan Eric sudah tiba din kota J dimana kota kelahiran Eric.... Mereka karena pesawat malam hany di jemput oleh supir.
"Sayang... Akun lapar." ucap Nisa.
"Baiklah kita akan makan disana.... Pak Eko tolong kita berhenti di depan." ucap Eric.
" Baik tuan..." ucap Oak Eko supir pribadi keluarga Hermawan.
Eric senang napsu makan istrinya sangat bagus dan sikap istrinya yang tidak malu malu saat makan di hadapannya tidak seperti wanita lain yang mendekat ke dirinya.... Sesampai di rumah Nisa di sambut oleh oma, mami dan keluarga lainnya.
"Nisa... Bagaimana apa di sana kalian ada tanam.?" ucap oma tutup point.
"Mama." ucap Maya.
"Biarkan saja May kan tujuan kita kesana adalah itu." ucap oma Maria.
"Oma tenang saja Eric sudah tanam banyak." ucap Eric, Nisa Tidak percaya suaminya yang dingin ini ternyata kalau sama oma nya bisa bersikap seperti ini juga.
"Kamu ya.... Kalian sudah makan.?" ucap Mami Maya.
"Sudah mi... Tadi Nisa sudah kelaparan." ucap Eric.
"Ya sudah kalian istirahat saja dulu." ucap Oma Maria.
__ADS_1
"Terimakasih oma." ucap Eric dan Nisa bersamaan.
Nisa langsung memukul lengan Eric pelan taoi si pemilik lengan malah merintih kesakitan...
"Auw sayang sakit..." ucap Eric dmegan wajah sakit sedih gtu.
"Maaf sayang aku kan hanya pelan." ucap Nisa.
"Kenapa kamu bicara begitu sama mami dan oma aku jadi malu." ucap Nisa.
"Kenapa malu kita kan sudah suami istri lagian mereka kan tujuannya emang ingin kita cepat punya anak... Sudah lah jangan marah lagi ya." ucap Metic dirinya takut kalau nanti tidak di kasih jatah oleh sang istri.
"Kamu mau mandi bareng.?" ucap Eric.
"Ayolah pleas aku juga sudah gerah." ucap Eric.
"Tidak... No... stop." kata Nisa karena Eric mengekorinnya. Eric ketawa kecil.melihat tingkah sang istrinya yang sana bgt menggemaskan itu ketika ketakutan .
"Sayang sudah belom.?" ucap Eric.
"Aku itung Sampai 30 kalau kamu tidak keluar aku akan masuk ke kamar mandi." Ucap Eric.
"Iya tunggimu sebentar lagi selesai..." ucap Nisa.
__ADS_1
"1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11" Icap Eric terhebti karena sang istri Sudah keluar kamar mandi dalam hitungan. 11 Eric tertawa melihat istrinya kesal memajukan bibirnya, tapi malahan dapat ciuman kilas dari Eric.
"Kamu..." Ucao Nisa.
"Bukannya kamu minta aku Kiss.," Ucap Nisa.
"Mandilah sana..." Kata Nisa.
"Mandiin.," Ucap Eric manja.
Nisa hanya mencium wajah Eric suaminya itu... Eric senang dan masuk.kamar mandi.... Nisa tidak menyangka suaminya yang taman itu ternyata manja dan juga lembut dirinya bersyukur merasa tuhnabsnagat baik padanya mendapatkan suami yang sangat mencintai dirinya dan menerima apa adanya masalah Tampan bonus kayak emang nasib nya yang beruntung.
Nisa sudah baring di tempat tidur, Eric yang melihat istrinya sedang membaca novel segera baring di paha Nisa lalu menciuminya perut Nisa.... Nisa tidak nyaman sekali akan ulah suaminya ini.
"Geli sayang... Kamu ini emang di perutku sudah ada bayinya apa.?" Ucap Nisa.
"Ini Akun lagi J ampe jampein agar cepet ada malaikat kecil disini." ucap Eric.
"Kamu ini..." Kata Nisa.
"Kamu baca apa.?" Ucao Eric lalu melihat judul novel Nisa sekilas....
BERSAMBUNG.....
__ADS_1