TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh dua...


__ADS_3

Hari makin berlalu bulan pun berganti kini tahun pun ikot berganti... Sekarang usia Eric sudah 10 tahun Tasya pun sudah menjadi gadis remaja berusia 15 tahun karena emang jarang usia mereka sangat jauh, Tasya yang sudah duduk di bangku SMA dan Eric duduk di bangku SD kelas 5...


"Mami Eric nakal." ucap Tasya yang kesal karena selaku di ganggu oleh sang adik.


"Eric, kamu jailin kakak kamu lagi ya.?" ucap Maya.


"Tidak kok mami, kaka Tasya saja yang pelit kan Eric sudah bilang kalau Eric mau pinjam." ucap Eric membela diri.


"Eric kamu bohong." ucap Tasya kesal karena Eric diam diam baca chat Tasya dengan sahabatnya.


"Mami kaka Tasya hari sabtu mau ntn sama kak Mega aku ikot." ucap Eric.


"Kamu kan mau pergi dengan om Robby dan papi." ucap Maya.


"Eric tidak mau bosen mami." ucap Eric...


Sekarang Maya lagi hamil anak ke duanya yang baru berusia 4 bulan... Tasya dan Eric sangat senang sekali karena mereka akan punya adik baru... Eric merengek meminta Maya maminya untuk pergi ke sebuah mall... Entah kenapa Maya sangat malas sekali hari ini untuk keluar.


"Mami ayok kita pergi ke mall kayak kakak Tasya mami..." ucap Eric.

__ADS_1


"Hari ini kita di rumah saja biarkan Kak Tasya sama temennya, mami gak mau nanti kak Tasya marah sama mami dikira mami seorang penguntit." ucao Maya.


"Mami... Eric marah sama mami." ucap Eric.


"Siapa yang marah sama mami.?" ucap Devan baru datang...


"Papi... Kak Tasya ke mall sama temennya." ucap Eric.


"Ya sudah kita ke mall juga kalau gitu." ucap Devan.


"Kamu ni Mas, nanti Tasya marah kita harus kasih dia kepercayaan mas." ucap Maya.


Maya ingin Tasya bertanggung Jawab untuk dirinya sendiri makanya Maya mie beri kepercaya pada Tasya pergi bersama temannya yang hanya di antar supir mereka... Walaupun hati Maya belom bisa terima dan sangat khawatir hanya Maya tidak mau Tasya akan membencinya.


"Mami... Tasya pergi dulu." ucap Tasya yang sudah siap...


"Kamu yakin tidak mau mami yang temanin." ucap Maya... Memang biasa Maya ikot tap melihat dari ke jauhan...


"Mami Tasya janji tidak akan pulang Malam hanya nonton sama Mega mami." ucap Tasya... Devan diam saja karena Devan tau di mulut Maya mengizinkan tapi di hati belom bisa.

__ADS_1


"Ya deh sayang... Tapi janji beri kabar sama mami." ucap Maya...


"Iya mami, Tasya pergi dulu ya... Bye Eric." ucap Tasya.


"Papi... Eric mau ikot..." ucap Eric.


"Iya nanti ya papi mandi dulu..." Saat Devan hendak mau ke kamar untuk mandi Maya memanggilnya...


"Mas..." ucap Maya.


"Kenapa.?" ucap Devan menoleh.


"Apa kita susul saja ya mas." ucao Maya.


"Kamu yakin.?" ucao Devan tersenyum dia tau banget istrinya khawatir.


"Tapi jangan Mas." ucap Maya ke dapur.


Maya selalu memegang ponselnya sebentar sebentar di liat lalu melakukan panggilan ke Tasya... sepuluh menit sekali Tasya di hubungi oleh Maya, yang akhirnya membuat Tasya kesal juga sama mami nya sebenar nya Tasya mengerti sih bahwa mami nya sangat khawatir sama dirinya makanya tasya tidak marah dia sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2