TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode tujuh puluh tiga...


__ADS_3

Hari ini Deric Hermawan telah resmi menjadi pemimpin Dermawan group seorang CEO setelah kembali ya Eric dari luar negri dengan gelar S2 dia telah resmi menjadi pemimpin di perusaahan menggantikan sang papi...


"Selamat ya Ric..." uca Jimmi dan sang istri.


"Makasih kak..." uca Eric.


"Om ganteng sekali... Om apa tante cantik akan datang.?" uca Fani gadis kecil yang bermata cokelat itu.


"Kamu sama papi kamu ya." ucap Eric yang malas menjawab pertanyaan ponakannya itu.


Jimmi sudah menikah demgan gadis luar negri bernama Fera keturunan bule sunda... Dan memiliki putri bernama Fani yang baru berusia 3 tahun iti sangat pintar dan membuat Eric selalu bingung menjawab pertanyaanya...


"Nis... Kamu cantik sekali." ucap Kevin.


"Makasih kak Kevin." uca Nisa sahabat dari Brams suami Ririn sahabatnya....


"Nis, kamu tidak ke acara Eric.?" ucao Ririn.


"Tidak." jawab Nisa menggeleng kepala nya.


"Kenapa.? Jihan kan ada disana." ucap Ririn.


"Gimana mau pergi kita saja ada disini." ucap Brams..


"Hehe benar juga." ucap Ririn ketawa yang di paksa.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja kalau Nisa tidak mau pergi." ucap Kevin.


Nisa hanya diam justru Nisa memang tidak mau pergi karena ada atau tidak ada mereka Nisa tetap tidak akan pergi kesana... Memang Nisa dan Eric sudah berdamai dirinya tetap tidak bisa menghindar dari pernikahannya.


...#####...


"Ric, apa Nisa tidak akan datang.?" ucap Fera dan Jimmi.


"Emang kenapa tidak kamu jemput sebelom acara Ric.?" ucap Jimmi.


"Dia bisa datang sendiri kak seharusnya." ucap Eric santai. Mereka berbicara di teras berdua Eric dan Jimmi emang paling tidak suka dengan acara pesta suasana ramai Eric tidka menyukainya...


"Itu Nisa." ucap Jimmi..


"Sambut dia Ric." ucap Jimmi.


"Sudah sambut dia... Jangan sampai oma marah ini pasti ulah oma yang menyuruh menjemputnya." kata Jimmi mendorong Eric untuk pergi menjemput Nisa.


Ya saat Nisa lagi berbincang pada Ririn dan sahabatnya mobil keluarga Hermawan datang menjemputnya... Nisa terpaksa ikot demi menghormati oma dan tante Maya serta om Devan... Nisa sudah pasrah ada kelak rumah tangganya sama Eric bila harus menikah Nisa sudah pasrah.


Eric berjalan menyambut Nisa acara pun dimulai om Devan memberi kata sambutan lalu Eric... Tamu undangan pun rasanya sudah hadir semua saat di tengah acara sedang asik menikmati hidangan Gisel datang bersama lelaki yang sudah berumur sekitar seumur oma...


"Ric lo liat itu..." ucap Rian.


"Berisik lo..." ucapnya.

__ADS_1


"Jadi jijik aku sama Gisel." ucap Rian.


"Eeh dia mendekat ke cewek lo Ric sama cewek gue." kata Rian yang tidak terima Gisel mendekati Jihan sang kekasih.


Rian pun datang menghampiri Jihan dan Nisa tak lupa Rian menarik Eric ikot bersama nya dengan malas Eric pun ikot biar bagaimana dirinya harus bersikap baik pada Nisa, Eric tidak mau oma marah lagi padanya.


"Hai Eric." ucap Gisel yang merasa tidak ada salah dengan tidak malunya menyapa Eric mantan kekasih.


"Aku dengar wanita ini akan menggantikan posisi ku, aku tidak masalah bila kamu bosen sama dia kamu datang lah ke aku... Kita putus karena keluarga kamu aku tahu kamu masih sangat mencintai ku." ucap Gisel tidak malunya.


"Kamu..." ucap Jihan di tahan Nisa.


"Kamu tenang saja Nona saya akan memuaskan suami saya, sehingga dia tidak bisa pergi keranjang kamu." ucap Nisa langsung mengandeng lengan Eric...


( Kekar sekali dia.) batin Nisa.


"Asal kamu tahu aku dan Eric saling mencintainya." uca Gisel.


"Ooh ya, itu dulu kan bukan sekarang kan Nona.," ucap Nisa.


Gisel kesal dan pergi meninggalkan Eric sama Nisa... Sementara Nisa masih tetap memegang lengan Eric yang di pegang hanya diam melihat tingkah Nisa yang berdebat sama Gisel mantannya itu.


"Kamu Hebat Nisa." ucap Jihan.


"Ini baru nona Muda keluarga Hermawan." ucap Rian.

__ADS_1


Eric berdehem karen Nisa belom melepaskan genggamannya... Nisa merasa nyaman...


__ADS_2