
Melihat tiket dan hotek tang sudah di beli oleh papi Devan mau tidak mau Eric dan Nisa harus berangkat siang ini...
"Nis tidak usah bawa banyak banyak... Nanti kamu beli di sana saja baju." ucap Mami Maya.
"Tapi mi..." ucap Nisa.
"Pegang lah ini." ucap Mami Maya menyerahkan kartu...
"Tidak usah mi, Eric sudah kasih Nisa." ucap Nisa berbohong.
"Baiklah kalau ada apa kamu kabarin mami ya." ucap mami Maya.
"Iya mi... Makasih banyak ya mami." ucap Nisa memeluk Maya senang tidak menyangka Nisa memiliki mertua yang baik hati tidak seperti yang di ceritain para sahabatnya di tempat mengajar bahwa mertua mereka pada cerewet dan tidak peduli.
Nisa dan Eric pun sampai di bandara Maya dan Devan mengantar mereka oma Maria juga ikot....
"Nis, balik dari sana kasih kabar ke oma ya." ucap oma Maria.
Nisa hanya tersenyum dirinya tahu apa maksud oma Maria taoi Nisa tidak yakin bulan madu ini akan seperti apa karena Nisa tidak yakin sama suaminya yang super dingin itu...
"Mi, oma, papi Nisa berangkat dulu..." ucap Nisa.
"Beri kabar ya Nis kalau sudah sampai." ucap Mami Maya.
__ADS_1
"Cepet, sudah kaya akan berpisah lama saja." ucap Eric.
"Kamu ini." ucap Maya.
"Lagian mami aku yang anak mami." protes Eric.
Di dalam mereka berdua hanya menunggu 10 menit sudahasuk pesawat perjalan yamg memakan waktu 4 jam itu, sudah di jemput dan di antar ke hotel untuk istirahat.
"Wau Keren sekali ada dapur nya Seperti apartemen taoi hanya ada satu kamar saja." ucap Nisa.
"Kamu tidur di sofa." ucap Nisa.
Eric mendekat ke Nisa membuat Nisa mundur sampai mengenai ding ding kini jarak mereka dekat sekali nafas pun saling bertukaran.
"Seperti yang oma mau." ucap Eric.
"Kamu..." ucap Nisa.
" Kamu pikir akybtertarik Masa tubuh mu.?" ucap Eric.
"Minggir aku mau mandi." ucap Nisa.
"Syukurlah kamu tidak tertarik pada tubuh ku ( diri ku )." ucap Nisa. lalu pergi ke ruang Wardrobe untuk menaruh pakaiannya betapa kaget nya Nisa saat melihat baju nya berisi lingerie...
__ADS_1
"Aaaa...." teriak Nisa.
,"Ada apa.?" ucap Eric menghampiri Nisa.
"Tidak ada.?" kata Nisa.
"ooh... Lain kali jangan suka teriak." kata Eric melirik dikit ke koper Nisa. Kini Eric tahu kenapa istrinya berteriak histeris seperti itu lalu meninggalkan Nisa di wardrobe...
"Kenapa baju Seperti ini ad di koper aku, perasan aku tadi masukin baju tidur yang benar." ucap Nisa bingung bergumam sendiri di ruang Wardrobe.
"Apa ulah mami." gumam Nisa.
Sementara Nisa sibuk sama pemikirannya, sedangkan Eric pergi mandi selesai mandi Eric ke ruang wardrobe dengan handuk yang melingkar di pinggangnya menatap akan dada nya yang kekar... Nisa ya g melihat hanya menelan salifahnya bohong bila dirinya tidak tertarik pada pria yang notabennya suaminya semua wanita saja ingin di peluk suaminya.
"Kamu ngapain masih disini.? tanya Eric memudarkan lamunan Nisa yang menatapnya kagum.
"Kamu yang ngapain kesini.?" tanya balik Nisa.
Eric malas meladenkan istrinya di pun ingin membuka handuknya dan memakai pakaian... Taoi di hentikan oleh Nisa.
" Eh apa yang kamu lakukan.?" ucap Nisa.
"Ya pakai baju lah." ucap Eric Nisa segera berlari dan meninggalkan suaminya itu.
__ADS_1