
Maya hanya senyun... Saat Maya lagi sibuk membantu bibi dan menyiapkan bekal buat Tasya serta tak lupa Maya juga buatkan Sarapan untuk Jimmy.
"Pagi semua..." ucap Devan yang juga mencari sosok Maya.
"Pagi... ciee pengantin baru lebih fres dan ceria." goda Devina.
Mama Maria hanya ketawa melihat tingkah ke dua anaknya... Devina yang selalu menggoda Devan...
"Istrimu lagi di dapur katanua dia ingin buat bekal Tasya.," ucap Mama Maria.
"Van, Maya wanita yang baik kamu harus menjaganya jangan sakiti dia Van." Ucap mama Maria.
Devan hanya menganggukkan pala nya saja... Dia masih belom bisa melupai Tania...
"Flash back on..."
Satu hari sebelom menikah Maya mengajak Devan ke kuburan Tania dia ingin meminta restu dan izin sama Tania..
"Emba, kenalkan saya Maya Sari... Mohon izinkan saya menjadi Ibu Tasya saya janji akan menjaga dan merawat Tasya seperti anak saya." Ucap Maya berbicara di depan kuburan Tania...
Di saat itukah Devan sangat tersentuh oada Maya... Walau meski Maya seperti nya belom bisa me maafkan dirinya tadi Devan akan berusaha memperlakukan Maya dengan baik.
__ADS_1
"May, bisa kamu tunggu saya dimobil.." pinta Devan saat itu... Maya menurut dan meninggalkan Devan di kuburan Tania sendiri... Maya hanya melihat di dalam mobil.
"Sayang, semoga keputusan ku menikahi Maya adalah pilihan yang tepat... Aku harap Kamu merestui pernikahan ini, hatiku masih ada kamu... Maafkan aku tidak menepati janji akibat perbuatan aku ini salah aku maafkan aku sayang... " Ucap Devan menangis.
Flash back Off...
"May, kamu di rumah saja biar aku antar Tasya." Ucap Devan.
"Iya May, nanti pulangnya baru kamu yang jemput Tasya." Ucap mama Maria.
"Baiklah." kata Maya.
"Tasya perginya sama Papi, nanti pulang Mami janji akan jemput Tasya." Ucap Maya.
"Jangan lupa bekalnya di habiskan." Ucap Maya.
"Aku tidak di buatkan.?" Ucap Devan...
Devina, Roy suami Devina dan mama Maria heran akan ucapan Devan... Sementara Maya kebingungan dia emang hanya buatkan dua bekal saja untuk Jimmy dan Tasya.
"Papi emang mau ke sekolah juga, biasa papi tidak pernah bawa bekal." Ucap Tasya.
__ADS_1
"Sudahlah berangkat nanti Tasya telat." kata Maya agar tidak grogi di goda Devan.
"Baiklah aku berangkat dulu..." ucap Devan mencium pipi mama nya...
"Kamu tidak cium istri mu.?" kata mama Maria.
"Hmmm aku lupa." kata Devan lalu mencium bibir Maya sekilas. Maya kaget akan serangan Devan, Maya pikir Devan akan mencium keningnya.
"May, mama harap kamu bisa menerima Devan... Semenjak di tinggal istrinya Devan selalu diam dan mabuk." ucap mama Maria.
"Iya nyonya." Ucap Maya.
"Ups... Mama" kata Maya memperbaiki ucapannya.
"Iya kakak Ipar kak Devan laki yang setia kaka tenang saja, tidak akan kak Devan lakukan itu dia pasti akan lebih hati Hari lagi kak ipar." ucap Devina yang baru saja antar suami nya pergi kerja di depan pintu.
"Terimakasih kalian sangat peduli pada ku." Ucap Maya.
"Kamu tidak akan bekerja kan May.?" ucap mama Maria.
"Hmmm... Aku." ucap Maya.
__ADS_1
"Mama akan telepon Shinta memberi tahu kamu risent dari restorannya." ucap mama Maria...
Maya hanya diam dan menurut dia emang ingin fokus mengurus rumah tangganya saja, apalagi saat ini dia sedang hamil muda.