TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode tujuh puluh satu...


__ADS_3

Malam ini mereka pun ke hotel yang sudah di beri tahu oleh mami Maya untuk makan malam disana bersama merayakan ulang tahun Eric putranya... Nisa yang memakai dres biru muda dan menguncir rambutnya memoles tipis bedak di wajahnya terlihat cantik alami...


"Wau kamu cantik sekali.?" ucap Jihan.


"Apaan si kamu Ji..." ucap Nisa.


"Tiba Ririn ikot pasti seru, sayang dia lagi sibuk urus pernikahannya." ucap Jihan.


Menikmati suasana malam di negara asing Nisa jadi teringat sang ibu... Perlahan Nisa menghindar dari keluarga Eric dan Jihan sahabatnya... Untuk menghubungi sang ibu di rumah sendirian...


'Hallo bu..." ucap Nisa...


,"Kamu lagi apa.?" ucap Ibu Rina.


"Aku lagi makan malam bersama Tante Maya dan keluarganya." ucap Nisa.


"Nis, apa kamu yakin.?" uca bu Rina.


"Yakin bu, Nisa tidak ingin menikah berteouk sebelah tangan bu lebih baik di sudah cin sebelom semua kecewa bu." ucap Nisa.

__ADS_1


"Tapi apa hati mu sudah siap.?" ucap bu Rina.


"Siap bu, Nisa bisa menyembuhkan hati Nisa bu, tapi Nisa tidak bisa menyembuhkan hati orang bu." ucap Nisa...


"Ibu tenang saja Nisa memang mencintai Eric tapi Nisa tidak mau memaksa Eric untuk mencintai Nisa bu." ucap Nisa.... Nisa tidak sadar percakapannya di denagr oleh seseorang... Saat Nisa lagi asik berbicara dengan ibunya Eric datang tak sengaja Eric mendengar percakapan Nisa...


"Nisa..." panggil kak Tasya...


Akhirnya Nisa mengakhirkan panggilan dengan ibunya dan bergabung dengan keluarga Hermawan... Eric yang menatap Nisa dengan tatapan yang aneh, Nisa sadar akan tatapan Eric tapi tidak tahu apa artinya.


"Ric..." ucap Rian menyadarkan Eric yang sedang menatap Nisa.


"Cantik... Kenapa kamu anggurin ajak bicara dong biar kalian saling kenal." ucap Rian.


"Maaf semuanya boleh saya meminta waktunya oma, tante, om Devan dan kak Tasya serta yang ada disini semuanya." ucap Nisa.


"Sebelom nya saya minta Maaf sama Oma, dan Tante Maya." ucap Nisa...


"Ada apa Nis.?" tanya oma.

__ADS_1


"Maafin Nisa yang tidak bisa melanjutkan hubungan ini dengan Eric... Nisa tahu pasti Tante Maya dan keluarga sangat marah dan kecewa sama Nisa...." ucap Nisa tak sengaja air matanya keluar.


"Kenapa Kamu ingin mengakhirkannya?" ucap Tante Maya.


"Nisa apa kamu sudah punya kekasih.?" ucap Rian sehingga membuat yang lain menoleh ke Rian... Jihan mencubit perut kekasih ya itu.


"Au... Sakit sayang.... Bukan kata kamu ada yang suka sama Nisa." ucap Rian.


"Emang ada yang suka sama Nisa tapi Nisa menolaknya." ucap Jihan.


Sementara Eric hanya duduk diam menyimak setiap ucapan Nisa dan keluarganya...


"Eric coba kamu jelaskan sama Oma.?" ucap Oma Maria.


"Eric tidak tahu ini, karena ini keputusan Nisa oma." ucap Nisa.


"Dan Nisa berharap Eric juga setuju, Maafin Nisa semuanya." ucap Nisa. lalu pamit pergi karena sudah tidak tahan menahan air matanya... Jihan menyusul Nisa dia tahu Nisa pasti sangat sedih karena Jihan tahu sahabatnya sangat mencinta Eric meski Eric bersikap dingin.


"Nisa... Kamu kenapa lakukan ini.?" ucap Jihan yang sudah di hadapannya.

__ADS_1


"Aku... Juga uu Ji, tapi aku tidak bisa melanjutkannya bagaimana kalau kita menikah tanpa komunikasi Ji.?" ucap Nisa menangis Jihan memeluknya diri ya mengerti apa ya g di rasain sahabatnya kini...


BERSAMBUNG.....


__ADS_2