TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode empat puluh...


__ADS_3

Hallo semua Saya mang ucapkan terimakasih yang sudah mendukung karya saya semua... Semoga cerita Devan dan Maya dapat menghibur kalian semua.


...#######...


Pagi yang cerah Maya sudah menyiapkan sarapan serta bekal untuk Tasya tak lupa Devan juga di buatkan bekal oleh Maya... Melihat rumah tangga mereka membuat semua merasa iri...


"Pagi sayang..." ucap Devan mengecup pipi kiri Maya yang lagi asik menata laik di meja makan.


"Aku nanti ada lembur." ucap Devan yang sudah duduk di bangkunya Maya yang lagi mengambilnya sarapan untuk suaminya di piring...


"Jadi hari ini kamu dan Tasya pergi ke mall.?" ucap Devan.


"Iya jadi... Kami tidak akan lama kok." ucap Maya.


"Kamu ajak Bi Tuti nanti Devina juga ikot." ucap Devan.


"Aku sama Devina juga sudah cukup." ucap Maya.


"Tapi..." Ucap Devan terhenti karena Tasya sudah turun.


"Pagi mami papi... " ucap Tasya lalu mencium kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


Setelah sedikit bernego sama istrinya akhirnya Maya mengalah juga di putuskan bi Tuti ikot bersama mereka Nanti....


"Tasya cepat, papi sudah siang." ucap Devan melihat jam tanggan nya.


"Anak papi yang anteng ya nanti ikot mami sama kakak mu jalan jalan, papi tidak bisa temanin kalian jalan." ucap Devan pada anak nya yang masih di dalam perut Maya.


Sesampai di kantor Devan sudah di mulai dengan kesibukan di kantor pekerjaan nya yang karena di tinggalnya pada hari jumat dan sabtu itu... Robby serta bu Yuni juga sibuk hari ini...


Jam bilang sekolah Tasya pun tiba Maya dan Tasya serta Devina, Jimmi dan Bi Tuti mereka berlima menuju mal dengan Devina yang membawa mobilnya. Seperti biasa sebelom bermain mereka makan siang dulu barulah menuju arena bermain..


"Aku ke toilet dulu ya, titip Tasya ya." Ucap Maya yang memang tidak jauh Toilet mal itu dengan arena bermain.


"Iya..." ucap Devina.


Sarah sengaja membunyikan ponselnya saat maya Sudah masuk WC seakan menerima telepon....


"Hallo Devan sayang, aku lagi di mall dan akan ke hotel kamu Tunggu aku ya." ucap Sarah sengaja agar Maya dalam mendengar nya.


Maya tidak yakin sama suara tang di dengarnya segera dia keluar betapa kagetnya melihat Sarah yang sedang berkaca di depan wastafel itu.


"Ah, emba Sarah." Sapa Maya yang keluar dari kamar mandi melihat Sarah yang sedang berkaca itu seperti sedang merapikan rambutnya.

__ADS_1


"Ah kamu kebetulan sekali kita ketemu disini." ucap Sarah.


"Tadi aku dengar sepertinya emba memanggil nama." ucap Maya.


"Devan, Iya tadi Devan menelepon saya..." ucap Sarah pergi Maya mengejarnya tapi Sayang Maya terpeleset Maya berteriak minta tolong untung Saja di depan ada official Boy yang lagi bersihkan di area depan kamar mandi...


Mendengar jeritan Maya segera masuk dan menolongnya... Devina yang merasa Maya terlalu lama dirinya menyusul saat lagi mau masuk Devina melihat Maya sudah di angkat satpam ada darah di kakinya... Segera Devina pun panik dan ikot Maya...


Di bawah sudah ada mobil ambulan... Devina menghubungi bi Tuti memberi kabar bahwa dia ikot Maya... Dan tak lupa Devina menghubungi suaminya Roy buat jemput anak2 di Mall...


Devan yang berkali kali susah di hubungi, Tak lama Devina dan Maya sudah sampai di rumah sakit Segera Maya di ambil Tidak kan oleh dokter... Dokter meminta izin melakukan operasi secar pada Maya...


"Saya yang menjadi tanggung jawabnya." Ucap Devina menangis...


Mama Maria pun tiba di ruma sakit mama Maria sangat panik....


"Devina kenapa bisa terjadi seperti ini." ucap Mama Maria.


"Aku juga tidak tahu Ma..." ucap Devina menangis.


"Apa kamu sudah memberi tahu Devan.?" ucap Mama Maria.

__ADS_1


"Ponselnya tidak di angkat Ma..." Devina emang sudah panik.


"Hubungi Rita suruh Rita hubungi Nina agar Nina beri tahu Devan." Ucap mama Maria yang juga sudah menangis dan panik itu dirinya sangat takut kejadian Tania terulang kembali lagi.


__ADS_2