TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh tujuh...


__ADS_3

Eric yang melihat mami nya pingsan balik untuk membantu mami nya... Setelah menaruh mama nya dunkamar dan di periksa oleh sang dokter Eric menemani Maya yang masing baring itu...


"Nyonya hanya terlalu stres sehingga tekanan darahnya menurun..." ucap sang Dokter.


"Mami, maafin Eric." ucap Eric duduk dinteou ranjang Maya sambil memegang tangan Maya dan mencium punggungnya ya Eric sangat jatuh sama perintah Maya apalagi Tasya.


Devan masuk dan memegang pundak Eri putranya yang sedih melihat kondisi mami nya itu....


"Mami kamu sering pusing dab stres belakangan ini." ucap Devan yang duduk di sofa.


"Papi tapi..." ucap Eric terhenti karena Maya sadar.


"Mas.... Eric." ucap Maya.


"Mami ini Eric..." ucap Eric.


"Kamu... " ucap Maya.


"Eric janji akan nurut apa kata mami..." ucap Eric.

__ADS_1


"Eric biarkan mami kamu istirahat dulu." ucap Devan.


Eric meninggalkan Maya dan Devan dinkamar , dirinya pun tidak Jadi pergi menemui kekasihnya Gisel dia memutuskan ke kamar mekihat semua foto yang di kasih Maya... Dimana kekasih nya sedang berciuman dengan beda lelaki di setiap lembar foto itu dengan tempat dan baju yang beda.


"Kamu berani selingkuh." ucap Eric meremas salah satu lembar foto Gisel...


Jam ini juga Gisel tidak dapat di hubungi olehnya... Tidak menjawab panggilan Eric, Gisel hanya mengirimnya pesan bahwa dirinya sedang lagi bersama ibu nya berbicara... Eric tidak percaya sengaja Eric nebghubungi telepon rumah Gisel yang menjawab ibu Gisel...


"Hallo bu, apa Gisel nya ada.?" ucap Eric.


"Hallo, nak Eric Gisel bilang hari ini dia pergi sama kamu dan kab menginap fi rumah kawannya... Apa kamu sudah antar Gisel kerumah kawannya.?" uca ibu nya Gisel yang bernama Bunga.


"Kamu berani menghiati cinta ku dan kepercayaan ku.." ucap Eric.


Eric pergi keluar mengendarai mobilnya dia tau harus dimana menemui Gisel Malam ini... setelah mendapatkan kabar dari salah satu temen dekatnya Eric menuju kesana bersama sahabat nya bernama Rian...


"Eric, lo yakin Gisel seperti yang mami lo ucapkan.?" ucap Rian.


"Jadi maksud lo nyokap gue bohongi gue.?" ucap Eric.

__ADS_1


Eric dan Rian bersahabat dari bangku TK mereka sangat dekat sampai akhirnya mereka satu kuliah bersama kini ayah Rian bekerja sama dengan Devan papi nya Eric mereka menjadi makin dekat karena kerjasama orang tua nya itu.


"Ric lo gk takut kalau nanti orang bokap lo liat kita masuk kesini." ucap Rian mereka berdua tidka pernah menginjakkan kaki nya ke tempat hiburan malam...


"Lo diam berisik." ucap Eric kesal karena dari tadi sahabatnya ngoceh terus...


"Gue juga takut kalau nanti Jihan tahu gue kesini bisa ngambek secara dia anak ustad Ric." ucap Rian lagi.


"Makanya lo diam..." kata Eric kesal.


"Gue uda diam, tapi jantung gue gak bisa diam Ric." kata Rian...


Eric menatap sahabatnya... Yang dari tadi ngoceh sambil memegang tangannya dengan erat...


"Kalau lo kayak gini orang akan kira lo pacar gue." ucap Eric.


Rian segera melepas kan genggaman tangannya yang memegang dengan Eric... akhir ya mereka menemui Gisel lagi di peluk dari belakang oleh es orang pria sambil menikmati alunan musik yang di outar oleh seorang DJ di club itu...


"Sayang kamu janji akan membelikan aku mobil.?" ucap Gisel manja pada pria itu Gisel belom mabuk...

__ADS_1


Eric mendengar percakapan mereka karena cahaya lampu dan penampilan kedua pria itu seperti seorang artis mengenakan masker serta Topi jadi membuat Gisel tidak da obat mengenal mereka berdua...


__ADS_2