
Pertumbuhan Bayi di rahim Maya membesar dengan baik dan sehat, hari ini mereka akan berbelanja keperluan sang bayi yang bentar lagi akan lahir ini... Devan yang sudah sedikit merenggangkan kegiatannya untuk menyambut kelahiran anak mereka.
✉️ ( Mas biar aku sama Tasya yang akan ke kantor kamu ya.) isi pesan Maya ke Devan.
✉️ ( Oke sayang.) balas Devan.
Setelah menjemput Tasya Maya meminta sang supir mengantarnya ke kantor Devan... Ini kedua kalinya Maya datang ke kantor suaminya.
"May..." Sapa Nina, semua karyawan berbisik tentang Nina yang besok dekat dengan istri pemilik perusahaan.
"Hallo cantik..." sapa Nina ke Tasya.
"Hallo Aunty..." Sapa Tasya balik.
"Tumben May Kamu kesini ajak Tasya pula." ucap Nina.
"Iya , Aku kesana dulu ya Nin jangan lupa kalau libur sering main ke rumah." ucap Maya.
"Siap nyonya..." ucap Nina..
"Apa apaan sih kamu." ucap Maya.
Nina hanya senyum dan pergu bekerja kembali karena Nina tidak nyaman juga terlalu berbicara sama istri CEO pemilik perusahaan... Sesampai di depan pintu ruangan Devan, Maya di sambut bu Yuni karena bu Yuni tqu bahwa Maya istri atasannya itu.
__ADS_1
Maya yang mengetuk pintu ruangan Devan... Devan mempersilakan orang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk... Di dalam ruangan tersebut sudah ada Robby karena Devan lagi membahas beberapa kerjaan bersama Robby.
"Papi..." ucap Tasya langsung lari mendekat Devan, Devan pun menyambut Tasya dan di gendongnya Tasya lalu menghampiri Maya istrinya dan mencium wajah Maya.
"Mas malu." ucap Maya.
"Biarkan saja, lagian itu hanya Robby." ucao Devan lalu mengajak Tasya duduk di kursinya sambil memangku Tasya duduk di paha nya.
"Kamu sudah paham kan Rob, apa yang aku bilang tadi sekarang aku akan pergi dulu jadi nanti bila ada yang mencari saya tolong kamu yang handel aku tidak mau di ganggu." ucap Devan.
"Siap Bos..." ucap Robi.
"Kami pergi dulu ya ka Robby." ucap Maya.
"Hati hati ya Tasya." ucap Robby.
Mereka sudah di dala Mobil Tasya mulai bercerita tentang aktifitasnya di sekolah... Dirinya sangat antusias sekali menceritakan kegiatannya... Dari temen yang suka jail dan temen yang lagi sedih...
"Mami, Tasya heran sama Farel dia hari ini jiga diam lagi mami." ucap Tasya.
"Tasya tidak ajak main ya.?" ucap Devan.
"Tidak papi Tasya mau ajak main tapi dia marah sama Tasya papi." ucao Tasya.
__ADS_1
"Mungkin Farel mau main yang lain sayang." ucao Maya.
"Tidak mami dia duduk dan diam saja..." ucap Tasya.
"Kenapa ya... Besok Tasya tanya saja tapi kalau Farel tidak mau cerita jangan kamu paksa ya sayang." ucap Maya.
"Iua Mami...." ucap Tasya.
"Papi Tasya sayang papi..." ucap Tasya...
"Papi sangat sayang kalian." ucap Devan juga mengelus perut Maya.
"Papi jangan buat mami Sedih, nanti Tasya akan marah sama papi." ucap Tasya.
"Ingat tu mas..." ucap Maya mencolek wajah Devan..
"Iya sayang... Tapi kalau Mami yang buat papi sedih bagaimana dong.?" tanya Devan...
"Mami tidak akan buat papi sedih... Tasya tau mami sangat sayang papi." ucap Tasya.
"Wau papi di serang dua wanita cantik nih." ucap Devan.
"Tasya tidak mau Mami nangis apalagi sedih papi..." ucap Tasya memeluk Maya...
__ADS_1
BERSMABUNG.....