TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh satu...


__ADS_3

Sesuai janji Devan menemui Rani dan anaknya di rumah pak Wandi, Karena Rina adalah anak yatim piatu yang di besarkan dari rumah panti asuhan... Devan mengajak Maya kesana, Rasa bersalah membuat Devan tak enak satu dengan keluarga dan istri Yanto walau Sebenarnya semua sudah menjelaskan pada Devan itu kecelakaan Maya juga sudah mengartikan suaminya itu taoi Devan hanya merasa kasihan pada Anak nya yang tidak akan pernah ketemu oleh Yanto lagi.


"Emba, apa sebaiknya emba dan anak emba tinggal di rumah kami.?" ucap Maya.


"Tidak non, saya lebih baik disini saya hanya harap pak Devan mau menerima saya bekerja di perusahaannya saya mau kerja apa saja." ucap Rani.


"Bagaimana kalau emba bekerja di rumah kami." ucap Maya.


Rani menoleh ke kedua mertua nya yang lagi menggendong anaknya.... Lalu melihat ke Devan dan melihat ke Maya lagi... Tapi Rani seperti nya ragu berat baginya meninggal kan kampung kedua mertuanya yang sudah tua itu karena hanya Yanto anak mereka.


"Tapi non saya tidak bisa jauh dari anak saya emba." ucap Rani.


"Emba bisa ajak putri emba kerumah." ucap Maya.

__ADS_1


"Saya juga tidak bisa tinggalkan mertua saya emba." ucap Rani.


"Ran, kamu tenang saja yang penting kamu sama anak kamu nak, tidak usah pikirkan kami." ucap Pak Wandi dan istri.


"Iya biar bagaimana anak mu pasti butuh biaya buat sekolah." ucap Bu Wandi.


"Tapi bu, Rani takut tinggal di kota besar." ucap Rani.


"Kamu tenang saja di sana ada pak Devan dan nona Maya." uca Pak Wandi.


"Maaf saya tetap tidak bisa..." ucap Rani...


"Tuan dan nona jangan menyalahkan diri anda, jujur awalnya saya sangat marah dan kecewa tapi setelah saya pikir dan renungkan semua sudah jalan dri tuhan... Hanya kebetulan saja suami saya yang menolong anda tuan.... Saya terimakasih atas bantuan yang anda berikan... Tapi mulai hari ini biar saya yang berusaha membesarkan anak saya." ucap Rani lagi.

__ADS_1


Maya tidak bisa bicara apa apa lagi bila ini sudah keputusan Rani... Devan juga hanya bisa diam tapi sebelom mereka berdua pamit Maya memaksa Rani untuk menerima bantuan yang mereka berikan untuk Rani dan anaknya.


"Emba ambilah ini untuk modal dan keperluan emba, dan kalau ada apa apa jangan sungkan untuk menghubungi saya atauas Devan." ucap Maya.


"Baiklah terimakasih banyak nona tuan..." ucap Rani menerima amplop putih yang di berikan Maya...


Devan juga bingung kapan istrinya siapkan itu dan tidak ada bilang pada dirinya... Tapi Devan diam saja tidak bertanya pada Maya istrinya.


"Kalau gitu saya dan istri saya pamit, kamu bisa hubungi saya atau Robby... Pak Wandi Terimakasih Jangan malu untuk meminta bantuan." ucap Devan.


Setelah pamit Maya dan Devan pada Pak Wandi, Rani serta istrinya akhirnya Rani menolak ikot Dengan mereka Maya sama Devan tidak bisa memaksa keputusan Rani, biar Bagaimana Rani berhak menentukan hidupnya kembali bersama anaknya.


"Mas, aku kasian sama Nisa putri mereka yang tidak pernah melihat sosok sang ayah." ucap Maya.

__ADS_1


Devan hanya diam saja diriny tidak tahu harus bicara apa saat Maya istri ya berbicara seperti itu.


__ADS_2