TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh empat...


__ADS_3

Sudah 10 tahun berlalu kini Eric yang fokus membantu Devab papi nya sambil kuliah dan kak Tasya kini menjadi seorang dokter spesialis anak... Mereka lagi duduk di bangku kuliah Devan yang sudah mau lulus Sementara kak Tasya yang mekanjut kuliah S2 di luar negri...


Tasya sudah memilikin tunangan bernama David Haryadi seorang pengusaha muda, mereka sedang melakukan hubungan jarak jauh terkadang David mengunjungi Tasya... Sedangkan Eric menjalin cinta dengan wanita penari balet wanita yang sangat lemah lembut dan tubuh yang sangat menarik membuat iri para wanita...


"Sayang kamu bisa jemput aku.?" ucap seorang gadis menelepon Devan yang bernama Gisel Marwan...


Gisel adalah anak seorang pegawai negri karena tekatnya yang bulat dan bercita cita menjadi seorang penari balet terkenal membuatnya tidak pernah putus asa... Gisel memiliki seorang kaka wanita bernama Gina yang bekerja sebagai Dosen disebuah kampus...


"Maaf aku lagi ada meeting." ucap Devan di ponselnya menjawab panggilan dari kekasihnya itu.


"Kamu sudah tidak peduli sama aku." ucap Gisel lalu mematikan ponselnya.


Gisel sangat marah karena Devan sudah mulai sibuk membuatnya kesal... Devan yang tidak mau Gisel marah akhirnya meminta izin oada papi nya Devan untuk menunda rapat, Devan sangat kesal sama sikap putranya itu dirinya sangat kecewa pada Devan yang hanya fokus oada kekasihnya..


"Kamu kenapa Mas.?" ucap Maya.


"Putra kamu itu sangat bucin sekali." ucap Devan pada Maya yang memang ada di kantornya mengantar makan siang untuk suaminya itu.

__ADS_1


"Oke.. Jadi Eric hanya putra aku saja kan..." ucap Maya.


"Bukan gitu sayang dia selalu saja menurutkan pacarnya di banding pekerjaan." ucap Devan.


"Kan hanya di undur saja bukan di batalkan dan juga bukan di tinggal begitu saja oleh Eric." ucap Maya seakan membela putranya.


"Huft.... Saya hanya ingin Eric bertanggung jawab dan bisa membedakan pekerjaan dan cintanya" ucap Devan hati hati agar sang istri tidak marah.


Sebenar nya Maya mengerti maksud suaminya dirinya juga sangat kecewa pada putranya yang tidak bertanggung jawab dalam bekerja... Maya hanya ingin mengetes suaminya untuk bersikap tegas pada Eric dan jangan biarkan Eric semaunya membatalkan atau menunda pekerjaan.


"Jadi kenapa kamu tidak didik anak kita dan tegas padanya.?" ucap Maya.


"Takut... Kamu sama anak sendiri takut.?" ucao Maya mengernyitkan dahinya.


"Aku takut sama mami nya." kata Devan.


"Kamu ini ya mas aku serius mas." ucap Maya.

__ADS_1


Devan terdiam dia hanya bisa tersenyum pada istrinya sepertinya Devan ada sesuatu yang di sembunyikan Maya tau suaminya menyiapkan rahasia yang tidak ingin dirinya tahu....


"Aku akan telepon anak itu." ucap Maya.


"Sayang jangan, apa sebaiknya kita nikahkan saja mereka.?" ucap Devan tiba tiba...


"Apa nikah, tidak Mas Eric belom lulus kuliah." ucap Maya...


"Tapi sayang..." ucap Devan terhenti...


"Pokoknya aku tidak setuju tinggal berapa bulan lagi dia akan lulus, aku ingin dia memiliki rasa tanggung jawab dulu mas, Kamu liat dia seperti ini sekarang." ucap Maya kesal.


"Apa kamu setuju bila Eric menikah dengan Gisel.?" tanya Devan.


"Gisel, emang kenapa mas sama Gisel sampai kamu bertanya seperti ini pada ku.?" ucap Maya.


"Tidak ada... Masakan kamu enak dan selalu enak..." uca Devan memasukan sesuap nasi ke mulutnya.

__ADS_1


"Aku ada janji nanti siang sama Nita dan Rita mas." ucap Maya.


"Kamu hati hati... Apa mau aku antar.?" ucap Devan.


__ADS_2