
Selesai makan malam Maya membantu Tasya mengerjakan tugas prakaryanya yang akan di kumpulkan dua hari lagi... Tasya semqng sekali ada yang dapat membantu mengerjakan tugas...
"Mami, Tasya sayang mami..." ucap Tasya cium dan peluk leher Maya.
"Mami sangat sangat sayang sama tasya... Makasih ya sayang." ucao Maya memeluk pinggang Tasya dan mencium wajah Tasya.
"Sama papinya tidak sayang.?" kata Devan yang baru masuk kamar Tasya.
"Tasya sayang Papi." ucap Tasya mendekat ke papi Devan.
"Makasih sayang." ucap Devan ke tasya.
"Lalu bagaimana sama Mami apa mami sayang sama Papi.?" ucap Devan tersenyum ke Maya... Maya yang dapat pertanyaan itu dari Devan merasa malu dan mengahlikan..
"Tasya Bobo dulu yuk besok mau sekolah..." ucap Maya.
"Kamu belom jawab sayang pertanyaan aku." ucap Devan.
"Iya mami belom jawab pertanyaan papi, kata mis bilang kita harus jawab setiap orang bertanya mami karena tidak sopan mami." ucap Tasya.
__ADS_1
Maya menarik napasnya lalu menatap Devan... Devan yang di tatap hanya senyum... Dirinya senang menggoda Maya dia tahu Maya tidak membencinya lagi...
"Kayaknya mami tidak perlu jawab Papi kamu sudah tahu apa jawaban mami." ucap Maya menatap Devan.
"Papi sudah tahu kok malah bertanya sama mami." ucap Tasya.
"Belom sayang... Buktinya mami tidak mau sun pipi papi." ucap Devan sambil nunjuk pipinya itu.
"Iya mami harus cium pipi Papi kalau sayang." ucap Tasya..
Saat Maya sudah mau mencium pipi Devan, Devan langsung berbalik dan akhirnya bibir mereka yang berciuman Maya langsung malu dan melepaskan Tasya yang melihat ketawa tawa...
"Kamu ini di depan Tasya..." ucap Maya.
"Sudahlah mas aku mau tidurin Tasya." ucap Maya.
"Baiklah... Semalam ya sayang." ucap Devan mencium kening Tasya.
Selesai menidurkan Tasya, bukannya pindah Maya malah tidur di kamar Tasya dirinya ke tiduran... Devan yang menunggu lama di kamar akhirnya menyusul di lihat Maya yang lagi tidur di samping Tasya.
__ADS_1
"Loh malah tidur disini..." ucap Devan pelan... Devan pun menggendong Maya pindah ke kamarnya... Menidurkan Maya dia pun akhirnya tidur di samping Maya...
Saat Devan mulai memejamkan mata Maya mendekat dan memeluknya Devan tersenyum dan membalas rangkuran Maya membiarkan Maya memeluknya di dalam dada nya tangannya yang.menjadi alas kepala Maya.
Pagi pun tiba Maya melihat dirinya yang tidur sambil memeluk Devan itu sangat kaget seingat dirinya dia tidur bersama Tasya... Kenapa sekarang sudah di samping Devan suaminya itu Maya merasakan tubuh kekar Devan membuatnya teringat masalah ke jadian hari itu..
"May kenapa.?" ucap Devan yang terbangun karena dapat dorongan dari Maya.
Maya wajahnya dengan menunduk di lututnya, saat Devan ingin menyentuh tangannya Maya langsung histeris menolak di sentuh Devan..
"Jangan sentuh saya..." ucap Maya yang sudah me nangis ketakutan terlihat di kedua matanya...
Devan menjauh mengangkat dua tangannya seakan ketangkap basah...
"Baik aku tidak akan menyentuh mu tapi kamu tenang..." ucap Devan.
"Pergi... Pergi..." ucap Maya menutup telinganya.
"Maafkan aku...." ucap Devan merasa bersalah dan takut apalagi Maya sekarang lagi hamil Devan takut terjadi sesuatuboada istrinya itu dan anak dikandungannya sekarang...
__ADS_1
Tasya dan Mama Maria pun mengetuk pintu... Devan segera membuka pintu karena mendengar suara Tasya memanggilnya...
"Ma... Ajak Tasya ke bawah dulu Ma." ucap Devan.