TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode tubuh puluh tujuh...


__ADS_3

Sebelom lajut cerita Nisa dan Eric saya mau Promosikan karya baru saya yang B berjudul ( AKU ISTRI MU...) Menceritakan kisa Devano dan Bella, Devano yang ingi. di jodohkan meski tahu sang kekasih selingkuh Vano tetap menolak di jodohkan oleh sang mama... Entah kenapa Vano merasa semua wanita sama dengan mantan kekasihnya itu....



Sekarang kita lanjut sama cerita Nisa dan Eric....


Nisa segera masuk.kamar mandi, dirinya sudah tidak tahan ingin mengguyurkan tunuhnya di bawah shower merasakan air yang jatuh membasahkn tubuhnya... Selesai mandi Nisa menatap sebentar koper nya lalu.mengambil baju yang mneurutnya itu pantas sebagai kaos dalam.


"Tidak apalah aku pakai, toh dia tidak tertarik juga pada ku dan tubuh ku katanya." ucap Nisa membolak balikan baju yang menurutnya masih terlihat wajar untuj di pakai...


"Aduh tidak mungkin aku pakai celana jeans atau rok ini." ucap Nisa. bergumam.


"Ya sudahlah ini saja." Nisa segera memakai baju tidur itu Lalu melihat di cermin pantulan dirinya..


"Apa tidak seperti...Aaa bodoh amat deh." ucap Nisa lalu segera ke luar dari Wardrobe tapi Nisa mengintip untuk mengetahui di mana Eric berada... Setelah merasa aman Nisa segera berlari ke tempat tidur...

__ADS_1


"Sedang apa kamu.?" ucap Eric membuat Nisa kaget dan berdiri tegap di hadapan Eric.


"Aku... A aku mau tidur." ucap Nisa menunjuk tempat tidur.


"Kamu mau menggoda aku memakai baju itu." ucap Eric.


"Tidak." ucap Nisa segera mengambil selimut di atas ranjang untuk menutupi tubuhnya itu.


"Lalu kenapa kamu pakai seperti itu.? Kamu pikir aku tidak normal." ucap Eric.


Eric berjalan mendekat ke Nisa sampai Akhirnya Nisa terjatuh di atas ranjang Eric menididi tubuh Nisa... Kini posisi Eric sudah di atas Nisa.


"Aku pria Normal ucap Eric, kamu seperti ini seakan menggoda ku." kata Eric... Nisa yang sudah merasakan Ada sesuatu yang keras... Bohong bila Nisa juga tidak menuntut apalagi Pakai yang dia Pakai sekarang.


Nisa hanya diam menatap suaminya dari dekat dirinya sangat kagum pada wajah sang suami yang sangat tanpam tidak ada cacat sedikitlun sempurna sekali.

__ADS_1


Kriuk... Kriuk... suara perut Nisa berbunyi menuntut untuk maka. cacing di perutnya itu.


"Kamu belom makan.?" ucap Eric... Nisa g hanya menggagukan pala nya membenarkan ucapan sang suami, dirinya Emang belom makan malam.


"Gantilah baju mu, kita keluar untuk makan." kata Eric Nisa segera ke ruang Wardrobe sedangkan Eric ke kamar mandi...


"S***l..." ucap Eric Sabar di kamar mandi... Selesai melakukan rutinitasnya Eric keluar melihat Nisa yang sudah rapi menunggunya.


Berkat cacing di perutnya Nisa bebas diterkam oleh buaya... Mungkin kali ini Nisa lolos tidak menjamin balik makan malam Nisa akan bebas apa tidak, Saat berjalan Nisa melewati toko baju yang masih buka dirinya hendak kesana tapi kendaraan sangat ramai sehingga membuat Nisa susah meminta jalan sampai akhirnya pemilik toko itu menutup tokonya.


"Kenapa tutup.?" ucap Nisa.


"Kamu mau beli apa.?" Tas ya Eric.


"Baju tidur." ucap Nisa sedih.

__ADS_1


Eric hanya senyum Dirinya pun segera mengajak snag istri makan malam karena Eric Sebenarnya ingin segera istirahat... Selesai makan Eric mengajak Nisa berbelanja untuk keperluan dirinya.


__ADS_2