
Eric selesai meeting pun segera pulang saat meeting pikiran Eric hanya ke Nisa istrinya, sesampai di rumah Eric mencari Nisa yang di cari malahan lagi asik ketawa tawa bersama sahabat nya sambil makan buah segar dan ada mangga muda dan garam cabe.
"Kamu sudah pulang.?" ucap Nisa melihat Eric suaminya yang lagi berdiri sambil menyandar di tembok Eric menghampiri istrinya lalu mencium kening istrinya.
"Aduh kamu bukan nya mandi... Buat iri saja aduh mas Rian." ucap Jihan kesal sementara Ririn hanya ketawa.
"Mas Rian kamu itu kuli." ucap Ririn.
Eric ketawa lalu pamit ke kamar untuk membersihkan tubuhnya dan akan bergabung sama istrinya... Tak lama Rian datang membawakan Jihan pakaian ganti karena rencana mereka akan makan malam bersama di luar Brams juga datang bersama Rian.
"Kamu datang mas.?" ucap Ririn.
"Numpang mandilah di sini, kita akan makan malam di luar." ucap Rian.
"Kita nonton ya.?" ucap Nisa senang.
"Iya kita nonton lalu makan malam kita ngedate bertiga." ucap Nisa senang... di mereka hanya Ririn yang hidup sederhana dan punya 1 anak.
__ADS_1
Mereka asik berjalan tanpa sadar ada sepasang mata menatap mereka yang ketawa ke tiwi itu Eric yang selalu menggenggam tangan sang istri.
"Mas, Robby sama siapa.?" ucap Ririn pada suami.
"Aku titip sama mama kamu." ucap Brams suaminya.
"Enak kalian sudah punya anak.?" ucap Nisa.
"Kamu juga pasti akan segera memiliki anak Nis." ucap Ririn agar sahabat nya Tidak putus asa.
"Hari Eric." sapa seorang wanita yaitu Gisel.
"Mau apa kamu.?" ucap Ririn kesal karena Eric hanya diam.
"Aku tidak ada urusan sama kalian." ucap Gisel.
"Tapi yang berurusan sama Nisa adalah urusan ku." ucap Ririn dan Jihan para pria itu terkejut karena persahabatannya itu sangat kompak..
__ADS_1
"Kalau kami masih butuh pekerjaan kamu jangan pernah ganggu kami." ucap Eric.
"Eric, kemana cinta kamu bukannya Kamu bilang aku segala nya buat kamu." Ucap Gisel tanpa malu.
"Dasar ya wanita tidak ada malu nya." ucap Ririn kesal Yang sudah di tahan suaminya Brams agar jangan sampai Ririn merobek mulut Gisel karena Ririn sudah siap menerkam Gisel seperti harimau kelaparan.
Begitulah Ririn bila ada temen nya di sakitin Dia lah yang akan maju paling depan... Tapi Ririn lebih banyak diam dari antar Ririn, Jihan dan Nisa... Ririn Yang paling dewasa dari mereka dan paling peduli sama sahabat nya Apa lagi Ririn sangat dekat dengan ibu Rian ibu Nisa.
"Kamu jangan ikot campur dasar gadis kampung." ucap Gisel.
"Lebih baik kampung dari pada murahan seperti kamu yang tidur di atas ranjang om om pelay boy... Emang sih wanita seperti kamu mana ada malu nya." ucap Ririn.
Gisel sangat marah hampir saja dia menggampar Ririn tapi di tahan Rian...
"Ini peringatan terakhir buat kamu." ucap Rian... Semua sudah memperhatikan mereka Gisel memang bilang rasa malu ya membuat keributan di tengah tengah mall... Nisa yang di peluk Eric... Kini Gisel sudah pergi giliran Nisa memarahin Eric dari tadi emang Nisa diam menahan diri nya.
"Kamu liat cewek kamu hmapur saja melukai sahabat ku." ucap Nisa.
__ADS_1
"Sayang, dia masa lalu ku.." ucap Eric.