
Terimakasih Jempolnya... Tolong dong kasih komen dan jempolnya juga ya teman teman... Saya akan usahakan update dengan cepat. TERIMAKSIH SELAMAT MEMBACA...
Nisa hanya duduk di taman hotel Jihan membantu menenangkan dirinya agar semua keputusan yang di ambil Nisa itu sudah benar.
"Apa aku tampak bodoh Ji.?" ucap Nisa.
"Iya... Bila kamu mencintainya bertahan dengannya Nis, aku yakin Eric pasti akan bisa menerima kamu bila kalian sudah bersama." ucap Jihan.
"Tapi Nis, aku tahu dia tidak ada rasa pada ku... Mungkin wanita yang kita lihat tadi itu kekasihnya Ji." ucap Nisa.
"Jadi kamu cemburu Sayang.?" ucap mami Maya yang datang.
"Tante..." Ucap Jihan dan Nisa bersamaan.
"Maafkan Eric bila bersikap dingin sama kamu.?" ucap mami Maya.
"Benar kata Jihan suatu saat Eric pasti bisa mencintai mu. Dia hanya butuh waktu saja." ucap mami Maya.
"Maafkan Saya tante tapi saya tidka bisa..." ucap Nisa.
"Saya harap kamu hanya emosi saja sayang... Rasa cemburu yang membuat kamu salah pa jam." ucap mami Maya.
"Aku ingin pulang besok." ucap Nisa.
__ADS_1
"Iya Nis, besok kita akan pulang kamu tenang dulu." ucap Jihan...
Sementara Eric papi Devan dan kak Tasya serta oma Maria... Mereka hanya diam menatap Eric dia hanya santai dan tidak peduli pada hubungan mereka Oma hanya diam saja melihat cucu kesayangan nya seperti itu.
"Ric, apa kamu tidak bisa bersikap baik pada Nisa.?" ucap kak Tasya.
"Aku hanya bisa sebatas dia putri dari orang yang menolong papi." ucap Eric.
"Nisa gadis yang baik." ucap Tasya...
"Papi yakin bila kamu kenal padanya Kamu akan tahu seperti apa Nisa." ucap Papi Devan.
"Sudah, biarkan saja kalau kamu tidka ingin menikah padanya... Saya tidak ingin gadis itu selalu menderita." ucap oma lalu meninggalkan semua menuju kamarnya.
"Bila kamu masih mengharap Gisel jangan pernah kamu panggil saya mami." ucap Maya yang tiba tiba datang.
"Sayang kita ke kamar saja, sepertinya kamu capek." ucap Devan mengajak sang istri kembali ke kamar hotelnya.
"Eric sebaiknya kamu terima apa permintaan mami dan oma." ucap Tasya.
"Tapi bukan kalian liat wanita itu yang ingin bukan.?" ucap Eric.
"Itu karena sikap kamu." ucap Tasya.
__ADS_1
Nisa yang siap siap untuk pergi dari apartemen Eric di temenin oleh Jihan sahabatnya...
"Nis... Maafin aku." ucap Jihan.
"Bukan salah kamu, aku ikot emang ingin mengakhirinya Ji, karena aku pikir bila dia bls chat ku mungkin akuasih bisa." ucap Nisa.
"Jadi aku pikir kado... dan semuanya kamu bisa menerimanya." ucap Jihan.
"Tadinya seperti itu tapi setelah aku lihat wanita itu... Sikapnya saat lihat aku beda Ji." ucap Nisa.
"Tapi biar semalam kita disini saja Nis, karena ini sudah malam dingin Nis." ucap Jihan.
Nisa diam dan berpikir, karena apa yang di ucapkan sahabatnya benar uang dia juga tidak mungkin selama di tabung akan di habiskan begitu saja... Akhirnya Nisa setuju dia hanya diam di kamar Rian saat Eric dan Rian kembali.
"Sayang kemana Nisa.?" ucap Rian.
"Di kamar." kata Nisa.
"Bro lebih baik kamu bicara padanya." ucap Rian.
"Aku.? kenapa harus aku bukan dia yang ingin. ?" ucap Eric.
"Nisa salah paham sama wanita yang tadi kita temuin saat baru sampai." ucap Jihan.
__ADS_1
"Apa itu kekasih kamu.?" tanya Jihan.
Bersambung....