TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh tiga...


__ADS_3

Malam ibi Devan dan Maya pergi ke sebuah hotel mewah untuk menghadirkan acara ulang tahun... Kehamilan Maya yang sudah masuk 5 bulan terlihat nampak perut dan perubahan tubuhnya yang terlihat gemuk...


"Mas aku izin jelas toilet dlu ya..." Uca Maya meminta uzub pada suami dan kedua anaknya itu.


Sudah 10 menit Maya belom balik dari kamar mandi akhirnya Tasya menyusul mami nya tersebut ke toilet, Devan juga sudah mulai cemas Eric juga sudah ingin balik karena Eric memang tidak betah lama di sebuah acara ramai seperti ini...


"Papi, Tasya susul mami..." ucap Tasya... Tasya menuju ke toilet Sesampai di toiled Tasya melihat Maya yang sudah baring di lantai dengan darah yang mengalir dari di lantai...


"Mami.... Tolong..." teriak Tasya segera Tasya mengambil ponselnya menghubungi Devan untuk ke toilet... Devan datang melihat istrinya terbaring segera Devan menggendong Maya mobil ambulan susah menunggu di depan...


"Sayang...." ucap menitihkan air mata...


Kini Devan dan Eric mengikoti mobil ambulan di dalam mobil ambulan hanya ada Tasya dan Maya... Tasya menangis sambil memegang tangan Maya.


"Mami... bangun Mami Tasya takut mami... Mami... Mami..." ucap Tasya.


Setiba di rumah sakit Maya langsung di tanganin oleh dokter... Operasi yang berjalan 1 1/2 jam itu akhirnya selesai para dokterku yang menangi Maya oun keluar...


"Dokter bagaimana istri saya dan anak saya." ucap Devan...

__ADS_1


"Istri anda selamat, tapi..." ucap dokter menggantung karena Devan memotongnya... Oma Maria yang lagi duduk bersama Eric serta Tasya...


"Apa dok... Tapi apa dok.?" ucap Devan...


"Kak sabar..." ucap Devina.


"Anak anda tidak selamat putri anda susah meninggal..." ucap Dokter.


"Tidak dok... " ucap Devan menangis mengacaj rambutnya dan wajahnya ita terduduk lemas...


"Papi..." ucap Eric Devan memeluk putranya itu...


Selesai pemakaman Devan menghubungi Robby untuk mencari tahu apa peyebab istrinya bisa jatuh di kamar mandi hotel tersebut... Setelah melakukan penyelidikan selama 3 jam disana akhirnya terungkap bahwa Sarah yang mendorong Maya... Kini sarah sudah di penjara.


Maya akhirnya sadar dirinya langsung menanyakan anak yang di dalam kandungannya... Devan dan Devina berusaha meyakinkan Maya bahwa anak mereka sudah meninggal...


"Mas... Wanita itu telah membunuh anak ku." ucap Maya.


"Apa salah kami mas, apa salah kami.?" ucap Maya menarik baju lengan Devan...

__ADS_1


"Maafkan aku..." ucap Devan...


"Dia yang salah mas...." ucap Maya sudah dalam pelukan Devan...


"Mami..." ucap Tasya dan Eric menghampiri mami nya...


"Sayang..." Maya memeluk mereka.


Tasya yamg sangat ke takutan Karena melihat darah saat Maya jatuh pingsan fi kamar mandi, gadis remaja ini sangat menyesal karena tidak menemani maminya saat ingin ke toilet...


"Maafin Tasya tidak temanin mami." ucap Tasya...


"Tidak sayang bukan salah kamu sayang..." ucap Maya.


"Mas,..." ucap Maya menangis... Devan memeluk Maya, dirinya tidak habis pikir pada Sarah wanita yang dia kenal ternyata Tania juga akibat perbuatan Sarah...


Eric dan Tasya balik bersama oma Maria, Devina dan jimmy serta Roy... Tinggal Maya dan Devan yang berada di rumah sakit sekarang...


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2