TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh...


__ADS_3

"May buka pintu... May buka pintunya sayang." uca Devan mengetuk pintu kamarnya..


"Kamu kenapa sih mas kayak anak kecil malu sama mama, pintu tidak aku kunci." ucap Maya keluar dari kamar...


"( Devan tersenyum )... Ini kamu mau kemana sayang.?" ucap Devan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jemput Tasya sama kamu." ucap Maya lalu jalan melusuri tangga Devan mengikoti Maya dati belakang.


"Ma, aku sama mas Devan mau jemput Tasya dulu." ucap Maya.


"Eric biar sama Mama ya sayang." ucap mama Maria.


"Iya deh, makasih banyak ya ma." ucap Maya.


"Ayok mas." kata Maya mengajak Devan.


Akhirnya sepasang suami istri itu pergi dri rumah mama Maria... Di dalam mobil Maya membuka pembicaraan lebih dulu meminta suaminya menjelaskan apa yang terjadi padanya, Maya tidak mau berdebat di depan mama Maria.


"Mas, maaf aku sudah curigain kamu aku ke bakar cemburu sampai tidak terpikir jadi membuat aku salah paham sama kamu mas." ucap Maya.

__ADS_1


"Tidak apa apa sayang.. " ucap Devan mencium kening Maya lalu mencium punggung tangan Maya.


"Kenapa Kamu ada di makam hari itu.?" ucap Maya.


"Ada karyawan bernama Yanto, anak pak Wandi yang sudah pensiun di perusahaan saat itu ku tugaskan Yanto kerja di kota B tinggal di mes perusahaan lalu dia menikah dengan wanita daerah sana bernama Rani... Karena aku menambah gudang baru saat itu Yanto ku ajak mengontrol bangunan di sana tapi karena ke cerobohan rekan kerja salah satu bangunan terlepas hampir menimpa Aku, Yanto mendorong ku sampai besi itu yang tadinya menimpa aku karena Yanto menggantikan diri ku, Yanto meninggal saat di bawa perjalanan kerumah sakit." ucap Devan gemetar Maya yang melihat menenangkan suaminya itu mengusap punggung suaminya.


"Maafkan aku ya mas..." ucap Maya.


"Kamu tidak salah sayang, Yanto meminta ku untuk menjaga calon anak mereka... Tadi pak Wandi sudah memberi tahu anak mereka sudah lahir perempuan." ucap Devan.


"Jadi aku akan membiayai pendidikan sekolah anka mereka." ucap Devan.


"Iya Sayang." kata Devan mencium nunggu tangan Maya...


Mereka sampai di depan gerbang sekolah Tasya, mereka berdua hanya menunggu lima menit tak lama Tasya pun dan kawan kawannya pun keluar Maya turun dari mobil menghampiri putrinya...


"Mami... Papi sudah pulang ya mami." ucap Tasya melihat mobil papi nya.


"Iya sayang..." ucap Maya.

__ADS_1


"Hallo papi Tasya kangen papi..." ucap Tasya memeluk Devan dari belakang kursi mobilnya.


"Kamu tidak nakal kan selama papi tinggal tidak buat mami repot kan.?" ucap Devan.


"Tidak papi Tasya kan sayang mami." ucap Tasya.


"Iya dong Tasya kan anak mami makanya tidak mungkin buat mami marah." ucap Maya.


"Jadi kita pergi sekarang." ucap Devan...


Mereka akhirnya pergi meninggalkan sekolah taman kanak kanak itu menuju rumah mama Maria, sepanjang jalan Tasya bercerita banyak tentang ke giatan nya sehari hari bersama Maya mami nya dan adiknya Eric...


"Sayang terimakasih ya kamu sudah menjadi ibu dan istri yang baik untuk aku dan anak anak ku." ucap Devan.


"Papi... Apa papi sangat sayang sama Mami.?" ucap Tasya.


"Iya sayang mami, Kamu dan Eric adalah semangat hidup papi." ucap Devan.


"Papi janji Jangan buat mami nangis kalau papi buat mami nangis Tasya akan marah sama papi." ucap Tasya sangat marah sambil tangan di lipat di dadanya...

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2