
Nina langsung menerobos ruang rapat itu meski Sudah di beri tahu oleh Yuni sekertaris itu... Semua orang di dalam menoleh ke arah suara pintu yang di buka Nina... Devan tahu Nina adalah sahabat Maya istrinya Devan mengerenyitkan keningnya merasa heran kenapa Nina berani.
"Tuan maaf saya ganggu, Maya maksud saya nona Maya dia..." ucap Nina.
"Kenapa dengan Maya.?" ucao Devan panik..
"Maya masuk rumah sakit." Ucap Nina... Devan segera meninggalkan rapat itu langsung di ambil ahli oleh Robby.
"Tuan aku ikot...." Ucap Nina ikot panik mengekor Devan, Devan setuju Nina ikot dengan dirinya biar bagaimana Nina adalah salah satu kerabat Maya yang paling dekat disini.
Devan mengebut hampir saja dia menerobos lampu merah kalau tidak Nina yang memberi tahu agar Devan tenang juga... Sesampai masuk rumah sakit dirinya segera keruang operasi... Melihat Mama nya dan adiknya menangis di depan ruang operasi.
"Devan...." Ucap mama Maria langsung memeluk Devan putranya itu.
"Apa yang terjadi Vin.?" tanya Devan yang sadar bahwa istrinya hari ini bersama adiknya.
Devina hanya menggelengkan palanya bahwa dia tidak tahu apa yang terjadi sama Maya... Istri kakaknya itu Devan sangat kecewa menyesal semua tercampur aduk karena merasa tidak berguna menjaga Maya dan anaknya. Dokter pun keluar lampu operasi juga sudah mati...
__ADS_1
"Dok,." ucap Devan.
"Semua selamat... Hanya saja bayi mu harus dapat perawatan khusus dulu." ucap Sang dokter Devan sangat lega tak lama Maya keluar dari ruangan operasi untuk di pindah kan Ke ruangan rawat... Melihat Maya yang masih terbaring belom menyadarkan diri.
"Sayang... Bukalah Mata mu." Ucap Devan... Maya masih lagi dalam oengaruh obat bius..
"Van, kamu jenguk anak mu dulu." Ucap Mama Maria.
Jujur Devan tidak mau meninggalkan Maya, tapi dirinya tidak boleh egois karena masih ad anak yang membutuhkannya... Devan melihat Bayi mungil berjenis kelamin lelaki itu sedang tertidur di sebuah box yang terpasang beberapa selang.
"Sayang, Terimakasih kamu sudah mau berjuang dengan ibu mu..." ucap Devan. bayi itu menguap seakan ingin berbicara sama papi nya itu...
"Papi yakin kamu anak yang hebat dan kuat..." Ucap Devab...
Akhirnya Devan kembali keruangan Maya... Melihat Maya yang sudah membuka mata, Mama Maria Sudah memberi tahu ke Maya kalau Devan lagi di ruangan Bayi...
"Sayang..." ucap Devan yang ingin mengecup kening istrinya tapi Maya menolak... Devan bingung dengan sikap istrinya kenapa berbeda saat tadi pagi dia pamit bekerja.
__ADS_1
Nina, Devina dan Mama Maria juga bingung akan sikap Maya... Yang seakan marah pada Devan. Setelah melihat Maya sudah Sadar Devina izin untuk pulang karena di rumah ada Tasya dan Jimmy yang pasti juga khawatir sama mereka.
"Van, Maya mama pulang dulu ya..." Ucap Mama Maria.
"Terimakasih ya ma." ucap Devan.
"Kamu jangan buat masalah Van..." ucap Mama Maria.
Di ruangan itu ada Nina dan Devan serta Maya... Nina bingung sama sikap Maya yang tiba tiba marah pada suaminya yang notabene atasannya itu.
"Biar aku disini sama nina Saja." ucap Maya.
"Saya kenapa.?" ucap Devan bingung.
"Kamu jahat mas... Kamu jahat mas..." Ucap Maya menangis.
Nina akhirnya izin keluar karena merasa tidak enak melihat atasnya itu sedang tidak baik baik saja... Nina meninggalkan atasannya dan sahabatnya untuk berbicara berdua menyeselesaikan ke salah pahaman yang terjadi di antara mereka.
__ADS_1