
Sudah hampir 30 menit aku menunggu yang datang Rian asisten sekaligus sahabat nya dan kekasih Jihan sahabatku. Aku bertanya pada Rian kemana Eric kenapa tidak menjemput ku.
Rian hanya diam dia mengantar ku, aku lihat sudah ada mobil Eric di pakiran aku pun segera masuk mencari di mana keberadaan suami ku...
"Sayang kenapa kamu tidak jemput aku.?" ucap ku saat Eric suami ku keluar dari kamar mandi rambutnya masih basah lagi di keringin dengan handuk...
"Sayang aku bicara pada kamu.?" ucap ku lalu memegang lemgan Eric agar menatap ku.
"Jangan sentuh aku, dengan tangan kotor mu." ucap Eric... aku kaget kenapa dengan suami ku... ini bukan ulang tahun ku tapi kali ini aku lihat lebih serius ucapan nya.
"Ada apa dengan kamu.?" ucap Nisa...
"Yang harus nya bertanya itu aku... kurang apa aku di mata kamu.?" ucap Eric.
"Aku tidak mengerti maksud kamu." ucap Nisa.
__ADS_1
Eric memberikan ponselnya pada ku, di situ ada foto ku bersama kak Billi tadi siang karena baju yang ku pakai sama dengan baju yang sekarang...
"Kamu salah paham, ini emang aku sama kak Billi tapi kami tidak sengaja bertemu... Kamu bisa tanya Jihan." ucap Nisa yang sudah menangis...
Eric terdiam lalu meratapi ke bodohannya karena cemburu dia hampir saja membuat istrinya menangis dan membenci dirinya... Nisa segera masuk kamar mandi sementara Eric ke ruang panti, Eric menunggu Nisa mandi.
"Sayang, maafin aku." ucap Eric.
"Makanya kamu jangan cemburu dulu sebelom bertanya." ucap Nisa... Eric menarik Nisa ke dalam pelukannya lalu ******* bibir Nisa kini mereka sudah menyatuhkan tubuh mereka.
"Maaf kan Aku sayang." ucap Eric mengecup kening Nisa ya g ada di dadanya bersandar.
Seperti biasa pagi ini mereka sarapan, tapi hanya berdua saja yang lain belom balik dari rumah kak Tasya... Eric bertanya pada Nisa apa jadwalnya hari ini. Tapi Nisa malah berlari ke kamar mandi..
uwek...uwek..
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang.?" ucap Eric. yang memijit leher belakang Nisa dengan lembut tidak ada rasa jijik pada Eric melihat muntah sang istri.
"Kita ke dokter ya." Ucap Eric Nisa hanya menggelengka. kepalanya.
"Tidak usaha, aku hanya masuk angin saja, paling minum obat lalu istirahat saja." ucap Nisa.
"Tidak Kamu harus ke dokter. " Ucap Eric.
"Tapi sayang, Kamu kan mau ke kantor." ucap Nisa.
"Tapi kalau Kamu merasa tidak nyaman kita ke dokter Oke." ucap Eric.
"Iya... Iya... sudah Kamu ke siangan nanti sayang." Ucap Nisa lalu mengecup bibir Eric.
Eric masuk ke dalam mobil nya , Sebenarnya Eric tidak tega meninggalin istri nya tapi dia ada meeting penting, Eric meminta Rian untuk menghubungi Jihan dan Ririn menemani istri nya di rumah apa lagi tadi itu Nisa mengeluarkan semua isi perutnya.
__ADS_1
Rian menghubungi istrinya Jihan dan sahabat istrinya untuk menemani Nisa, mereka segera pergi ke rumah Nisa setelah j pulang sekolah mendengar Nisa sakit kedua sahabat ya segera ke sana karena barang sekali Nisa sakit...
"Nisa...Nis..." ucap Ririn di depan pintu rumah yang mewah tersebut itu.