
Selesai berbelanja Maya mengajak Devan dan Tasya untuk Makan Bakso... Ya maklum karena berbadan dua Maya lebih banyak makan bisa di bilang napsu makanya lebih tinggi dari biasanya...
Tasya hanya memesan es sop buah yang ada di warung bakso itu, Devan terpaksa memesan bakso lagi kalau tidak Maya tidak mau makan... Jujur perut Devan kenyang bnget baru makan dua suapan bakso Devan sudah tidak sanggup...
"Mas kenapa tidak habis.?" tanya Maya...
"Aku...." ucao Devan ke potong.
"Biar aku habiskan ya mas." ucap Maya...
Devan dengan senang hati memberinya karen emang dirinya sudah tidak tahan lagi untuk makan... Apalagi minum Tasya yang makan sop buah sengaja Maya mesan dengan tidak banyak di taruh es dan pemanis karena Maya sangat memperhatikan apa.yang di makan anak serta suaminya itu.
"Aku sudah kenyang mas... " ucap Maya.
"Ya sudah kalau Sudah kenyang jangan di paksa lagi..." ucap Devan...
__ADS_1
Berkat Maya Devan menginjakkan kaki nya ke warung bakso tepi jalan biasanya dirinya selalu makan bakso bersama Tania di mall... Ini di tepi jalan pernah Maya juga mengajak nya makan di Warteg Maya mengubah segalanya tapi Devan senang istrinya masih tetap sederhana walau kadang khawatir sama kebersihaan nya...
Sesampai di rumah Maya mengajak Tasya untuk memebersihkan dirinya Tasya emang senang sekali berbelanja sikapnya menurun dari Tania yang hobbi shoping atau jalan ke mall walau hanya nongkrong.
"Bi.. Tolong temenin Tasya ya saya mau mandi." ucap Maya.
"Mami Tasya mau nunggu di kamar mami." kata Tasya... Devan Selesai mandi dia langsung ke ruangan kerjanya...
Sesampai di rumah Maya memandikan Tasya barulah dirinya... Tap Tasya malahan mau ikot dirinya, akhirnya Maya mengajak Tasya di kamarnya... Sambil menunggu Maya mandi Tasya menonton televisi di kamar Maya, mungkin karena rasa capek akhirnya Tasya tertidur di ranjang Maya dan Devan...
"Sayang Kamu belom tidur.?" ucap Devan saat masuk kamar melihat Maya yang lagi berdiri di balkon kamarnya... Devan memeluk Maya dari belakang.
"Tidak mas, aku hanya lagu merasa bersyukur pada Tuhan karena menghadirkan kalian di kehidipan aku..." ucap Maya.
"Justru aku yang merasakan syukur dan terimakasih Kamu mau menerima aku dengan apa yang habis kau perbuat pada mun sayang." ucap Devan.
__ADS_1
"Mungkin kalau tidak ada ke jadian itu aku tidak akan bertemu kamu mas, tidak bisa mengenal Tasya mama dan Devina serta Jimmi keluarga Kamu terlalu baik untuk aku mas... Tuhan sangat baik oada ku memberiku suami yang tanpa dan baik hati serta mengasih ku bonus dengan kelurga kamu yang bisa menerima aku apa adanya mas, aku sangat bersyukur banget mas..." ucap Maya menangis lalu Devan membalikan badan Maya menghadap dirinya menghapus kedua air mata Maya yang keluar di ke dua matanya yang indah.
"Sssst... Kenapa kamu menangis Sayang, aku tidak ingin air mata mu keluar..." ucap Devan.
"Mungkin bila tidak ada kamu aku tidak akan pernah lagi melihat senyum dan ocehan Tasya lagi, berkat kamu Tasya sangat ceria dan tumbuh seperti anak lainnya... Aku tahu lagi harus bagaimana Tasya sangat mencintai kamu." ucap Devan.
"Walau Tasya bukan lahir dari rahimku, tapi aku sangat mencintainya Mas aku tulus menyayangi Tasya... Aku senang Tasya nyaman bersamaku dan mau menerima aku sebagai mami nya." ucap Maya.
"Tasya Tahu kamu adalah Mami yang baik yang di kirim tuhan atas pilihan Tania." ucap Devan memeluk Maya.
"Aku selalu berdoa dan mengucap Terimakasih pada emba Tania yang sudah melahirkan Tasya dan mempercayaiku untuk merawat kalian." ucap Maya.
"Sudah sekarang kita tidur sudah Malah, Kamu ingat apa.kata dokter kamu tidak boleh begadang." ucap Devan.
"Apa kamu akan tidur juga Mas.?" tanya Maya.
__ADS_1
" iya aku akan tidur." ucap Devan yang sebenarnya masih ada kerjaan yang belom Selesai...
BERSAMBUNG....