
Mama maria mengusap lengan Maya sambil memberi kode untuk sabar dan duduk untuk sarapan... Devan dengan cepat menghabiskan sarapannya lalu segera pergi setelah pamit mencium Mama Maria dan Tasya... Ke maya hanya senyum lalu pergi.
Entah kenapa hatinya sedih melihat sikap Devan seperti itu... Walau Maya tahu taoi rasanya dia kecewa pada Devan yang seakan tidak ada usaha untuk memperbaiki semua ini.
"Sepertinya Devan lupa hari ini untuk kontrol, jadi biar Maya yang pergi ke kantor Ma." ucap Maya.
"Baiklah kamu bersiap, biar Tasya Devina yang antar dan jemput..." ucap Mama Maria.
"Tapi apa tidak merepotkan Vina.?" ucap Maya walau umurnya lebih tua Devina taoi posisi Maya adalah kakak iparnya istri dari kakaknya.
"Kamu tenang saja, setelah dari cafe aku akan jemput mereka semenjak Rita bantu aku rasanya lebih ringan." ucap Devina.
"Jadi kakak ipar ku yang cantik jangan banyak yang di pikirkan..." ucap Devina.
"Dasar kamu." ucap mama Maria...
"Ya sudah aku petgi dulu, kamu bersiap dan dadan yang cantik." ucap Devina Maya hanya tersenyum.
Sementara di sebuah apartemen seorang gadis dengan berpakaian seksi sedang asik berteleponan...
"Apa.? rasanya aku harus balik." Sarah wanita seksi dengan lengkuk tubuh yang menggoda setiap pria ini sangat menyukai Devan Hermawan.
__ADS_1
"Berengsek, masa aku kalah dengan gadis kampung." ucapnya sambil melempar hp nya di tempat tidur.
Sementara Maya yang sudah siap ke kantor Devan di antar oleh supir pribadi mama Maria... Maya yang Terlihat lebih fres ceria untuk memberi kejutan pada suaminya itu sambil mengusap perutnya yang sudah buncit itu.
"Sekarang kita akan temui papi ya sayang." ucap Maya mengelus perutnya...
Dirinya berjalan menghampiri resepsionis setelah berbicara akhirnya Maya segera naik ke atas setelah tahu Devan ada di ruangannya... Sebelom nya Maya sudah kasih tau agar tidak di beritahu ke hadirannya...
Di depan ruangan Devan terlihat seorang wanita yang lebih tua dari Devan lagi sibuk di mejanya...
"Permisi bu, apa pak Devan ada.?" tanya Maya...
"Maya..." Teriak Nina, Maya mengasih kode ke Nina suruh diam saat telunjuknya ke bibirnya...
"Bu Yuni, ini istri pak Devan." ucap Nina.
"Kamu mau antar minum ke dalam...? ucap Maya...
" Iya karena pak Devan lagi ada Tamu." ucap Nina.
"Iya Nona di dalma ada rekan kerja Pak Devan." ucap bu Yuni.
__ADS_1
"Nin biar aku yang antar ya..." ucap Maya.
"Jangan May, nanti Pak Devan akan marah." ucap Nina takut.
Akhirnya Maya yang mengambil Nina sangat takut karena biar bagaimana Maya adalah istri ceo di tempatnya bekerja... Mengikuti Maya dari belakang sambil menundudukan kepala rasanya Nina sangat gemetar.
"Maya..." ucap Robby.
"Maaf aku ganggu ya.?" Ucap Maya.
"Tidak kami sudah Selesai..." Kata Devan.
"Kenalkan tuan Billi ini istri saya Maya." ucap Devan.
"Istrimu cantik pasti istriku akan senang bertemu dengan istrimu pantas Kamu setia...
Devan hanya senyum mendapat pujian seperti itu... Nina keluar setelah mengantar minum... Sedikit berbincang Maya yang duduk di sebelah Devan tanpa sadar tangannya Maya menggenggam lengan Devan...
" Sepertinya Nona Maya sudah kangen sama suaminya." Ucap tuan Billi...
"Baiklah besok kita akan lanjut lagi untuk kerja sama kita tuan Devan." ucap Billi.
__ADS_1
"Maaf saya tidak bisa antar anda biar Robby yang antar anda." ucap Devan...
Di ruangan itu akhirnya tinggal Devan dan Maya, Devan sedikit cangguh dan gugup, Sementara Maya tersenyum pada suaminya.