
Akhirnya Devan mengajak Maya istirahat duduk di sebuah restoran bersama Mama Maria sementara Tasya pergi bermain dengan Devina, Roy, Jimmy serta pelayan yang di bawa Devan melihat Maya yang sudah hamil besar Devan harus kemana mana mengajak Bi Tuti pelayan di rumahnya itu.
"May, kamu kenapa dari tadi mama liat seperti sedang kesal." ucap Mama Maria yang memang melihat menantunya uring uringan.
"Itu ma Mas Devan... Bikin kesal." ucap Maya.
"Tidak mah, Devan dari tadi tidak ada apa apain Maya." ucap Devan.
"Van, kamu ini ya istri lagi hamil juga." ucap Mama Maria.
"Maya cemburu mah, sama wanita yang perhatikan Devan sampai Devan dari tadi suruh pakai kacamata hitam lalu suruh pakai kaca mata baca Devan... Juga salah Maya Jadi marah." ucap Devan.
"Oalah... kamu ini May rupanya cemburu toh kenapa tidak kamu suurh Devan pakai itu saja." ucap Mama Maria yang ikot mengerjain Devan menunjuk sebuah orang yang menjual souvernir atau oleh oleh...
"Ooh tidak sayang aku mohon, mama." kata Devan.
"Tapi mama benar mas." ucap Maya yang setuju bila suaminya pakai topeng golira itu.
"Sudah kalian ini... Kamu juga Van Jangan. tebar pesona.." Marah mama Maria.
"Devan tidak ada..." ucap Devan tidak akan menang kalau sudah mengahadapi dua wanita di depannya ini.
__ADS_1
"Tasya mas." ucap Maya yang bangkit melihat Tasya terjatuh saat lagi lari.
"Sudah biarkan ada bi Tuti." Ucap mama Maria.
"Tapi mah, mas kamu ambil Tasya kesini dia asti sakit." ucap Maya...
"Tapi kamu liat Tasya tidak nangis May." kata mama Maria.
"Tidak mah, mas Tolong bawa Tasya kesini." ucap Maya yang sudah mau bangkit dari duduknya.
"Ya sudah kamu duduk sini tunggu aku..." ucap Devan sudah mengerti kalau Maya sudah khawatir begini tidak bisa di bujuk apapun dirinya terlalu paranoid kalau sudah menyangkut putrinya...
"Sudah kamu tenang Devan sudah mengajak Tasya kesini." ucap Mama Maria.
"Maya biarkan anak main jatuh dikit tidak masalah biar Tasya bisa lebih hati hati lagi lain kali agar tidak terjatuh dan biar kan Tasya tau rasanya sakit May kalau jatuh Jadi tidak akan mengulanginya lagi." ucap mama Maria.
"Iya mah, tapi Tasya masi kecil mama." ucap Maya...
Devan dan Tasya serta yang lain juga ikot Tasya yang lagi di gendong Devan... Segera Maya mengambilnya lalu meriksa luka Tasya...
"Mami Tasya baik baik saja." ucap Tasya yang tahu mami nya sudah khawatir.
__ADS_1
"Baik apanya liat ini kamu bedarah..." ucap Maya.
Devan dan yang lainnya melihat ke luka Tasya... Mereka terkejut padahal itu hanya goresan kecil kenapa Maya sampai marah sekali...
"Bi Tuti lain kali hati hati jagain Maya yang benar jangan Sampai jatuh lagi..." ucap Maya yang biasa tidak pernah marah tapi kalau sudah menyangkut Tasya emang Maya sangat marah Jadi semua sudah mengerti.
"Iya nona Maaf..." Ucap Bi Tuti.
"Mami boleh Maya main lagi..." Ucap Tasya takut takut...
"Tidak sayang kita pulang." ucap Maya.
"Tapi mami..." Rayu Tasya.
"Tasya dengar Mami ya." Ucap Devan yang sudah paham situasinya bila Maya sudah membuat keputusan sama Tasya..
"Besok kita main di mall saja ya sayang oulang sekolah." ucap Maya membujuk Tasya.
"Janji Mami..." ucap Tasya.
"Iya mami janji sayang.": kata Maya memeluk Tasya...
__ADS_1
Mereka akhirnya balik dari taman hiburan besok maya sudah janji pada Jimmi jiga untuk main di mal saja Devan sudah mengizinkan Mereka pergi besok siang sepulang sekolah di temanin oleh Devina adiknya itu makanya Devan mengizinkannya..