TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode delapan puluh delapan...


__ADS_3

Sebelom nya saya minta Maaf up nya suka carzy ua suka macet up maklum saya hanya ibu rumah tangga ya g kada g pusing rawat 3 anak, yang harus Jadi ojek anak anak ya g selalu dengar mereka ingin ini dan itu selisih paham mereka sesama adik kakak...


Sempat anak ke dua saya yang kelas 3 dia bicara dan tanya saya buat cerita apa.? Saya bilang tentang rumah tangga... Ooh tentang mama yang selalu di ituin sama adek papa dan mama nya papa ya.?


Kenapa dia jadi saranin saya buat cerita konflik rumah tangga saya sama mertua dan ipar ipar saya.? Awalnya saya mau buat tapi merasa malu.... Apalagi disini saya tidak tahu saya yang salah apa mereka yang Benar, yang pasti saya memang sudah membuat tembok pembatas Walau masih belom tertutup sempurna.


Sekarang kita lanjut kisa Eric dan Nisa....


Selesai makan malam Eric mengantar mertuanya pulang mereka berencana menginap di rumah bu Rina malam ini... Di kamar Nisa yang seluas kamar mandi di kamar Eric ini.


"Sayang maaf ya kamar ku kecil tidak seluas kamar mu." ucap Eric...


,"Apa kamu mau rumah ini di renovasi " ucap Eric me dapat cubitan kecil di perutnya dari sang istri.


"Auw sakit... Kenapa.?" ucap Eric.


"Kamu tau di kamar ini aku selalu memikirkan kamu bila kita menikah, ini tempat ternyaman aku meragukan perasaan ku sampai akhirnya aku memutuskan untuk menikahi sama kamu walau hati ku ragu." Ucap Nisa.

__ADS_1


"Maafin sikap aku yang dulu." Ucap Eric mengecup bibir snag istri. Saat tubuh Eric menuntut lebih Nisa menyadarkan bahwa mereka berada di rumah ibunya... Nisa takut suaranya terdengar oleh ibunya terpaksa mereka tahan dan tunda dulu...


Pagi ini mereka sudah bangun ibu Rina sudah menyiapkan sarapan.. Bi Wilda juga sudah datang dan akan tinggal di rumah bu Rina menemani bu Rina biar ada teman bicara...


Bi Wilda adalah kerabat dari pak Eko supir pribadi mami Maya jadi Eric sudah kenal dekat dengan beliau...


"Sudah bangun den Eric..." Sapa bi Wilda.


"Bi tolong temenin mertua ku ya." Ucap Eric.


"Iya den tenang saja bibi akan jaga mertua den Eric." ucap Bi Wilda.


"Masya allah cantik sekali tuhan titipan mu ini." Ucao Bi Wilda saat melihat Nisa.


"Bibi bisa saja... Makasih ya bi." ucap Nisa.


"Bibi serius non, pantas saja den Eric sangat sayang sama non." Ucap Bi Wilda.

__ADS_1


"Bisa saja emba ini." ucap bu Rina yang merasa senang anaknya di puji orang lain memang nyatanya Nisa cantik alami Apalagi kalau sudah melakukan perawatan.


"Mari makan nanti Etic kesiangan." Ucap Bu Rina.


"Sayang kamu mau ikot ke kantor apa mau aku antar pulang.?" Tanya Eric pada istrinya.


"Aku kan mau pergi kerja sayang." Ucap Nisa.


"Kamu masi kerja Nis.?" Uca Bu Rina.


"Iya bu, Nisa bosen." Ucap Nisa.


"Kapan punya anaknya kalau kamu sibuk kerja." Ucap Bu Rina.


"Benar non apa Kata ibu non." Ucap Bi Wilda menimpali ucaoan bu Rina...


"Sudah Eric bilang bu, tapi Nisa tetap mau bekerja bu." ucap Eric yang memang setuju sama pendapat sang mertua nya Itu...

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2