
Ini episode terakhir...
Mampir ya di karya baru ku yang berjudul AKU ISTRI MU mengisahkan Bella dan Devano...
Eric dan Nisa senang ternyata kesabarannya terbayarkan Nisa hamil usia kadungan nya sekarang sudah masuk 5 bulan... Kegembiraan ini membuat para anggota keluarga gembira terutama oma Maria yang ingin melihat anak dari Eric ke belom tuhan memanggilnya.
"Sayang... Aku mau makan bakso beranak yang dekat rumah Jihan." ucap Nisa.
Eric segera memberikan pesanan sang istri kali dia tidak.mau menyuruh Rian diri nya yang langsung pergi beli... Karena pasti akan berujung dia yang makan bakso itu bila Rian yang beli... Sepertinya bayinya tau kalau bukan papa nya yang beli.
"Sayang ini pesanan kamu." Ucap Eric.
"Makasih ya Sayang." Ucap Nisa makan Sampai habis... Tu Kan benar bila Eric yang beli Nisa pasti makan dengan lahap.
Nisa tidak ada masalah dalam ke hamilannya tidak ada rasa mual pusing pokoknya tidak ada ngidam napsu makan nya bagus apalagi kalau Eric yang beliin pasti Nisa makan dengan lahap dan tidak akan Di keluarinnya lagi.
"Anak papa, kamu mata matain papa ya.?" Ucap Eric berbicang pada anak nya yang masi di dalam perut Nisa.
__ADS_1
"Sayang kamu bicara apa sih." ucap Nisa menepak lengan suami nya itu.
"Ya habis anak kita kok tau si kalau om Rian yang beliin." kita Eric.
"Anak kita pintar tidak bisa di bohongin habis papa nya suka bohongi mama nya." ucap Nisa.
"Emang bisa ya kayak gitu.?" ucap Eric.
"Anak papa... anak papa kamu harus sayang sama papa dan mama ya." ucap Eric di perut Nisa yang sudah makin membesar itu.
"Sayang, untung aku tidak seperti Eric yang salalu mual Sementara istri nya tidak." ucap Eric.
"Kasian sekali Kak Rian... pasti menederita banget ya." ucap Nisa sambil mengusap perut nya.
"Setiap meeting pasti saja dia izin ke toilet palanya juga pusing." ucap Eric.
"Jadi kerjaan terganggu ya.?" ucap Nisa.
__ADS_1
Eric hanya menganggukan kepala nya emang benar yang di ucap istri nya itu dia dan seekrtarisnya yang jadi repot karena Rian selalu mual dan pusing kepala apalagi dia tidak tahan juga sama baru ruangan aroma buah.
Hari berlalu sudah berganti pula bulan, kini kadungan Nisa dan Jihan sudah masuk 8 bulan persiapan baby juga sudah siap mereka berencana melahirkan di rumah sakit yang sama dan satu kamar Eric sudah meminta Rian mengaturnya semua sudah siap juga.
"Semua jadwal Sudah kosongkan dalam satu bulan ini.?" Tanya Eric pada sekretaris nya itu.
"Sudah pak..." ucap sekertarisnya.
"Dan kamu Rian.?" ucap Eric.
"Sudah...." ucap Rian... Ya diri nya mana bisa cuti lama karena Biar bagaimana Rian yang akan menghendel bila ada masalah pekerjaan... Meski jadwal luar kota sudah kosong dan di urus oleh papi Devan sementara.
Ibu Rina juga sudah selalu mendamping Nisa bersama masi Maya yang juga ikot membantu... Mereka berdua yang sangat rempong Sementara Nisa santai saja karena mami Maya dan ibu Rina yang sibuk menyiapkan segalanya untuk sang bayi dan vitamin untuk snag ibu yang baru melahirkan.
"Termakasih mami dan ibu sudah mendamping Nisa, Maaf Nisa merepotkan kalian." Ucap Nisa.
Terimkasih dukungan kalian....
__ADS_1