
Nisa merasakan tubuhnya mendapatkan sentuhan lembut dan hembusan angin membuat dirinya merasakan hasrat wanitanya yang meminta lebih sentuhan lembut itu... Eric membalikan tubuh Nisa dan mengecup bibir tipis nya.
"Maaf." ucap Nisa mendorong Eric, Nisa tersadar dirinya segera masuk ke kamar mandi dia sangat malu sekali sementara Eric mematung diam tidak di sangka dirinya tertarik oleh Nisa.
Dulu pernah Gisel ingin menciumnya Eric menolaknya entah apa yang terjadi kenapa sama Nisa dia malah lebih meminta lebih justru. Sudah terlewat beberapa menit Nisa keluar dari kamar mandi dengan baju tidur yang biasa di gunakan Nisa.
"Boleh aku minta bantal dab selimut.?" ucap Nisa.
Eric memberikan bantal dan menyuruh Nisa mengambil selimut di lemari, Nisa merasa malu sementara Nisa melihat Eric seperti Bu asa tidak terjadi apa apa pada dirinya.
"Kamu yakin ingin tidur di bawah.?" ucap Eric.
"Iya." ucao Nisa...
"Tidurlah disini, aku tidak mau mami dan oma memarahiku karena kamu sakit.," ucap Eric.
"Kamu tenang saja saya sudah biasa." ucap Nisa.
Eric membuang nafasnya sepertinya percuma berdebat dengan Nisa yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya... Membaringkan tubuhnya di lantai membuat Nisa merasa tak nyaman tapi tidak Mungkinkan Nisa menjilat ludahnya lagi...
"Huft merepotkan." ucao Eric lalu bangkit dari baringnya dan menghampiri Nisa...
"Anda mau apa .?" ucap Nisa... Eric langsung mengangkat tubuh Nisa sementara gadis yang di angkat memberontak.
__ADS_1
"Mau apa anda... Lepaskan aku... Aku mohon lepaskan aku.?" ucap Nisa.
"Diam berisik kamu." ucap Eric meletakan Nisa di atas ranjang king size miliknya yang empuk banget dan nyaman...
"Tidurlah." ucap Eric meletakan Nisa di ranjang kini Eric di sebelah Nisa.
"Kamu tenang saja aku tidak akan macem macem pada kamu." ucap Eric.
Kini sepasang pengantin pun tertidur pulas rasa lelah membuat mereka masuk ke dunia mimpi Mereka masing masing... Matahari memasuk kamar pengantin itu Nisa segera membuka matanya dan melihat jam handphone nya menunjukan pukul 6 pagi Nisa segera bangun dirinya merasa ada yang menekandi pinggangnya terlihat tangan melingkar di pinggang Nisa segera Nisa berbalik.
Nisa menutup mulutnya kaget bahwa Eric yang memegang pinggangnya... Dirinya diam sejenak dan baru ingat bahwa mereka sudah menikah... Rasanya bagai mimpi belom lama Nisa memutuskan hubungan dengan Eric.
"Kamu mandi Jangan lupa keramas." ucap Eric.
"Kamu..." ucap Nisa.
"Huft..." Nisa menarik napasnya panjang... Rasanya dia bingung sama sifat Metic padanya.
Nisa mengikuti apa yang di perintah oleh Eric suaminya mandi membasahi rambutnya... Eric pun mandi dan membasahi rambutnya kali ini mereka berdua dnegan rambut basah turun ke bawah, di bawah sudah ada Mami Maya dan Oma Maria serta Devan.
"Nis, bagaimana. tidur mu sayang.?" ucap Mami Maria.
"Nyenyak mi maaf Nisa ke siangan." ucap Nisa.
__ADS_1
"Pagi semua." sapa Eric...
Mami Maya melihat rambut Nisa agak basah meski sudah di kering kan dengan hedayer Eric juga...
"Kamu akan ngajar.?" ucap mami Maya.
"Iya Mi." ucap Nisa.
"Ibi untuk kalian." ucap Devan.
"Apa ini Pi.?" tanya Nisa.
"Buka saja." ucap Devan... Nisa membuka ternyata itu 2 tiket pesawat dan hotel.
"Ini..." ucap Nisa.
"Iya kalian bulan madu, Eric sebelom kamu sibuk di perusahaan lebih bagus kamu bulan madu." ucap Devan.
"Tapi pi." Nisa dan Eric bersamaan.
"Sudah tidak ada tapi tapian." ucap Devan...
Eric hanya diam Nisa juga mereka menurut apa kata papi Devan mereka akan bulan madu sesuai tiket yang di beliin papi nya....
__ADS_1
HAI SEMUA PENCINTA NOVEL ( MANGGATOON ) SAYA MAU PROMOSI KARYA BARU SAYA YANG BERJUDUL "Aku Istri Mu"....
Bersambung...