TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode enam puluh delapan...


__ADS_3

Jihan tidak habis pikir pada sahabat kekasihnya itu... Jihan juga kasian pada sahabatnya Nisa biar bagaimana Nisa juga pasti ingin hubungan mereka seperti orang normal, karena Nisa bukan menikah dengan oma Maria dan mama Maya.


"Jadi kamu pikir Nisa menikah sama oma dan mami kamu.?" ucap Jihan.


"Benar sayang benar kata kamu.... Afuh cewek aku emang pintar." ucap Rian...


"Kalian sana teleponannya." Ucap Eric...


Tring.... Satu notifikasi pesan masuk ke Ponsel Eric nomor yang tidak di kenal Eric mengabaikannya. Tapi rasa penasaran pun di buka olehnya.


✉️ Hai... Apa kabar.? aku Nisa. ( pesan singkat dari Nisa...) entah apa yang terjadi sampai Nisa berat mengirim pesan pada Eric.


Tapi Eric hanya membacanya tanpa niat ingin membalasnya... Eric melanjutkan tugasnya di laptop, membalas pesan masuk dari kakaknya Tasya tidak ada niat Eric membalas pesan dari Nisa.


"Doain kak semoga biar cepat lulus..." ucap Eric dati ponsel menghubungi kakak nya kak Tasya sambil menanyakan kabar keluarganya di sana tidak ada Eric tanya kabar Nisa.... Meski kak Tasya sudah memancing nama Nisa Eric hanya diam saja.


...#####...


"Bu Nisa pergi dulu..." ucap Nisa pagi ini.

__ADS_1


"Nis... kita bareng saja." Ucap Ririn yang sengaja pagi ini menjemput Nisa pergi bekerja karena mereka satu tempat kerja.


"Kenapa kamu pagi ini lesu banget..." ucap Ririn.


"Aku uda ikotin saran kamu dan Jihan mengirim pesan padanya tapi tidak dapat respon atau balasan darinya.... Aku malu banget." ucap Nisa.


"Masa Nis,?" Ucap Ririn.


"Iya..." kata Nisa...


"Yang sabar ya Nisa..." ucao Ririn.


Ririn hanya diam tidak tahu harus memberi saran apa pada Nisa sahabatnya itu melihat Nisa Ririn sangat kasian menikah dengan orang yang tidak mencintainya... Ririn berpikir bagaimana bisa menjalaninya bila tidak ada cinta di kehidupannya dan di tengah tengah rumah tangganya Bi pa todak ada cinta.


Kini Tiba dimana keluarga Hermawan akan berangkat menemui Eric disana... Dengan pesawat pribadi mereka berangkat, Nisa sebenarnya ingin ikot tapi dirinya tidak berani untuk bertemu dengan Eric ke jadian pesan singkat Nisa yang memberanikan diri mengirim duluan tapi tidak mendapat balasan...


"Kamu yakin Nis tidak mau ikot.?" Ucap Jihan.


"Tidak... Aku sudah yakin Ji." Ucap Nisa... Walau sebenarnya ingin sekali ikot tapi Nisa tidak berani.

__ADS_1


"Kamu kenapa tidak ikot saja sekalian Ji sama tanta Maya dan keluarga." ucap Ririn.


"Aku kangen sama Rian tapi kami sering komunikasi jadi masih bisalah kan aku sama Abi juga belom boleh dekat sama Rian." ucap Jihan.


"Iya juga... Tapi kan bentar lagi Rian ulang tahun masa kamu tidak mau ketemu sama dia." ucap Ririn.


"Iya loh Ji, masih ada sisa beberapa bulan lagi." Ucap Ririn lagi karena Nisa hanya diam menyimak percakapan kedua sahabatnya Jihan dan Ririn.... Suasana cafe dan minuman favorite mereka masing masing...


"Nis, Kenapa kamu diam saja.?" Ucap Jihan.


"Aku hanya menyimak kalian saja... Dan kamu Rin kapan kamu membuka hati mu buat si mas bambang.?" Ucap Nisa..


"Apaan si lo Nis namanya bukan bambang Nis tapi Brams Nis." ucap Ririn.


"Iya Brams sama aji akan Bambang... " Kata Nisa.


"Nis, kamu yakin akan tetap menikah dengan Eric.?" ucap Ririn... Karena mereka sedamg duduk santai Sambil menyerupin minuman mengalikan percakapan.


"Kenapa kamu bahas lagi Rin.?" Ucap Nisa bingung....

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2