
Selesai Makan mereka berpisah Mama Maria dan Devina izin langsung balik, serta Maya dan Devan sama Tasya juga langsung balik kerumah mereka... Maya sangat kenyang karena masakan di restoran iyu cocok di lidahnya dan bayi nya Jadi tidak.membuat Maya kerepotan menghabiskan makanannya.
" Mas, aku suka masakan nya sangat enak sekali." ucap Maya.
"Syukurlah kamu suka sayang, Tante Indah memang sudah banyak membuka cabang restorannya di beberapa daerah." ucap Devan.
"Tasya juga suka aku lihat, kalau kamu bagaimana mas.?" ucap Maya.
"Lumayan, aku tidak suka pedas Sayang." ucap Devan.
"Iya mami Tasya sangat suka." ucap Tasya yang duduk di kursi belakang.
Sesampai di rumah Tasya mengajak Maya masuk ke kamar calon adiknya itu, dia sedikit menantu beberapa barang milik adiknya itu Tasya tidak sabar menyambut adiknya...
"Dede, kmau kapan keluar dari perut mami.?" bisik Tasya pada adiknya...
__ADS_1
Karena Tasya pernah melihat Devan berbicara pada perut Maya, Devan memberi tahu Tasya bahwa adiknya bisa mendengar bila di ajak bicara Walau dia ada di dalam perut Maya makanya Tasya dan Devan selalu mengajaknya bicara pada sang Bayi.
"Sabar ya kak Tasya..." ucap Maya meniru suara anak kecil.
"Mami, nanti dedek juga akan sekolah di tempat Tasya kan Mami.?" ucap Tasya.
"Iya sayang hanya tidak sekelas ya, kan kakak Tasya sudah sekolah SD ( Sekolah Dasar )." ucap Maya.
"Kenapa Mami kan dedek juga ikot sekolah SD dong mami." ucap Tasya.
Entah Tasya mengerti apa tidak tapi dirinya sudah diam dan tidak membahasnya lagi... Maya memang ingin mengurus Bayinya nanti sendiri, tidak seperti Tania yang ingin di bantu oleh baby sister, tapi Devan tetap akan meminta salah satu pelayan untuk membantu Maya bila kerepotan... Kadang Devan melihat sosok Tania di diri Maya... Maya lebih banyak menghabiskan waktu bersama Tasya putrinya sementara dulu Tania lebih banyak diam atau sibuk ke salon.
"Sayang Terimakasih." ucap Devan... Maya hanya tersenyum soalnya Devan selalu bilang seperti itu pada dirinya setiap Maya bertanya terimakasih apa selalu saja jawaban Devan sama karena sudah mau menjadi mami dari anak anaknya...
Hari minggu pun tiba sesuai rencana Devan dan Maya yang gantian Main ke rumah mama Maria mereka berencana ingin ke wahan bermain anak anak karena nanti kalau Maya sudah punya Bayi pasti akan lama untuk main ke tempat itu.
__ADS_1
Tasya dan Jimmy sangat senang mereka main kereta berkeliling dengan kereta di area sekitar lalu naik komedi putar, serta memberi makan beberapa hewan yang ada di sana seperti kelinci dan domba serta kuda ada juga sapi... Tasya melihat perternak memeras susu dari sapi yang boleh di lakukan oleh pengunjung.
"Kamu mu sayang.?" tanya Devan pada putrinya itu.
"Mau Papi..." ucap Tasya.
Devan tau dirinya banyak di perhatikan oleh para wanita baik yang masih singgel atau yang sudah menikah tapi baginya sudah biasa karena ketampanannya itu Maya jujur sebenarnya cemburu tapi Devan selalu menggandengnya Devan tau istri mungilnya itu sangat pencemburu.
Banyak yang berbisik bicarain Maya ada yang memuji ada juga yang merasa kagum sama Maya...
"Kamu senang kan Mas, banyak wanita yang memperhatikan kamu.?" ucap Maya.
"Mami yang cemburu apa dede bayi.?" ucap Devan memegang dagu istrinya itu.
"Kamu tidak usah senyum, liat itu dikira Mereka kamu senyum pada mereka." Kata Maya.
__ADS_1
"Oke... Oke..." Devan hanya menurut saja karena biar gimana kalau kayak gini dirinya tidak akan menang... Di tambah Devan memakai kaca mata hitamnya itu.