
Sudah campur satu jam Maya di kamar hanya sebentar sebentar mengecek ponselnya sampai akhirnya Eric dan Tasya datang menemui Maya bersama mama Maria menyusul Maya di kamarnya...
"Anak mami sudah pad bangun..." Maya berusaha membuang rasa khawatirnya di depan anak anaknya... Tapi mama Maria masih melihat jelas ke sedihan dan rasa khawatir di hati Maya.
Eric dan Tasya lagi asik main di atas ranjang Maya... Tasya sangat sayang pada adik nya dirinya lebih perhatian dan selalu menjaga Eric kalau Maya sibuk entah mau ke kamar mandi Tasya yang membantu Maya menjaga Eric tidak ada rasa cemburu di hati Tasya.
"May, kamu kenapa dari tadi mama lihatbkamu sepertinya cemas.?" ucap mama Maria...
"Mas Devan mah dari tadi tidak bisa di hubungi, Maya jadi." ucap Maya terhenti mengingat Sarah kerumahnya membawa kertas tiket serta foto walau tidak terlihat wajahnya tapi Maya yakin itu mereka.
"Jangan khawatir Devan besok pasti balik..." ucap mama Maria...
"Devan selingkuh mah, tadi Sarah kerumah saat Maya lagi menjaga Eric." ucap Maya nangis...
Mama Maria memeluk Maya, kedua anaknya yang melihat Maya menangis Tasya mendekat ke Maya semebatar Eric hanya baring merasa kan ke sedihan yang Maya rasain Eric pun ikot sedih...
"Sudah kasian anak kamu..." Ucap mama Maria.
"Mami... Kenapa.?" tanya Tasya.
"Tidak sayang, mami tidak apa apa sayang Tasya sudah mandi.?" ucap Maya menghapus air matanya sambil memeluk Eric yang ikot menangis.
"Sudah mami..." ucap Tasya.
__ADS_1
"Mama keluar dulu... Tasya mau ikot oma.?" ucap Maria.
"Tidak oma Tasya mau temanin mami." ucap Tasya.
Ponsel Maya berbunyi terlihat di layar ponsel panggilan vidio cal tertulis nama ( suamiku )... Tasya yang angkat di suruh Maya dirinya lagi memberi asinke Eric.
"Hallo papi..." ucap Tasya...
"Hai... Sayang mana Mami.?" ucap Devan.
"Mami lagi kasih dede makan papi." ucap Tasya. Tasya juga pernah minum air asih Maya.
"Bisa kami berikan ponselnya ke arah mami sayang." ucap Devan.
Maya pun melihat ke arah ponsel terlihat di belakang Devan sebuah makam entah apa yamg terjadi kenapa suaminya ada di kuburan saat ini.
"Sayang maaf aku tidak bisa balik hari ini, aku akan usahakan balik secepatnya sayang." ucap Devan...
"Kamu di mana Mas.?" tanya Maya.
,"Aku.... Sayang sudah dulu nanti aku hubungi lagi." ucap Devan. Lalu memutuskan panggilan nya...
Maya sangat kesal akan sikap Devan, membuatnya bingung dan bertanya tanya apa yang Sebenarnya terjadinpada Devan kenapa Devan meneleponnya sedang di kuburan...
__ADS_1
"Mami, kenapa.?" Tasya yang heran melihat maminya bengong seperti itu.
"Ah... Tidak apa apa, kamu sudah makan siang.?" tanya Maya.
"Mami tadi sudah makan..." ucap Tasya.
"Kalau gitu sekarang kamu tidur siang sama Eric." ucap Maya.
"Baik mami..." kata Tasya memasang posisi tidurnya.
Maya turun ke bawah setelah memastikan kedua anaknya tertidur pulas, dirinya mencari mama Maria... Maya yang melihat mama Maria lagi duduk di ruang televisi itu pun menghampiri mertuanya...
"Ma... Maaf Maya ganggu mama." ucap Maya agak malu dan ragu.
"Ah... duduk sini sayang, kemana anak anak.?" tanya mama Maria yang melihat Maya datang sendirian.
"Mereka sudah tidur ma... Aku boleh bertanya sama mama.?" ucap Maya.
"Tanya apa, tentu kamu boleh tanya apa saja sayang mama pasti akan jawab bila mama tahu." kata mama Maria.
"Ma, apa mama yakin kalau Devan selingkuh ?" tanya Maya.
"Kalau mama tidak percaya sayang, bukan karena Devan putra mama tapi mama yakin sama hati mama, kalau hatimu merasa yakin suami selingkuh kamu boleh percaya bila tidak ya jangan percaya sayang... isnting seorang istri sekaligus ibu itu lebih kuat sayang." ucap mama Maria.
__ADS_1