TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode tiga puluh tiga...


__ADS_3

Maya sangat senang karen putri sambungnya sangat mencintai dirinya... Maya bersyukur memiliki putri seperti Tasya dan suami seperti Devan dan keluarga dari suaminya yangbsnagat baik serta peduli pada dirinya, walau tuhan membuat cara mereka bertemu dengan yang tidak bisa Maya bayangi.


"Makasih sayang, Makasih juga ya mas... " ucap Maya.


"Aku yang terimakasih kamu sudah mau memaafkan aku serta mau menerima Tasya dan diriku." ucao Devan lalu mencium tangan Maya.


Mereka bertiga Sudah sampai di Mall langaung menuju restoran untuk makan siang sebelom shoping... Tapi Maya dan Devan tidak sadar bahwa ad sepasang mata yang sedang menatap dan memperhatikan mereka...


"Kenapa lo.?" ucap Vera.


"Lo liat, gue tidak akan buat mereka bahagia." ucap Sarah.


"Siapa...?" ucap Vera lalu mengikoti arah tatapan sarah...


"Itu... Devan dan siapa wanita itu.?" ucap Vera...


Ya sepasang mata yang memperhatikan mereka di restoran seberang adalah Sarah... Sarah yang terobsesi dengan Devan membutanya tidak terima bila ada wanita lain di sebelah Devan.


"OMG... Gw tidak sangka duda itu sudah dapat pengganti istrinya." ucap Vera.


Vera adalah sahabat Sarah semenjak di bangku kuliah dulu sarah sangat menyukai Devan tapi Sayang Tania lah yang memenangkan hati Devan... Makanya dia tidak terima bila ada Wanita yang mendekati Devan.

__ADS_1


"Jangan bilang itu istrinya, kapan mereka menikah atau dekat.?" ucap Vera lagi.


"Lo bisa diam.?" ucap Sarah.


"Oke... Oke gue akan diam..." ucap Vera.


"Yuk kita cabut." ucap Sarah.


"Tapi makanan gw baru datang." ucao Vera...


"Ya sudah pergi sendiri..." ucap Sarah.


"Tunggu Sarah... " Ucap Vera akhirnya ikot Sarah pergi dan membayar pesanan mereka yang belom sama sekali di sentuhnya.


"Lo kenpa sih Sar, tidka bisa berhenti mikirin Devan dia kan sudah punya istri dan anak." ucap Vera.


"Kalau mulut lo tidak bisa diam gue akan tinggalin lo disini." ucap Sarah.


Iya Vera memang ikot mobil Sarah ke mall dia tidak akan memungkin pulang sendiri, walau sebenarnya bisa saja Vera naik angkot atau taksi online tapi Vera itu orangnya setia kawan...


"Oke..." ucap Vera...

__ADS_1


"Hai... Devan Hallo cantik." ucao Sarah yang sudah sampai ke restoran dimana ada Devan dan Maya.


"Boleh aku duduk.?" ucao Sarah tidak tahu malu.


"Tidak boleh tante, Tasya hanya mau makan bersama mami dan papi saja." ucao Tasya langsung melarang Sarah duduk..


"Hehehehe... " Vera ketawa langsung dapat tatapan dari Sarah diri nya langsung diam dan tidak ketawa lagi.


"Sayang..." ucap Maya.


"Devan siapa ini.?" ucap Sarah menatap Maya.


"Kenalkan ini mami nya Tasya jadi Tanya tidak boleh godain papi lagi." ucap Tasya.


"Kok sayang kamu bilang seperti itu tante sedih." ucao Sarah.


Devan hanya diam saja memperhatikan putrinya yang dari tadi tidak suka pada Sarah... Dirimya tidak mencegah Tasya karena Devan juga tidak suka sama Sarah jadi Devan membiarkan Tasya marah pada Sarah.


"Tante silakan duduk di tempat lain saja Tasya sudah mau makan." ucap Tasya...


"Tasya tidak boleh seperti itu... Mas kamu." ucap Maya.

__ADS_1


"Sarah lebih baik kamu cari tempat lain saja." ucap Devan.


"Maaf ya emba." ucap Maya bingung juga kenapa Devan juga mendukung Tasya melarang Sarah juga.


__ADS_2