TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode empat puluh lima...


__ADS_3

Hari ini hari Kamis di mana semua sudah mulai sibuk dengan kesibukannya masing masing dengan aktifitasnya yang sudah padat, beda dengan Maya dia selalu merasa risau entah apa yang di risaukan oleh Maya.


"Maaf nona..." ucap Firna salah pelayan yang bekerja di rumah Maya bersama bi Tuti...


"Iya Firna, ada apa.?" ucap Maya yang lagi duduk santai di halaman belakang bersama Eric.


"Anu... Non ada orang yang cari nona..." ucap Firna belom selesai bicara orang itu langsung menggeser Firna...


"Pagi nona Maya.... Apa kabar.?" ucap Sarah Wanita yang tidak malu dia sudah berani datang ke rumah Maya.


"Ada apa anda kesini.?" ucap Maya... Lalu meyerahkan Eric ke Firna segera Firna membawa Eric ke dalam.


"Saya kesini toh ini rumah Devan kekasih saya, saya tidak mau main kucing kucingan lagi." ucap Sarah.


"Maksud kamu.?" ucap Maya.


"Bukannya Devan bilang sama kamu bahwa dia akan keluar kota mengurus pekerjaan nya disana... Kamu percaya.?" ucap Sarah lalu menyerahkan tiket pesawat yang sama dimana Devan akan pergi.


Maya hany diam dia bingung mau percaya sama Devan apa dengan Maya... Tapi di hadapan Sarah Maya tidak mau percaya menguatkan hatinya agar tidak percaya, Emang benar Devan sudah 3 hari pergi keluar kota dan hari ini akan balik...

__ADS_1


"Aku balik lebih dulu..." ucap Sarah.


"Oh ya, jadi kamu kesini hanya mau kasih liat ini.?" kata Maya.


"Ooh tidak..." Ucap Sarah mengeluarkan sebuah lembar kertas dari tasnya lalu menyerahkan ke Maya pergi meninggalkan Maya setelah menaruh foto itu di meja depan Maya.


"Ya ampun dasar wanita u*ar... " ucap bi Tuti... Saat Sarah melewatinya hendak ingin pergi.


"Nona..." ucap Bi Tuti mendekat ke Maya...


"Bi... " ucap Maya menangis...


"Nona, jangan percaya non tuan Devan tidak seperti yang nona pikir kan." ucap bi Tuti..


Foto itu seperti Devan sedang berpelukkan dan ciuman dengan wanita di taman walau terlihat dari belakang, Tapi memang seperti Devan.


"Sebaiknya nona tanya langsung ke tuan Nona." ucap bi Tuti.


Maya hanya diam dirinya sudah di bakar api cemburu yang membuat Maya susah berpikir... Rasanya Maya tidak bisa percaya lagi sama suaminya itu.

__ADS_1


"Bi saya akan jemput Tasya, tolong siapkan baju Tasya dan Eric saya ingin kue rumah Mama Maria." ucap Maya.


"Tapi nona nanti tuan pulang bagaimana.?" ucap Bi Tuti.


"Tolong bibi Jangan beri tahu tuan saya dimana." ucap Maya.


"Ba... Baik nona." Kata bi Tuti bingung.


Biar bagaimanapun Bi Tuti lega nona nya tidak kabur jauh hanya ke rumah mertuanya... Maya pasti masih memikirkan Tasya sekolah biar bagaimana dirinya tidak ingin karena ke egoisannya anaknya menjadi korban...


"Saya hanya ingin menenangkan diri saja bi." ucap Maya Sabar pamit sama bi Tuti dan Firna....


"Titip rumah ya, bila ada apa apa hubungi Saya." ucap Maya saat naik mobil di antar oleh supir pribadinya pak Budi.


Saat Maya pergi Firna bertanya pada bi Tuti apa yang terjadi karena Firna tidak percaya juga bila tuan muda Devan berani selingkuh semenjak dirinya bekerja di rumah itu Devan adalah sosok yang takut istri... Bi Tuti juga tahu gimana duku Devan dengan Tania...


"Sudah kamu kerja bentar lagi tuan datang..." ucap bi Tuti yang mengajak Firna melanjutkan pekerjaannya...


Sementara Maya yang lagi di rumah mama Maria mendapatkan pesan dari Devan bahwa dirinya tidak jadi balik, entah apa yang terjadi membuat Maya makin curiga tapi Maya lagi marah pada Devan diriny tidak membalas pesan dari suaminya....

__ADS_1


"Sudah tau aku tidak balas kenapa tidak menelepon.?" ucap Maya pada dirinya yamg dari tadi melihatin ponsel miliknya berkali kali...


BERSAMBUNG....


__ADS_2