TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh enam...


__ADS_3

Kecemasan Maya pada putranya membuat Devan yang akhirnya membuka suara tentang apa yang di pikirkan nya selama ini tentang kekasih anaknya itu...


"Sayang..." ucap Devan mengeluarkan sebuah amplop.


" Apa ini mas.?" ucap Maya mengambil amplop itu lalu segera membukanya...


Maya terkejut melihat isi amplop tersebut, hatinya sangat sedih dan kecewa dengan apa yang di lihatnya... Menutup mulutnya dengan tangan kanannya Sementara tangan kirinya memegang sebuah foto.


"Mas... Ini apa Eric tahu mas.?" ucap Maya.


"Sepertinya tidak." kata Devan.


Maya langsung masuk kamar mandi, selesai mandi Maya dan Devan naim ke atas untum memanggil Eric makan Malam bersama, Tapi saat berada di depan kamar Eric sepasang suami istri itu tak sengaja mendengar percakapan Eric karena pintunya sedikit terbuka...


"Kamu selalu sibuk setia aku ingin ketemu, tapi bila kamu ingin butuh aku..." ucap Eric di ponselnya.


"Wanita itu..." ucap Maya kesal dan ingin merobos masuk ke kamar putranya itu... Tapi di cegah oleh suaminya Devan.


"Jangan..." ucap Devan geleng kepala tanda bahwa jangan masuk. akhirnya mereka turun kembali menuju meja makan menyuruh seorang pelayan memnaggil Eric untuk makan bersama.

__ADS_1


Maya kesal dan akhirnya turun ke bawah untuk makan malam... Devan menyuruh salah satu pelayan memanggil Eric turun untuk makan malam bersama saat pelayan ingin naik anak tangga memanggil Eric makan, ternyata Eruc sedabg berjalan din anak tangga..


"Tuan muda sudah di tunggu nyonya dan tuan." ucap pelayan bernama Heni.


Eric berjalan melewati Heninsang pelayan itu... melangkah menuju meja makan di sana Eric sudah melihat kedua orang tuanya yang lagi duduk menunggu putranya itu untuk makan malam bersama.


"Papi, mami maaf sudah menunggu." ucap Eric duduk di kursi berhadapan dengan Maya sang mami..


"Ya sudah kita makan." ucap Devan.


Maya mengambil kan makan untuk suami Dan putranya Eric... Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang saling bersautan karena terkena piring sesuap demu sesuap masuk ke mulut mereka.


"Mami ingin bicara pada kamu...." ucap Maya lalu berjalan menuju halaman belakang kolam renang.


"Duduklah." ucap Maya seorang pelayan mengantarkan minuman untuk mereka bertiga.


"Bulan depan kak Tasya akan pulang jadi kita akan menjemputnya karena kak Tasya sudah selesaikan S2 nya disana." ucap Maya.


"Iya mami." ucap Eric yang sibuk memainkan ponselnya asik sendiri membalas pesan.

__ADS_1


"Eric mami ingin bicara serius, bisa kamu taruh dulu ponselnya.?" ucap Maya.


Eruc tahu maminya sangat tegas Jadi Eric menurut menaruh ponselnya di saku celananya..


"Iya mami..." ucap Eric.


"Mami ingin kamu putus padanya." ucap Maya.


"Mami... maksud mami.?" ucao Eric mengernyitkan dahinya merasa menuntut penjelasan pada Maya.


"Aku tidak bisa mi, aku." ucap Eric terhenti maya menyerahkan sebuah amplop cokelat ynagbtadi di kasih Devan.


"Apa ini mi.?" tabya Eric membuka nya dia melihat selembar foto Gisel dengan seorang pria berciuman di sebuah club malam dan depan rumah Gisel.


"Dari mana mami dapat ini.?" ucap Eric.


"Kamu tidak perlu tahu." ucap Maya.


"Jadi mami menyerahkan orang mengikuti aku.?" kata Eric berdiri...

__ADS_1


"Ini demi kamu, mami lakukan..." ucap Maya.


Eric berdiri ingin pergi tiba tiba Maya jatuh oingsan, semenjak kejadian 10 tahun lalu kehilangan anak kedua mereka kondisi Maya pun tidak baik Maya sangat terpukul dan stres ke jadian itu membuatnya menjadi lemah dan sering sakit sakit kan.


__ADS_2