
Hari bulan jam drtik semua sudah berlalu kini Nisa sudah lulus kuliah dan menjadi guru TK yang sudah lama di cita cita kan nya Nisa pun pagi untuk mengajar Eric yang pergi ke luar negri bersama Rian untuk melanjutkan studinya agar menjadi penerus Hermawan...
Tidak ada komunikasi antara Rian dan Nisa mereka sibuk dengan urusan mereka masing masing sudah satu tahun berlalu Nisa akhirnya dan Billi sudah bernamai karena biar bagaimana Nisa masih berstatus tunangan Eric karena Oma Maria dan Maya selalu terkadang bila ada waktu sedang Nisa lah yang mengunjungi mereka....
"Nis... Apa Eric tidak menghubungi kamu lagi.?" ucap mami Maya.
Nisa hanya senyum dia bingung harus jawab apa ingin sekali bilang pada oma dan mami agar di akhirin saja hubungan ini.... Tasya sudah menikah sebelom Eric berangkat keluar Negri...
"Anak itu sok sibuk mi... Kayaknya kita harus kesana mi..." ucap Tasya.
"Boleh juga saat dia ulang tahun 2minggu lagi, kamu ikot ya sayang.?" Ucap mami Maya.
"Oma setuju.... kita akan bilang pada Devan untuk siapkan semua keberangkatan kita." Ucap oma Maria...
"Tapi maaf saya tidak bisa ikot." ucap Nisa.
"Kenapa...?" tanya Tasya dan mami Maya.
"Saya tidak punya pasport dan saya..." Ucap Nisa ragu ragu...
__ADS_1
"Dan kamu kenapa.? pasport kita bisa urus itu semua." ucap Tasya.
"Dan saya ingin menunggunya disini saja." ucap Nisa... Entah apa yang di pikirkan gadis berusia 23 tahun ini.
Sesampai nya di rumah Nisa langsung membersihkan tubuhnya lalu masuk kamar tidak keluar lagi dirinya Sepertinya saat ini sangat capek... Dan hanya ingin sendiri nenek sudah meninggal kini hanya tinggal Nisa dan ibunya bu Rina.
"Nis... Boleh ibu masuk.?" Ucap bu Rina.
Nisa membukakan pintu lalu mempersilakan ibu nya masuk, dirinya membaringkan badan menatap langit langit kamarnya... Sementara bu Rina hanya duduk di tepi tempat tidur....
"Ada apa nak.?" Ucap bu Rina yang melihat putrinya seperti kecapean.
"Bu... Nisa takut melanjutkan hubungan ini dengan anak om Devan." Ucap Nisa.
"Bukan bu, Nisa hanya ragu bu akan menyakitkan hati kami berdua bu kan siapa tahu saja dia disana sudah punya pacar bu." ucap Nisa.
"Hahaha... Kamu cemburu jadi kamu sedang cemburu rupanya.?" ucap Bu Rina.
"Ibu... Tidak, Nisa tidak cemburu bu, untuk apa Nisa cemburu bu.?" Ucap Nisa.
__ADS_1
"Iya... Iya kamu tidak cemburu hanya khawatir." Ucap Bu Rina meledek putrinya lagi.
Sementara di tempat Eric Jihan selalu komunikasi pada kekasihnya ini meski jarak tidak menghalangi cinta mereka Rian kesana permintaan tuan Devan karena Rian kelak akan membantu Eric di perusaahan...
"Aku kangen sama kamu sayang..." Ucap Eric yang lagi vidio call dengan Jihan.
"Temen kamu belom menghubungi Nisa.?" Ucap Jihan.
"Katanya tidak punya nomor Nisa..." Ucap Rian.
"Kan sudah aku beti kamu tidak kasih.?" ucap Jihan lagi.
"Sudah aku kasih tapi sepertinya tidak di hubungi nya." Ucap Rian.
"Kalian berisik." Ucap Eric yang emang dari tadi duduk di sebelah Rian.
"Bilang saja iri, kamu tidak takut Nisa di ambil orang.?" Ucap Rian.
"Heh...Takut sangat takut." Ucap Eric meledek Rian.
__ADS_1
"Untuk apa aku takut, oma dan mami pasti menghalanginya." kata Eric santai yang masih fokus pada laptopnya.
"Benar juga sayang apa kata Eric." Ucap Jihan...