TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode sembilan puluh.


__ADS_3

Pagi ini Nisa sudah membulatkan niatnya untuk berhenti bekerja tidak ada paksaan dati sang suami atau pihak ketiga... Cinta Eric membuatnya yakin akan keputusan yang dia ambil apalagi sang suami juga mendukung keputusannya.


"Pagi Sayang, Kamu yang siapkan ini semua.?" Ucap Mami Maya.


"Iya mami, Nisa ada buat cream sup, nasi goreng seafood." Ucap Nisa.


"Wah bakal buka restoran ini." Ucap Mami Maya.


"Mami bisa saja." Ucap Nisa.


"Papi dan Oma belom bangun.?" Ucap Nisa.


"Sudah mereka lagi di taman belakang biasa oma ajak papi senam pagi." Ucap Mami Maya.


"Hihihi... Kayaknya nanti Nisa mau ikot." Ucap Nisa.


"Kamu tidak kerja.?" tanya Maya.


"Nisa rencana hari ini mau mengundurkan diri Mi... Semoga keputusan yang Nisa pilih adalah yang terbaik." Ucap Nisa.


"Asalkan suami kamu mengizinkan semua pasti lancar sayang... Kalau emang ini yang terbaik buat kamu mami juga dukung." ucap Maya...


"Makasih banyak mami." Ucap Nisa lalu memeluk sang mertua.


"Biar mami panggil papi sama Oma." ucap Mami Maya.


"Iya mi... Nisa juga mau bangunin Eric." Ucap Nisa ke dapur untuk manaruh apron yang masih terpasang di tubuhnya.

__ADS_1


Nisa ke atas menuju kamarnya di depan.kamar Nisa bertemunsnag suami yang hendak keluar kamar untuk turun sarapan.


"Kenapa bangun pagi sekali.?" ucap Eric.


"Karena aku mau buatin kamu sarapan." ucap Nisa.


Emvuach... Eric mengecup bibir Nisa sekilas...


"Maaf tuan saya Tidak lihat apa apa nona." Ucap Karin pelayan muda yang masih berusia 20 thn hendak ke kamar Eric dan Nisa ingin mengambil pakaian kotor untuk di cuci.


"Karin sini." Ucap Eric.


"Kamu mau apa sayang." Ucap Nisa.


"Sudah Karin, masuklah ambilah pakaian." Ucap Nisa.


"Kamu ya sayang jangan nakutin Karin, " Ucap Nisa yang menggandeng tangan suaminya mesrah.


"Tidak usah biar aku sama pak Eko saja." Ucap Nisa.


"Biar aku antar saja." Ucap Eric...


"Baiklah..." Ucap Nisa mengalah karena Nisa tahu suaminya ini tidak akan mengalah jadi Nisa malas berdebat sama sang suami lebih baik mengalah dan nurut saja deh..


Selesai Sarapan Nisa pergi di antar Eric, Di pintu Gerbang Nisa ketemu Ririn dan Jihan ya karena Nisa sudah memberi tahu kedua sahabatnya dan bahwa dia akan mengundurkan diri di sekolah TK ini Jihan yang akan menggantikan dirinya karena memnag kebetulan Jihan sudah satu minggu mengundurkan diri di tempatnya yang lama.


"Ji.. Apa kabar.?" Tanya Nisa.

__ADS_1


"Baik, sudah isi belom?" ucap Jihan.


"Doain ya." Ucap Nisa sambil memegang perutnya.


"Kemaren Kamu di jemput sama suami kamu ya?" ucap Jihan.


"Rian cerita." Ucap Nisa dan Ririn.


"Iya dia cerita." kata Jihan...


Nisa mengundurkan diri langsung di setujuin karena sudah dapat penggntinya Jihan yang akan menggantikan dirinya... Orang tua Jihan Walau Suaminya sudah mapan tetap Jihan harus bekerja untuk membagikan ilmunya itu.


Nisa pulang kerumah dengan naik taksi online menuju kediaman Hermawan... Melihat oma yang lagi asik bersama Papi dan Mami Maya yang lagi melihat tanaman bunganya di halaman depan.


"Papi mami." sapa Nisa. memberi salam ke mereka lalu oma yang Pagi asik minum Teh...


"Kamu sudah makan.?" ucap Mami Maya.


"Belom mi masih kenyang..." Ucap Nisa yang memang gak makan siang hari ini.


"Karin..." Teriak mami Maya.


"Iya nyonya... " Ucap Karin.


"Bawakan kita bakso yang tadi saya buat." Ucap Mami Maya.


"Mami ada buat bakso.?" ucap Nisa.

__ADS_1


"Iya..." ucap mami Maya...


Mami Maya memang sempat ikot kursus masak saat keguguran anak ke duanya agar Tidak menjadi beban pikiran Maya.


__ADS_2