
Eric tidak menyangka sang istri membaca suami dingin dan melihat satu novel lagi yang berjudul suami yang kejam... Eric mengerutkan keningnya lalu menatap smaa istri..
"Apa dia pikir aku suami yang kejam dan dingin.?" Ucap Eric dalam hati.
"Sayang apa kamu tidak mengantuk.?" Ucao Eric.
"Belom..." Jawab Nisa singkat.
"Apa kamu tidak bosen membaca novel.?" Ucap Eric lagi.
"Tidak." Jawab Nisa.
"Apa kamu mencintai aku.?" Ucap Eric.
"Iya." Jawab Nisa lagi..
Eric bingung istrinya setiap di tanya selalu menjawabnya singkat, Eric bosen melihat sang istri yang serius sekali Masa Novelnya dan cuek pada dirinya.
drettt... drettt... Ponsel Nisa berbunyi... Mata fokus membaca novel tangan meraba mencari ponselnya... Mendapatkan ponselnya Nisa langsung menggeser tombol ijo di layar ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Hallo..." Ucap Nisa..
__ADS_1
"Aku kangen kamu aku tidak mau di cuekin." Ucap Eric di ponsel...
Nisa langsung melihat layar ponsel dan mentap sang suami yang sudah pindah duduk di sofa menatap sang istri...
"Sayang kamu apa apaan sih.?" Ucap Nisa kesal pada suaminya yang selalu mengganggunya dati tadi.
"Habis kmu fokus pada novel dan asik sendiri... Aku juga mau di perhatikan." Ucap Eric.
"Oke baiklah... Maafin aku sekarang kamu mau apa.?" Ucap Nisa mendekat suaminya...
Eric tersenyum licik... Saat Nisa sudah berdiri di hadapannya Eric bangkit juga dari duduknya kini mereka sudah berhadapan, Eric tersenyum lalu mengangkat Nisa seperti gaya bridal style.
"Eric turunkan aku, sayang aku takut." ucap Nisa yang di putar oleh Eric.
"Emuach..." Eric mencium kening lalu wajah istrinya kini ke bibirnya... Kini ci*man mereka menuntut ke yang lebih intim hubungan suami istri...
Pagi yang cerah sinar matahari memasuki sela sela kamar sepasang pengantin baru itu yang habis di mabuk cinta... Nisa mengucek matanya dirinya bangun tubuh nya polos tidak ada sehelai benang...
"Sayang bangun... Kamu harus kerja." Ucap Nisa membangunkan suaminya yang memeluk dirinya.
"Lima menit lagi." Ucap Eric.
__ADS_1
"Aku tidak enak sama mami dan papi sama oma." Ucap Nisa.
"Kenapa tidak enak... Kamu buang saja sayang kalau tidak enak." Ucap Eric malah mengencangkan pelukannya.
"Deric Hermawan..." Ucao Nisa memanggil lengkap nama suaminya.
"Oke oke... " Ucap Eric tahu bila sang istri sudah marah...
Akhirnya Eric melepaskan pelukannya itu lini Nisa bangkit menuju kamar mandi... Tapi tiba tiba dirinya terasa terangkat, Ternyata suaminya menggendongny hingga masuk ke kamar mandi kini mereka mandi bersama tapi bukan mandi saja ya g mereka lakukan ada beberapa ritual yang di lakukan Eric dan Nisa.
"Kamu cantik." Bisik Eric di telinga sang istri.
Nisa yang di puji suaminya membuat nya tersipu malu... Mereka sudah di tunggu oleh mami, papi dan oma di meja makan, kak Tasya sudah tinggal bersama keluarga suaminya.
"Pagi mami, papi dan oma." Sapa Nisa.
"Sayang bagaimana tidurnya nyenyakan.?" Ucap mami Maya.
"Iya mami, mami dan oma apa nyenyak tidurnya.?" Ucap Nisa.
"Selama kamu belom kasih oma cicit tidur oma tidak akan nyenyak." Ucap Oma.
__ADS_1
"Oma..." Ucap Maya.
"Oma tenang saja eric sudah taruh kecebong Eric di dalam tubuh Nisa, oma doain saja semoga tuh cebong tahu dimana harus diam." Ucap Eric... Membuat Nisa melotot pada suaminya yang berbicara seenaknya itu.