TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode empat puluh dua...


__ADS_3

Maya Sekarang belom.mau sebenarnya mendengar penjelasan suaminya karena Maya belom percaya pada suaminya... Pikirannya masih sangat emosi jadi belom.bisa menerima apapun penjelasan... Devan tetap menemani Maya tapi ingin ada Nina...


"May, aku pulang dulu besok aku harus kerja." ucap Nina.


"Kamu besok tidak usah kerja Nin, kamu tahu kan aku istri pemilik dimana kamu bekerja jadi aku izinkan kamu libur dan tenang gaji kamu tidak akan di potong malah kamu akan dapat bonus." ucap Maya melirik suaminya...


Devan menarik napasnya lalu membuangnya sambil mengacak kepala dan mengusap wajahnya...


"Iya kamu disini karena nona boa sudah meminta nya." Ucap Devan.


Lalu Devan menyuruh Nina untuk membeli makan dan beberapa pakaian di mal depan... Karena emang Nina dati tadi masi memakai baju OG milik perusahaannya.


"Sayang maafkan aku." ucap Devan dia kira Maya marah padanya tidak mengangkat telepon dari Devina atau tidak hadir saat dia mau lahiran.


Devan belom bertanya kenapa mama Maya dan Devina menangis Devan tidak tahu aoa yang terjadi...


"Sayang kenapa kamu sampai harus di operasi.?" Tanya Devan ragu tapi dia penasaran.

__ADS_1


"Kamu... Aku kecewa sama kamu, semua ini karena wanita itu." ucap Maya.


"Wanita siapa.?" ucap Devan bingung...


"Aku kesini bersama Nina tidak ada wanita lain, siapa yang kamu maksud.?" ucap Devan... Maya terdiam dirinya berpikir entah apa yang di pikirkan Maya...


"Kamu sama Nina...?" ucap Nina.


"Kamu Jangan salah paham Sayang aku sama Nina karena...." ucap Devan terhenti karena Maya memotongnya.


"Sarah.? aku di beri tahu Nina saat akun lagi rapat makanya aku bersama Nina karena Nina ingin ikot juga, Nina juga panik." ucap Devan.


"Maafin aku mas..." Ucap Maya menangis.


"Sudah Sayang kamu tidak salah..." ucap Devan memeluk Maya.


"Sudah kamu jangan berpikir yang macem macem dulu ya sayang." ucap Devan.

__ADS_1


Ingin Devan menghubungi Robby untuk mencari sarah dirinya ingin memberi pelajaran pada Sarah telah membuat istrinya sedih... Devan belom mendengar cerita Maya karena Devan ingin istrinya tenang agar bisa memberi asi ekslusif untuk putra mereka. Tapi sayang dia tidak membawa ponselnya yang tertinggal di ruangan kerjanya.


Nina Datang memberikan makan malam buat Devan atasannya itu... Selesai makan dan Maya sudah selesai juga memberi asih untuk putranya... Akhirnya Maya tetap ingin memberi tahu Devan apa yang terjadi.


"Mas... Saat aku di mal aku bertemu sarah di toilet mal, aku dengar dia menerima telepon dari kamu mas..." ucap Maya.


"Ponsel aku saja ada di ruangan kerja aku." ucao Devan.


"Iya May, Tuan Rapat dari pagi sampai akhirnya aku menerima telepon dari Rita... Rapat saja belom selesai sudah di tinggal." Ucap Nina membenarkan ucapan Devan.


"Jadi siapa yang menghubungi Sarah, aku dengar jelas dia memanggil nama kamu mas." ucap Maya...


"Saat aku ingin mengejar dirinya aku terjatuh." ucap Maya...


Devan yang mendengar penjelasan istrinya sangat marah pada Sarah lalu menyuruh Nina menghubungi Robby karena Devan tahu Nina punya nomot Robby hampir semua karyawan di kantor memiliki nomor Robby...


Nina menurut segera mencari nomor Robby asisten bosnya itu... setelah tersambung Nina memberikan ponselnya pada Devan untuk berbicara pada Robby selesai berbicara pada Robby , Devan akhirnya memutuskan panggilannya itu dan mengembalikan ponsel itu Ke pemiliknya itu.

__ADS_1


__ADS_2