TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
Episode tiga puluh tujuh...


__ADS_3

Suasana rumah sangat ramai dengan ke hadiran Mama Maria dan Devina sekeluarga.... Tasya yang memang sangat dekat pada Jimmi sedang asik bermain di taman di temanin oleh Roy dan Devan yang sedang berbincang pekerjaan, karena Roy ada membantu di kantor cabang yang sudah menjadi hak atau bagian Devina tapi Roy juga memiliki usaha sendiri.


"Kenapa kamu yang marah Vin..." ucap Maya oada Devina adik ipar ya yang beda usia itu.


"Bukan gitu May, mertua Robby itu morotin Robby terus kasian Robby dan istrinya." ucap Devina.


"Sudah kamu Vin, masih saja bahas itu biarkan saja Robby saja tidak keberatan" ucap mama Maria.


"Mama betul." ucap Maya bergelendotan di pundak mertuanya.


"Bagaimana persiapannya May.?" ucap Mama Maria sambil mengelus kepala Maya yang lagi bersandar di lengannya.


"Hari ini barangnya akan di antar karena kemaren kita belanja sudah ke sore kan." ucap Maya.

__ADS_1


"Ooh, jadi biar mama nunggu barang sampai ya." ucap Maria.


"Iya mah... Maya senang ada kalian disini." ucap Maya mengeratkan pekukkannya ke mama mertuanya yang sangat peduli padanya.


Tak lama Barang yang di pesan Maya pun datang di antar dengan mobil box milik toko yang mereka belanja BABY STORE PELANGI.... Karyawan toko pun memasuki barang sesuai perintah Maya meletakkan nya di kamar bayi yamgvsudah di siapkan oleh mereka.


"Kalian borong satu toko.?" ucap Devina yang melihat banyak barang yang di pindahkan dari mobil itu.


"Devan itulah, katanya dulu punya Tasya sudah di sumbangkan..." ucap Maya.


Maya hanya diam, walau entah dirinya mengerti apa tidak yang di rasakan Devan suaminya tapi Maya tau rasanya pasti sangat menyakitkan kehilangan apalagi di hati yang bersamaan itu membuat hati yang tak jelas.


"Terimakasih ya." ucap Devan pada para karyawan dan memberikan uang tips untuk mereka karena sudah memindahkan mengangkat semua barang serta menyusunnya sesuai perintah Devan dan Maya.

__ADS_1


"Sama sama tuan, nyonya kita permisi." uca Sang supir yang menerima uang tips untuk di bagikan ke rekannya... Devan juga memberinya di depan rekan lain agar nanti sang supir yang terima uang itu tidak berbuat curang.


Mama Maria memeriksa semua pesanan yamg di beli Maya dan Devan baginya ini semua sudah cukup untuk menyambut kelahiran cucu nya ini... Walau ini cucu ke empat bagi nyonya Maria tetap membuat hati mama Maria merasa senang dengan kehadiran anak Maya di keluarga mereka.


"Jadi kapan dokter memperkirakan anak mu Lahir May.?" tanya mama Maria.


"Dokter memperkirakan dua minggu lagi Ma..." ucap Maya.


"Tapi kadang bisa cepat, bisa juga lama atau malahan bisa tepat jadi kamu harus tetap siap siap kan semua barang yang mau di bawa ke rumah sakit." ucap Mama Maria.


"Iya mah, nanti Maya minta tolong bibi buat bantuin Maya." ucap Maya.


"Iya sayang kamu jangan terlalu capek." ucap Mama Maria.

__ADS_1


"Makasih ya Ma." ucap Maya.


Makan sianga tiba mereka sepakat untuk Makan di luar, Karena Mama Maria sudah memesan makanan di restoran Thailand yang milik salah satu sahabatnya itu, Mama Maria lebih banyak temen yang usaha kuliner karena mama Maria pernah ikot kursus Masak jadi rata rata temennya membuka restoran atau makanan... Mama Maria juga punya taoi tidak di Indonesia melainkan di luar negri yang di bantu kelola oleh adiknya itu.


__ADS_2