TerPaksa Menikahi Duda...

TerPaksa Menikahi Duda...
episode lima puluh delapan...


__ADS_3

Saat Gisel dan pria itu lagi berciuman Eric berdiri di belakang pria itu, Gisel melihat Eruc membuat matanya membulat sempurna... Beta kaget Gisel melihat Eric yang berdiri di hadapannya mendorong pria itu yang bernama Heri seorang anak pengusaha di kota S kedatangan Heri ke kota A adalah untuk menuntut ilmu di kampus Swasta.


"Kenapa.?" tabya Heri ketika Gisel melepaskan ciuman lalu mendorong dirinya agar menjauh darinya.


"Sayang kamu, kenapa kesini.?" ucao Gisel menghampiri Eric.


"Dia yang memaksa mencium aku." ucap Gisel yang menunjuk Heri..


Eric hanya diam sementara Rian tak habis pikir pada wanita dnegan tubuh yang sangat sempurna itu berani menghiati sahabatnya yang mencintainya dengan tulus...


"Eric tunggu aku...." ucao Gisel mengejar Eric yang berjalan keluar sempat di halangi oleh Heri yang menarik lengan Gisel.


"Lepaskan aku." ucap Gisel... Heri akhirnya mengikuti Gisel dari belakang di parkiran Eric yang sudah masuk mobil du hadang oleh Gisel akhirnya Eric keluar...


"Mulai hari ini jam 21.45 aku dan kamu sudah tidak ada hubungan." ucap Eric mendorong Gisel sampai jatuh.


"Sayang kamu dengar aku..." ucap Gisel...

__ADS_1


"Wanita k*tor kayak kamu jangan pernah menemui dan memanggil nama ku." kata Eric masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kencang.


Melusuri malam nya kota di jalan yang sudah agak sepi karena banyak yang sudah di rumah untuk beristirahat karena besok akan melakukan aktifitasnya kembali bekerja dan anak akan sekolah... Tapi tidak dengan Nisa gadis yang sederhana ini Selesai kuliah dirinya akan bekerja di sebuah cafe minuman.


"Iya bu aku akan belikan." ucapnya menerima telepon dari ibunya. lalu Nisa berjalan mengelus iri trotoar saat dirinya ingin menyeberang mobil mewah dengan kecepatan hamour saja menabrak dirinya membuat Nisa jatuh duduk di deoan mobil yang berhenti itu hampir saja menabrak dirinya bila tidak memiliki rem yang sangat pakem...


"Kamu tidak apa.?" ucap seorang pria Rian... Ya mobil yang hamour menabrak Nisa adalah milik Eric....


"Tidak... " ucap Nisa berdiri lalu menatap Eric Nisa langsung memaki Eric.


"Kamu kira ini jalanan milik bapakmu.? jangan kamu pikir kamu orang kaya bisa seenaknya memakai semua jalan di kota ini.? kamu pikir dengan harta orang tua kamu bisa membeli nyawa manusia.?" ucap Nisa memaki Eric... Sementara yang di maki hanya diam Rian sahabatnya hanya ketawa.


"Heh kamu, " ucap Nisa Plak... Nisa menampar wajah Eric lalu mengembalikan uang Eric dirinya langsung pergi menuju apitik di serbang itu.


Eric hanya berdiri terdiam melihat Nisa yang sudah masuk ke dalam apotik itu...


"Wau karen, baru ini ada cewe yang bisa kasar sama kamu apalagi menolak uang." ucap Rian...

__ADS_1


Eric tidak memperdulikan Nisa dan ucapan Rian, Eric masuk ke dalam mobil ponselnya selalu berdering panggilan dari Gisel...


"Ric... ponsel mu." ucap Rian. Eric hanya diam dia tetap fokus mengemudi dengan kecepatan biasa saja...


"Lo lapar ngak.?" ucap Eric pada Rian.


"Boleh lah." ucap Rian akhirnya mereka menepikan mobil nya di sebuah gerobak sate taichan Eric dan Rian mereka memesan masing masing 20 tusuk...


"Lo tahu dari mana Gisel menghiati cinta lo.?" ucap Rian.


"Nuokap gue." ucao Eric mengeluarkan 1 lembar foto di kantong celana belakangnya.


"Gue gk percaya dia sama laki berbeda... Padahal lo " ucao Eric mengacungkan kedua jempolnya.


"Nyokap sampai pingsan dan stres menyuruh gue putus." ucap Eric.


"Jadi sekarang lo bisa move on dari ni cewek.?" ucap Rian.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2